-
-

Thursday, June 16, 2011

Densus 88 Geledah Rumah di Pekalongan

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengamankan lokasi di sekitar tempat penggerebekan tersangka teroris di Dusun Krapyak Sunggingan, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/1/2011). PEKALONGAN,  — Pascapenangkapan Sudirman di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Detasemen Khusus Antiteror 88 Kepolisian RI juga melakukan penggeledahan rumah di Kota Pekalongan, Kamis (16/6/2011). Densus menggeledah rumah Sugeng Setyo Aji, terduga teroris yang ditangkap pada Kamis (9/6/2011) di Pekalongan, bersama dengan penangkapan Hari Kuncoro. Densus menggeledah rumah Sugeng Setyo di Kelurahan Kramatsari, RT 3 RW 11, Kecamatan Pekalongan Barat.Di tempat tersebut, Densus menemukan tiga slip pengiriman barang dan pelat nomor bekas.Selain itu, Densus juga menggeledah toko peralatan olahraga milik kakak Sugeng di Jalan Gajah Mada 90 Pekalongan. Belum diketahui barang-barang yang diperoleh dari toko tersebut karena pascapenggeledahan belum ada pihak yang bersedia memberikan keterangan.
sumber : www.kompas.com

Afghanistan, Negara Paling tak Bersahabat Bagi Perempuan

Afghanistan, Negara Paling tak Bersahabat Bagi Perempuan

REPUBLIKA,LONDON - Kemiskinan, ketiadaan jaminan kesehatan dan perang antar-suku. Itu yang membuat Afghanistan menjadi negara paling tidak bersahabat bagi kaum wanita di dunia.

Hasil polling menempatkan Afghanistan sebagai negara yang terburuk dunia bagi kaum wanita. Posisi berikutnya ditempati oleh Kongo di mana 10 dari 1000 wanita Kongo setiap harinya diperkosa.

Pakistan, India dan Somalia menguntit di posisi selanjutnya. Kriteria penilaian polling mulai dari masalah kekerasan rumah tangga dan diskriminasi ekonomi hingga masalah aborsi dan mutilasi alat kelamin.

''Konflik, serangan pesawat NATO dan praktik budaya berkombinasi membuat wajah Afghanistan menjadi tempat menyeramkan bagi perempuan,'' kata Antonella Notari, kepada Women Change Makers, yang bergerak membantu pemberdayaan perempuan di seluruh dunia. ''Perempuan yang berusaha untuk tampil bersuara dan mengambil peran publik, seperti menjadi polisi atau pembaca berita, itu sering diintimidasi atau bahkan dibunuh.''

Polling TrustLaw

Polling dilakukan oleh TrustLaw. Lembaha di bawah Yayasan Thomson Reuters ini memiliki seksi TrustLaw Women yang bergerak dalam menyebarkan berita dan informasi tentang hak-hak perempuan.

TrustLaw mewawancarai 213 pengamat gender dari lima benua untuk membuat pemeringkatan negara paling terburuk bagi kaum wanita. Ada enam faktor resiko yang menjadi kriteria penilaian. Yaitu resiko perlakuan kesehatan, kekerasan seksual, kekerasan non-seksual, faktor budaya atau agama, keterbatasan akses dan trafficking.

Afghanistan menempati nilai paling tertinggi di tiga faktor resiko. Yaitu faktor resiko kesehatan, kekerasan non-seksual dan keterbatasan akses ekonomi. Satu dari 11 wanita Afghanistan meninggal saat melahirkan.

Kota Pemerkosaan

Republik Demokratik Kongo, yang terlibat peperangan selama kurun 1998-2003 dan menelan 5,4 juta korban dibunuh, menempati posisi kedua setelah Afghanistan. Kongor memiliki resiko kekerasan seksual tertinggi.

Sekitar 400 ribu lebih wanita Kongo diperkosa setiap tahunnya. Demikian laporan studi para peneliti Amerika Serikat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjuluki Kongo sebagai kota pemerkosaan dunia. Wanita-wanita Kongo dijadikan tentara yang sekaligus menjadi budak pelayan seks.


sumber : www.republika.co.id

Ribuan Bobotoh Mulai Padati Si Jalak Harupat

Bandung - Ribuan bobotoh padati ruas jalan menuju Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, untuk menyaksikan duel Persib vs Persela. Mereka terlihat berkonvoi ke stadion menggunakan motor, mobil, bus, dan truk bak terbuka.

Pantauan detikbandung, sepanjang Jalan Kopo menuju stadion, arus lalu lintas terlihat padat. Sementara hampir di sepanjang jalan, bobotoh cilik hadir di pinggir jalan. Mereka terlihat membentangkan bendera dan mengibaskan kaos Persib.

Sementara di sekitar area stadion, bobotoh terlihat mulai menyemut. Begitu masuk ke dalam gerbang, kendaraan mulai sulit untuk berjalan mencari tempat parkir. Sebab, banyak bobotoh berjalan di tengah jalan.

Laga antara Persib vs Persela sendiri rencananya digelar pukul 19.00 WIB. Laga ini merupakan laga hiburan karena kemenangan akan tetap sulit bagi Persib untuk membawanya ke lima besar klasemen Liga Super Indonesia (LSI). Namun, Persib dituntut menang agar tidak kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Densus 88 Ringkus Tukang Becak

SHUTTERSTOCK PEMALANG, — Detasemen Khusus Antiteror 88 Kepolisian RI menangkap Sudirman (38), warga Kelurahan Wanarejan Selatan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Lelaki ini  diduga menjadi anggota jaringan teroris.Tersangka yang berprofesi sebagai tukang becak ditangkap saat sedang mangkal di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2011) pagi. Densus juga menggeledah rumah Sudirman di RT 02, RW 04, Kelurahan Wanarejan Selatan.Menurut Ketua RT 02 RW 04, Kelurahan Wanarejan Selatan, JB Tuharno, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tujuh jenis barang. Benda-benda itu, antara lain, buku-buku, jam waker, senjata tajam, pipa besi, dan arang atau karbon.Polisi juga menggeledah rumah tetangga Sudirman, yaitu rumah Puji Lulus (49). Menurut Lulus, ia tidak tahu mengapa rumahnya digeledah. Sebelum penggeledahan, ia diminta untuk keluar rumah.Selama ini, ia memang beberapa kali meminta bantuan Sudirman yang berprofesi sebagai tukang becak. Tuharno menambahkan, Sudirman merupakan warga asli Wanarejan, dan sudah tinggal di wilayah tersebut sejak kecil. Ia memiliki satu istri dan lima anak.
sumber : www.kompas.com

Sumber Air Panas Cibolang Pangalengan Bandung

Pemandian Air Panas Cibolang (Cibolang Hotspring Water ) adalah suatu daerah sumber mata air panas yang terletak di Pangalengan Bandung, daerah ini banyak dikunjungi sebagai salah satu tempat pemandian air panas Bandung dan sekitarnya. Pemandangan menuju lokasi Cibolang sangat indah dan menarik yaitu berupa perkebunan teh dan pegunungan.

Pemandian Air Panas Cibolang sangat kaya akan sumber air panas alami serta kandungan belerang yang dapat dimanfaatkan untuk terapi penyembuhan berbagai penyakit kulit dan rheumatik.

Luas Cibolang 2 Ha, terletak pada ketinggian 1.450 m dpl dengan temperatur udara 23 – 25 derajat Celcius. Dan kawasan Cibolang ini terdiri dari hutan tanaman (kaliandra dan pinus). Kawasan cibolang memiliki sumber air yang berasal dari Gunung Windu yang berupa mata air panas yang dapat menyembuhkan penyakit rematik karena memiliki kandungan kadar yodium yang cukup tinggi dan wisata ini dapat dilakukan kegiatan lintas alam, pikinik, mandi air panas dan berenang.

Kegiatan wisata harian yang dapat dilakukan di kawasan Cibolang ini adalah piknik, mandi air panas, berenang, ngagogo, memancing, tracking ke Kawah Burung dan lain-lain. Wahana Wisata Cibolang merupakan salah satu objek wisata di perkebunan teh Malabar Pangalengan. Dengan alamnya yang masih perawan merupakan daya tarik yang utama. Kita akan mendapatkan permadani teh yang hijau sekaligus udara yang bersih dan sejuk, juga dapat menikmati Kawah Gunung Windu dengan jarak ± 600 m dari lokasi.

Obyek wisata Cibolang mulai diberdayakan semenjak tahun 1985. Banyak sekali kemajuan yang telah dicapai untuk mencakupi fasilitas yang dibutuhkan oleh turis domestik maupun asing. Walaupun pada mulanya hanya dibuat bak tertutup, tetapi pada tahun 1987 mulai dibuat kolam renang dewasa dan kolam renang anak lengkap dengan kamar ganti. Karena arus pengunjung semakin meningkat, pada tahun 1990 dibuat kolam tambahan.

Saat ini, Pemandian Air Panas Cibolang atau Cibolang Hotspring Water menjadi salah satu tempat pemandian air panas di Bandung dan sekitarnya, dan merupakan salah satu tempat tempat wisata di Bandung dan sekitarnya yang cukup banyak dikunjungi oleh para turis baik domestik maupun manca negara atau internasional.

Jika anda tertarik, anda pun dapat menyarankan lokasi Pemandian Air Panas Cibolang ini ke dalam Bandung Tour anda, atau bahkan ke dalam salah satu tempat yang dikunjungi ketika anda menggunakan layanan Bandung Car Rental melalui JackTour.Com.

Selamat menikmati liburan anda~

Fasilitas: kolam renang untuk anak dan dewasa, Musholla, Kolam Renang Air Panas, Kolam Pancing, Kolam Ngagogo, Kamar Rendam Air Panas, Shelter, Bale Kambang, MCK, Kamar Ganti, Kios Dagang dan Penyewaan Peralatan Renang dan Pancing serta playground untuk anak

Alamat : Ds.Wayang Windu, Kec.Pangalengan, Kab.Bandung





HARGA TICKET CIBOLANG
Tiket Masuk Orang : Rp.6.000,-/orang + Asuransi
Tiket Kendaraan R-2 : Rp.2.000,-/motor
Tiket Kendaraan R-4 : Rp.5.000,-/mobil
Tiket Kendaraan R-6 : Rp.10.000,-/bus
Tiket Kamar Rendam : Rp.6.000,-/orang

Komisi Kongres AS Kaji Radikalisasi Muslim di Amerika

Komisi Kongres AS Kaji Radikalisasi Muslim di Amerika

REPUBLIKA, Sebuah komisi Kongres Amerika Serikat kembali mengadakan pertemuan untuk menyelidiki radikalisasi Islam di negeri Paman Sam tersebut. Sebuah topik yang mengundang kecaman tidak hanya dari kalangan Muslim, tapi juga kelompok lainnya.

Ketua panel itu, Peter King, Tokoh Partai Republik dari New York, mengatakan ia menyerukan diselenggarakannya sidang dengar keterangan itu karena AlQaidah secara aktif sedang berusaha meradikalisasi generasi muda Muslim di Amerika. Sidang pada Rabu (15/6), yang merupakan pertemuan kedua mengenai topik yang sama, untuk mengkaji dugaan terjadinya radikalisasi di kalangan tahanan di penjara-penjara Amerika, dengan mendengarkan keterangan dari para pejabat penegak hukum dan pihak-pihak lain.

Para pengecam mengatakan, sidang tersebut secara tidak adil menargetkan Muslim. Selain itu, mereka juga menilai sidang itu mengecewakan masyarakat muslim Amerika.

Ketika komisi King bertemu tiga bulan lalu untuk sidang pertama mereka mengenai radikalisasi Muslim, reaksi keras muncul di Capitol Hill. Di hadapan kerumunan besar wartawan dan aktivis, Muslim Amerika pertama yang terpilih untuk Kongres, Keith Ellison dari Minnesota, menangis ketika menyampaikan kesaksiannya.

Para pengecam mempersoalkan topik radikalisasi Islam yang dijadikan fokus sidang itu. Mereka mengatakan, Kongres harus menyelidiki ancaman teroris domestik dalam spektrum yang luas, yang mencakup kelompok-kelompok yang anti pemerintah dan mereka yang menyokong supremasi kulit putih.





sumber : www.republika.co.id

PSSI Jabar akan Kumpulkan Pengcab Jika GT dan AP Tetap Dilarang

Bandung - PSSI Jabar siap mengumpulkan seluruh pengcabnya jika George Toisutta (GT) dan Arifin Panigoro (AP) tetap dilarang FIFA mencalonkan diri sebagai ketum serta waketum di Kongres PSSI, 9 Juli mendatang.

"Saya akan kumpulkan semua pengcab untuk menentukan siapa yang akan kita dukung kalau GT sama AP tidak boleh maju," ujar Ketua PSSI Jabar Toni Apriliani dalam konferensi pers di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Kamis (16/6/2011).

Hingga kini, PSSI Jabar tetap mendukung pasangan GT dan AP. Hal itu setelah seluruh pengcab diundang dan ditanya ke mana dukungannya setelah Kongres di Jakarta beberapa waktu lalu berakhir deadlock.

"Kemarin saya kasih opsi tetap dukung GT dan AP atau segera merubah dukungan. Ternyata semuanya tetap konsisten mendukung GT dan AP," jelas Toni.

Sementara pasca kedatangan Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali bin Al Hussein, Toni berharap GT dan AP diperbolehkan maju di Kongres.

"Mudah-mudahan dengan adanya wakil dari FIFA itu, FIFA lebih fair pada keempat calon yang dilarang, termasuk GT dan AP. Kalau tidak boleh maju, FIFA harus jelaskan alasannya," kata Toni.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Marzuki Alie Dicegat Ratusan Mahasiswa

K16-11 Ketua DPR RI, Marzukie Ali saat menanggapi mahasiswa yang berunjuk rasa di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (16/6/2011). MALANG, - Kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie, ke Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur, Kamis (16/6/2011), disambut unjuk rasa ratusan aktivis mahasiswa. Kedatangan Marzuki adalah untuk menghadiri acara pembukaan sekolah parlemen, yang digagas oleh Unibraw. Sementara, ratusan mahasiswa yang mencegat Marzuki itu datang dari dua kelompok organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unibraw. Sebelum Marzuki tiba, ratusan aktivis sudah berkumpul di depan gedung lokasi acara yakni di gedung Wadyaloka Unibraw. Saat rombongan Marzuki tiba, aksi langsung digelar. Saat itu, puluhan personel dari Mapolresta Malang juga disiagakan untuk mengamankan Marzuki. Kemudian, ketika ratusan mahasiswa mencoba menghalangi Marzukie, sempat terjadi kericuhan, antara mahasiswa dan personel keamanan. Bahkan terjadi adu dorong, dan ada seorang mahasiswa yang terluka terkena pukul. Melihat kericuhan itu, Marzuki pun langsung diamankan ke lokasi acara dengan kawalan ketat polisi. Sementara, mahasiswa yang terus memaksa untuk berdialog dengan Marzuki akhirnya diterima di ruang Widyaloka. Sesungguhnya, aksi mahasiswa tersebut, hanya untuk menyampaikan kritik terhadap sikap wakil rakyat yang dinilai sudah tidak mementingkan aspirasi rakyat. "Misalnya, kejadian menonton video porno, di gedung dewan saat sedang rapat, sibuk akan membangun gedung baru DPR, saat kondisi rakyat menjerit banyak yang kelaparan. Banyaknya RUU terbengkalai. Suap selalu menjerat anggota dewan, dewan juga marak menjadi mafia anggaran, dan pelesiran keluar negeri mengahbiskan uang rakyat," kata Koordinator Aksi, Iden Robert Ulum. Dalam dialog, Marzuki berjanji untuk berjuang agar anggota dewan betul-betul menjadi wakil rakyat. "Namun, kalau tidak dikawal oleh semua pihak, perjuangan saya akan sia-sia," katanya. Sementara, terkait sikap dan perilaku anggota dewan, Marzuki berharap agar bukan dewan sebagai lembaga yang disalahkan. "Silahkan mahasiswa demo ke partainya masing-masing. Karena seharusnya partai yang lebih selektif dalam menentukan siapa calon yang layak menjadi anggota dewan," katanya. 
sumber : www.kompas.com

Lapak PKL di Astanaanyar yang Dirusak Semalam Masih Berantakan

Bandung - Hampir bersamaan dengan kedatangan puluhan orang berbadan tegap yang diketahui anggota TNI ke Polsek Astanaanyar Rabu Malam (15/6/2011), tujuh lapak PKL di Jalan Astanaanyar dirusak. Hingga pagi ini, Kamis (16/6/2011), lapak tersebut masih berantakan. Para pemilik lapak masih enggan berjualan.

Pantauan detikbandung, lapak tersebut terdiri lebih dari tujuh lapak dan berdekatan dengan panjang total sekitar 15 meter. Tidak terlihat ada aktivitas di sepanjang lapak itu. Namun, lapak lainnya masih terlihat aktif berjualan.

Lapak yang terlihat berantakan itu memiliki berbagai ukuran mulai dari panjang 0,5 meter hingga sekitar 3 meter. Di atasnya terlihat terpal warna biru yang menutupi sebagian lapak.

Informasi yang dihimpun di lapangan, biasanya para pedagang di lapak tersebut mulai berjualan kurang dari pukul 08.00 WIB. Pedagang di lapak tersebut di antaranya berjualan VCD bajakan, kompor, hingga buah-buahan.

"Setelah kejadian kemarin, para pedagang di situ enggak mau jualan. Mungkin trauma," ujar warga sekitar yang enggan disebutkan namanya kepada detikbandung, Kamis (16/6/2011).

Namun, ia mengaku tidak tahu persis kejadian tadi malam. "Saya tutup lapak sekitar jam 17.00 WIB. Walaupun lapak saya dekat, saya enggak tahu kejadian kemarin karena sudah pulang sebelum kejadian," ungkapnya.

Sementara itu para pedagang lain di sekitar lokasi enggan bicara ketika ditanya soal kejadian kemarin dan ke mana para pedagang yang tidak berjualan hari ini. Padahal, saat kejadian berlangsung para pedagang itu dikabarkan ada di lokasi dan melihat langsung kejadian.

Sementara di sekitar lokasi, terlihat lebih dari lima anggota TNI berseragam. Mereka nongkrong di salah satu lapak dan tampak berbincang dengan beberapa pedagang.

Sedikitnya sepuluh anggota TNI secara tiba-tiba mendatangi Polsek Astanaanyar, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (16/6/2011), sekitar pukul 19.00 WIB. Kontan saja hal tersebut mengejutkan sejumlah polisi.

Informasi yang dihimpun wartawan, mereka ingin mengetahui dua orang yang sedang diamankan di Polsek Astanaanyar. Belakangan diketahui, dua pria yang diamankan itu diduga memukuli salah satu anggota TNI AU Sulaiman berinisial S berpangkat Sertu. Kejadian pengeroyokan itu berlangsung sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasus penganiayaan anggota TNI oleh warga itu ditangani Polrestabes Bandung. Kini kedua pedagang itu diboyong ke Mapolrestabes Bandung. Dikonfrimasi mengenai perusakan lapak PKL, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto membatahnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Sedan Tabrak Motor, Lima Tewas

SHUTTERSTOCK Ilustrasi SOLO, - Sebuah sedan Honda Civic Nomor Polisi AD 8123 A menabrak tiga sepada motor dan satu sepeda ontel di Jalan Adi Sucipto, Jajar Solo, tepatnya di depan Universitas Sahid Surakarta, Rabu sekitar pukul 10.45 WIB, mengakibatkan lima korban tewas.

Kelima korban tewas adalah Dwi Retno Purnomo (28) warga Ngadirejo Wonogiri, Sindu Wiranata (22) warga Debegan, Mojosongo RT 2/5 Solo, Agil Bayu Wicaksono (20) warga Kauman Widodadi Ngawi Jatim, Tyas Wirayuda dan Ayu Lestari, keduanya karyawan Batavia Air di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta.

Tiga korban tewas di lokasi kejadian adalah Agil Bayu Wicaksono, Tyas Wirayuda dan Ayu Lestari. Jenazah ketiganya langsung dibawa ke Rumah Sakit DR. Moewardi. Sedangkan dua korban tewas lainnya, Dwi Retno Purnomo (28) dan Sindu Wiranata (22) -pengemudi sedan Honda Civic- tewas dalam perawatan di rumah sakit. Sementara, pengendara sepeda ontel, Dani, warga Sawahan, Ngempak, Boyolali hanya mengalami luka kecil dan dilarikan ke RS Panti Waluyo Solo.

Menurut saksi Gunawan (46), warga setempat yang melihat saat kejadian, mobil sedan Civic warna metalik yang dikemudikan oleh Sindu Wiranata melaju kencang dari arah barat atau Colomadu menuju Solo. Sekitar 100 meter dari tempat kejadian, tiba-tiba terdengar suara rem dan lantas mobil berputar putar menabrak tiga sepada motor dari arah timur (Solo).

Setelah sedan menabrak tiga sepeda motor dan satu sepeda ontel, terlihat empat korban tergelak di jalan dan satu terjepit di mobilnya. Kondisi jalan sepi, kala itu. Pengemudi sedan pun sempat terjepit di kap mobilnya dan tiga orang diduga pengendara sepeda motor meninggal di lokasi kejadian. 
sumber : www.kompas.com

Kembali Menanti Gerhana Bulan Total di Penghujung 2011

Bandung - Kondisi cuaca dan langit di Kota Bandung sepertinya kurang bersahabat dalam pemantauan Gerhana Bulan Total kali ini. Hanya sesekali dan sebentar saja fenomena alam itu bisa dilihat. Padahal proses Gerhana Bulan kali ini terbilang cukup lama yaitu lebih dari 4 jam.

Namun tak usah khawatir, pada Desember 2011, Gerhana Bulan seperti ini akan bisa disaksikan lagi, dengan catatan kondisi cuaca yang cerah dan langit yang bersih.

Hal itu diungkapkan Direktur Observatorium Bosscha Hakim L Malasan saat berbincang di area Bosscha, Kamis (16/6/2011) dini hari.

"Kalau tidak bisa lihat gerhana bulan kali ini, bisa tunggu sampai Desember," ujar Hakim .

Perbedaannya dengan Gerhana Bulan Total dini hari tadi, gerhana bulan pada Desember mendatang akan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kalau gerhana yang ini kan terjadi pas kebanyakan orang sedang tidur. Kalau pada bulan Desember nanti terjadi saat masih beraktivitas, yaitu setelah Maghrib," katanya.

Namun proses gerhana bulan pada desember nanti total waktunya tidak akan selama proses gerhana dini hari tadi.

"Kalau yang Juni ini prosesnya lama sekali, seluruh prosesnya mencapai 4 jam dengan masa puncak sekitar 2 jam. Kalau yang desember mungkin prosesnya saja kurang dari 2 jam," katanya.

Ia pun tak bisa memastikan, bahkan cenderung pesimis dengan cuaca pada saat gerhana bulan terjadi pada Desember nanti. "Kalau dari waktu, sebenarnya gerhana pada bulan Juni ini dinilai baik karena terjadi pada musim kemarau dimana cuaca diprediksi bagus. Tapi kalau Desember itu musim hujan. Tapi kan cuaca sulit ditebak," tutur Hakim.

Seerti halnya kondisi cuaca saat gerhana bulan total terjadi, di wilayah Bandung dan sekitarnya langit berawan. Selain itu di area Bosscha kabut pun turun selama proses gerhana.

Pemantauan proses gerhana bulan pun sepertinya jadi kurang optimal.


(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pemilik Peluru Ternyata Bukan 'Teroris'

K6-11 Polisi memasang rumah yang dikontrak Sunarno (Handoko) di Pedukuhan Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Dari dalam rumah ini Polisi menyita sejumlah peluru. BANTUL, - Kepala Polres Bantul AKBP Sri Suari menyatakan, Sunarno, pemilik peluru aktif warga Pedukuhan Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, bukan merupakan anggota organisasi tertentu yang dilarang pemerintah. Menurut Sri Suari, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, peluru-peluru yang disita dari rumah Sunarno adalah jenis peluru hampa. Dari sebanyak 17 butir peluru, 10 dinyatakan sudah meledak, dan tujuh masih utuh. Dari peluru yang masih utuh 3 sudah pernah dicoba diledakkan tapi gagal, dan 4 peluru masih utuh dan aktif. "Awalnya kita menduga itu peluru aktif sesuai info, ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan kami peluru itu peluru hampa," kata AKBP Sri Suari, Rabu (15/6/2011). Belum diketemukan adanya indikasi bahwa pemiliknya mempunyai motif  atau keterkaitan dengan kegiatan organisasi tertentu yang menyimpang. Kepemilikan peluru ini murni hanya ketertarikan Sunarno saat menghadiri acara pelantikan saudaranya menjadi anggota TNI di pantai Cilacap. "Yang bersangkutan memungut peluru-peluru yang berserakan kemudian dibawa pulang dan disimpan sejak bulan Juni 2010 lalu," jelas Sri Suari. Polisi mengetahui Sunarno memiliki peluru-peluru tersebut dari laporan warga yang melihat saat akan dijual ke pedagang rosok dan barang bekas. Bukan mendapatkan uang dari menjual barang tersebut, namun rumah kontrakan Sunarno justru digeledah petugas. Atas hasil pemeriksaan petugas, akhirnya Sunarno dikembalikan ke masyarakat karena yang bersangkutan memang tidak patut dicurigai dan tidak terbukti terkait dengan organisasi yang menyimpang. Melihat kasus ini, warga diimbau supaya jangan mudah tertarik untuk memiliki atau menyimpan benda-benda berbahaya seperti peluru. "Yang jelas ini menjadi pembelajaran untuk kita bersama. Masyarakat juga sudah aktif ketika melihat atau mengetahui barang-barang yang mencurigakan di lingkungan mereka, warga langsung melapor kepada kita," kata Sri Suari.
sumber : www.kompas.com

5 Teropong Pantau Gerhana Bulan di Bosscha

Bandung - Sebanyak 5 buah teropong kecil digunakan untuk memantau proses Gerhana Bulan Total di area Observatorium Bosscha, Kamis (16/6/2011) dini hari.

"Kami menggunakan teropong kecil agar prosesnya yang terlihat. Kalau pakai yang besar terlalu detail, nanti malah melihat kawah di bulan, bukan gerhananya," ujar Chatief Kunjaya, Kepala Pengabdian Masyarakat Observatorium Bosscha.

Pengamatan dilakukan untuk pengumpulan data dan dilakukan oleh sejumlah peneliti.

Ada dua jenis teropong yabg digunakan yaitu teropong jenis reflaktor dan reflektor.Teropong reflaktor mengumpulkan cahaya dengan cara pembiasan sementara reflektor mengumpulkan cahaya dengan bantuan pantulan cahaya.

Teropong yang digunakan antara lain teropong surya, teropong fixen dan teropong william.

Karena kondisi cuaca di Bosscha yang berkabut, beberapa kali lensa teropong ditiupkan dengan pengering rambut.

Gerhana bulan sebagian akan dimulai pada pukul 01.23 WIB hingga pukul 05.02 WIB, dalam rentang waktu itu akan terjadi gerhana bulan total mulai pukul 02.22 WIB sampai pukul 04.03 WIB. Gerhana bulan total ini bisa dilihat dengan mata telanjang di seluruh Indonesia.

Ini merupakan peristiwa yang spektakuler karena proses gerhana memakan waktu yang lama sehingga kita bisa memantaunya dengan leluasa. Bulan nantinya akan ditutup oleh bayangan bumi, yang tadinya bulan berwarna putih akan menjadi hitam kemerahan dan itu berlangsung cukup lama.


(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Ulama dan Kekuasaan

Ulama dan Kekuasaan

Oleh Rony Subayu SQ

Dalam sebuah kitab yang cukup masyhur di dunia tasawuf, Kasyful Mahjub, diceritakan bahwa suatu ketika Khalifah al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah mengundang empat ulama besar ahli fikih untuk datang ke istananya. Mereka adalah Abu Hanifah, Sufyan al-Tsauri, Mis`ar bin Qidam, dan Syuraih.

Sang Khalifah bermaksud mengangkat mereka menjadi hakim agung kerajaan (Qadhi), sebuah jabatan yang sangat strategis lagi menggiurkan. Namun, keempat ulama besar itu sepakat menolak permintaan Khalifah al-Mansur. Sufyan al-Tsauri memilih melarikan diri ke sebuah pelabuhan dan bersembunyi di bawah kapal yang hendak berlayar, sementara yang lain berangkat menuju istana untuk menyampaikan penolakan.

Sesampainya di istana, sang Khalifah menunjuk Abu Hanifah untuk menjadi hakim agung, namun ia berusaha mengelak dengan mengatakan, "Wahai Amirul Mukminin, aku bukanlah orang Arab melainkan sahabat orang-orang Arab. Pemimpin Arab tidak akan menerima keputusan hakim agung seperti aku."

Khalifah pun menerima keberatan Abu Hanifah dan memanggil Mis`ar bin Qidam untuk tampil ke muka. "Engkaulah yang harus menjadi hakim agung," tunjuk Khalifah al-Mansur. Namun, Mis`ar menaggapinya dengan berpura-pura bertingkah laku seperti orang gila. "Keluarkan orang ini (Mis`ar--Red), ia sudah gila!" teriak Khalifah al-Mansur.

Tinggallah seorang ulama lagi, Syuraih pun dititahkan untuk mengisi kekosongan jabatan Qadhi. Syuraih mengajukan keberatan yang sama seperti dilakukan oleh dua ulama sebelumnya. Syuraih berkata, "Wahai Khalifah, aku ini mudah bersedih dan gemar melucu, padahal orang yang penyedih dan suka bercanda tidak layak menjadi hakim." Namun demikian, penolakan Syuraih itu tak diterima oleh Khalifah al-Mansur. Sebaliknya, oleh khalifah, Syuraih didaulat memegang tampuk kehakiman, sebab tak ada lagi ulama yang sangat berkompeten untuk memegang jabatan tersebut. Sementara, ulama lainnya sudah menyatakan penolakannya atas jabatan hakim agung itu.

Kisah yang terjadi pada masa keemasan Islam ini mencerminkan keteguhan ulama dalam memegang prinsip untuk tidak tergoda oleh manisnya kekuasaan. Bagi mereka, kekuasaan merupakan momok yang sangat menakutkan. Karena, hal itu berpotensi mempersempit ruang gerak dan independensi sang ulama. Selain itu, jabatan sebagai hakim itu sangat berat, karena merupakan amanat yang mahaberat dan dapat memalingkan mereka dari ibadah kepada Allah SWT. Karenanya, alih-alih memperebutkan jabatan, para ulama justru berusaha menghindari segala macam bentuk kekuasaan dan godaan duniawi dari diri mereka. Mereka senantiasa menghindarinya dengan berbagai cara.

Berbeda dengan kondisi saat ini, banyak orang termasuk para ulama malah beramai-ramai mendekati kekuasaan, bahkan menggalang kekuatan untuk meraihnya. Akibatnya, ulama tidak lagi membimbing dan mengayomi umat, tetapi memanfaatkannya sebagai pelicin menuju kursi kekuasaan. Alangkah rindunya kita akan kehadiran para ulama seperti Abu Hanifah yang mempertahankan integritas dan kepribadiannya serta sanggup menolak jabatan, setinggi apa pun kekuasaan itu. Kita merindukan ulama yang memilih kesucian hati ketimbang keindahan rumahnya.


sumber : www.republika.co.id

SITEMAP

Tempat-Tempat Wisata

Wisata Kuliner

Hotel dan Penginapan Bandung
Tokoh Dan Sejarah

Artikel

FPSBN Akan Sampaikan Pernyataan Sikap ke Komite Normalisasi

Bandung - Forum Peduli Sepakbola Nasional (FPSBN) akan menyampaikan enam seruan atau pernyataan sikapnya ke Komite Normalisasi (KN) agar bisa disampaikan ke seluruh peserta Kongres PSSI. Dengan cara seperti itu, diharapkan pesan FPSBN bisa sampai ke pihak-pihak terkait.

"Selain menyampaikan pernyataan kami ke PSSI Jabar, kami juga akan sampaikan ke KN dan panitia Kongres untuk disampaikan kembali pada yang lain," ujar Juru Bicara FPSBN Tatang Farhanul Hakim.

Hal itu dikemukakan Tatang dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (15/6/2011).

Intinya, kata Tatang, pernyataan sikap yang disampaikan meminta agar semua pihak introspeksi dan tidak saling memaksakan kehendak. Sebab hal itu sangat terlihat jelas selama konflik PSSI yang berlarut-larut.

"Semua yang sedang perang memperebutkan kursi harus instrospeksi. Dan kita berharap melalui Kongres nanti terjadi mufakat dan bisa membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih profesional," tuturnya.

Disinggung optimisme FPSBN bahwa pernyataan sikapnya akan didengar pihak terkait, Tatang hanya berharap. "Insya Allah, mudah-mudahan akan didengar," kata Tatang yang juga Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Tasikmalaya itu.

Berikut enam pernyataan sikap FPSBN:
1. Jadikan Kongres PSSI sebagai momentum kebangkitan sepakbola nasional
2. Kepada semua pihak yang terkait langsung atau tidak dalam proses pemilihan ketum PSSI hendaknya menahan diri dan ambisi pribadi
3. Kepada mereka yang tengah terlibat dalam konflik perseteruan untuk memperebutkan kursi dan posisi di tubuh PSSI, sebaiknya saling berintrospeksi
4. Kepada siapapun yang gigih memaksakan kehendak diri atau kelompok, melalui seruan ini kami ingatkan sikap tersebut tidak terpuji dan jadi contoh buruk pada masyarakat
5. Demi kepentingan sepakbola, kami berharap PSSI tidak dipimpin oleh sosok yang tidak memiliki kepentingan politik atau jadi alat kepentingan politik bagi kelompok tertentu
6. Kisruh dan konflik di PSSI dikhawatirkan menutup peluang klub di Divisi I dan II untuk berkembang dan maju ke jenjang liga yang lebih tinggi lagi

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Warga Semarang Shalat Gerhana

SHUTTERSTOCK Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan. SEMARANG, - Menyambut terjadinya gerhana bulan secara total pada pukul 02.22, Kamis (16/5/2011) dini hari, umat Islam di Kota Semarang, Jawa Tengah, akan melaksanakan shalat sunah gerhana bulan. Shalat sunah gerhana bulan akan berlangsung di sejumlah mesjid besar di Kota Semarang, seperti Mesjid Baiturrahman, Simpang Lima, Mesjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah, Mesjid Besar Kauman di Johar, dan sejumlah mesjid lainnya. Sekretaris Badan Pengelola Mesjid Agung Jawa Tengah, Agus Fathuddin Yusuf, Rabu (15/6/2011) sekitar pukul 22.00, mengatakan,  pihaknya akan menggelar shalat sunah gerhana bulan di Mesjid Agung Jawa Tengah  sekitar pukul 00.00. Penyelenggaraan shalat sunah itu akan diikuti ratusan Muslim di Semarang dan sekitarnya. Setelah shalat sunah akan dilanjutkan dengan para jamaah mendengarkan khotbah terkait dengan fenomena alam gerhana bulan. Pihaknya juga mengimbau supaya pelaksanaan shlat sunah diikuti umat Muslim yang rumahnya dekat dengan mesjid. Kegiatan serupa juga akan digelar di Mesjid Baitussalam, Kedungmundu, Tembalang. Menurut jamaah di mesjid ini, Misbach, shalat sunah menyambut gerhana bulan akan berlangsung pukul 03.00. Sejumlah warga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menyatakan tertarik untuk menyaksikan gerhana bulan total yang jarang terjadi itu. Kalau perlu, mereka siap begadang di pos siskamling atau di balai warga, bersama-sama warga lain sambil menikmati siaran televisi yang menyiarkan terjadinya gerhana bulan."Kami juga ingin menyaksikan apakah gerhana bulan total itu, benar-benar semakin membuat suasana malam betul-betul gelap gulita. Kabarnya, malah bulan yang kena gerhana itu warnanya memerah," ujar Bustami, warga Kedungmundu, Semarang. 
sumber : www.kompas.com

Hilton," Saya Siap Cetak Gol Lagi"

Hilton," Saya Siap Cetak Gol Lagi"

Gelandang asal Brasil Hilton Mauro Moreira bertekad menjaga tradisinya yang selalu bisa mencetak gol ke gawang Persela Lamongan seperti dalam dua pertemuanya dengan PERSIB di Bandung. Meskipun demikian, dalam pertemuan kali ini yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreng, Kab. Bandung, Kamis (16/6), Hilton tetap menomorsatukan kemenangan PERSIB, tanpa peduli siapa yang mencetak gol.

"Ya, sekarang pun saya akan berusaha mencetak gol lagi ke gawang Persela. Tapi, yang terpenting sekarang, PERSIB bisa menang," kata Hilton usai sesi latihan pagi di Stadion Persib, Rabu (15/6). Seperti diketahui, dalam dua jamuan terakhirnya di Liga Super Indonesia (LSI), PERSIB selalu mencatat kemenangan dengan skor 5-2 (2008-2009) dan 2-0 (2009-2010). Dalam dua pertemuan tersebut, Hilton mencetak tiga gol, termasuk gol cepatnya ketika pertandingan baru berjalan 25 detik pada pertemuan pertama di Stadion Siliwangi.***




sumber : persib.co.id

Wednesday, June 15, 2011

Panorama Alam Situ Ciburuy

Situ Ciburuy adalah danau alami yang cukup terkenal di kalangan wisatawan nusantara – bahkan sudah diangkat sebagai tema lagu tradisional Sunda. Keindahan situ ciburuy karna adanya sebuah pulau ditengahnya. Terletak tidak jauh dari Kota Padalarang, di sebelah barat Kota Bandung, danau ini menjadi tempat favorit bagi banyak penggemar rekreasi danau. Anda dapat berperahu di sini sambil menikmati panorama perbukitan sekitar dalam kenyamanan jangkauan jarak dan akses dari Kota Bandung.
Ciburuy there is a natural lake which is quite popular among tourists - even the theme song has been appointed as a traditional Sundanese. The beauty of it ciburuy because of an island in the middle. Located not far from the city of Padalarang, west of Bandung, the lake is a favorite place for many fans of recreational lakes. You can boat here while enjoying panoramic views of surrounding hills in the distance range of convenience and access of the city of Bandung.
Glance History Situ Ciburuy
Ciburuy situ at the beginning was the two small rivers which ends meet in the Village Ciburuy. In 1918, the location of the second meeting of the dammed river. Then the water is set to irrigate the rice fields of the village. Eventually, the higher the dam the water and inundate an area of ​​14.76 ha. But the highest ground in the middle of the lake is not stagnant, which then form a tiny island. Then gave him the name of the local Citizens Ciburuy Situ. It means the lake, while Ciburuy is the name of the village.

Sekilas Sejarah Situ Ciburuy
Situ Ciburuy pada mulanya adalah dua buah sungai kecil yang ujungnya bertemu di Desa Ciburuy. Tahun 1918, lokasi pertemuan kedua sungai itu dibendung. Lalu airnya diatur untuk mengairi sawah-sawah desa. Lama kelamaan, bendungan ini airnya makin tinggi dan menggenangi wilayah seluas 14.76 ha. Tapi tanah tertinggi di tengah-tengah danau tidak tergenang, yang kemudian membentuk sebuah pulau mungil. Mayarakat setempat lantas memberinya nama Situ Ciburuy. Situ artinya danau, sedangkan Ciburuy adalah nama Desa.

Alamat: Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung
Arah: 22 km arah barat Kota Bandung (sisi jalan raya Bandung-Jakarta via Padalarang)
Fasilitas: perahu, kios makanan & cinderamata, toilet


Lyric Lagu Bubuy Bulan

Bubuy bulan bubuy bulan sangray bentang
Panon poe panon poe di sasate
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
Unggal poe unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing
Nyeredet hate ningali Ngeplak caina
Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing
Nyeredet hate ningali sorot socana

Bubuy bulan bubuy bulan sangray bentang
Panon poe panon poe di sasate
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
Unggal poe unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing
Nyeredet hate ningali Ngeplak caina
Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing
Nyeredet hate ningali sorot socana

Bubuy bulan bubuy bulan sangray bentang
Panon poe panon poe di sasate
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
Unggal poe unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing
Nyeredet hate ningali Ngeplak caina
Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing
Nyeredet hate ningali sorot socana

Bubuy bulan bubuy bulan sangray bentang
Panon poe panon poe di sasate
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
Unggal poe unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing
Nyeredet hate ningali Ngeplak caina
Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing
Nyeredet hate ningali sorot socana

Persela Targetkan Seri di Kandang Persib

Bandung - Persela Lamongan menargetkan hasil imbang saat dijamu Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (16/6/2011), dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI). Sebab, Persela terancam kehilangan sejumlah pilar pentingnya di laga besok.

"Persib punya materi pemain di atas rata-rata. Tapi kita tetap targetkan tidak kehilangan poin di sini," kata pelatih Persela Subangkit saat dihubungi wartawan, Rabu (15/6/2011).

Dijelaskan Subangkit, dua pilar tim mengalami cedera, yakni Ridouane Barkawi dan Hendro Siswanto. "Barkawi enggak dibawa karena hidungnya patah. Hendro juga masih cedera, tapi mudah-mudahan besok bisa dimainkan," ungkapnya.

Disinggung pemain Persib yang harus diwaspadai, Subangkit menyebut beberapa nama handal di kubu Maung Bandung. "Kita waspadai lini depan mereka. Di sana ada Christian Gonzales, Matsunaga, sama Hilton Moriera. Bahkan ada Radovic yang unggul dalam mengeksekusi bola mati," jelasnya.

Subangkit menambahkan, melawan Persib memang bukan perkara mudah. "Tapi kita ingin tetap berusaha untuk memperbaiki peringkat di klasemen," pungkasnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Bocah SD Tenggelam di Pantai Bugel

k5-11 Seorang warga melakukan pencarian korban menggunakan cara alternatif, dengan membuang ayam ke tengah laut. KULONPROGO, - Bambang Prasetyo (8), Warga Pedukuhan III Bugel, Kecamatan panjatan Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (15/6/2011) petang tenggelam di Pantai Bugel, Panjatan, Kulonprogo. Hingga kini jasad pelajar kelas satu SD Bugel ini belum berhasil ditemukan. Tim SAR bersama dengan keluarga masih melakukan pencarian. Korban tenggelam ketika sedang mandi bersama dua rekannya.  Ketiga pelajar SD ini datang ke pantai dan langsung mandi tanpa mengindahkan larangan mandi. Ombak yang sedikit tenang membuat ketiganya lengah. Akibatnya mereka terbuai dan Bambang hilang dan terseret gelombang besar. "Saya tahu ada anak tenggelam, ketika dua rekannya berteriak minta tolong," tutur Wasis, warga sekitar. Upaya pencarian dilakukan dengan menebar jaring di bibir pantai. Hanya saja upaya ini belum membuahkan hasil. Upaya pencarian menggunakan cara alternatif pun sudah dilakukan. Hingga kini, keluarga bersama dengan tim SAR dan dibantu warga sekitar masih melakukan penyisiran.
sumber : www.kompas.com

Persib Bentuk Tim Kecil untuk Rekomendasikan Pemain

Bandung - Persib membentuk tim kecil untuk merekomendasikan pemain yang layak dipertahankan di musim depan. Tim itu beranggotakan empat orang yaitu Umuh Muchtar, Zainuri Hasyim, Kuswara, dan pelatih Daniel Roekito.

"Saya sama yang lain ditunjuk PT PBB jadi tim seleksi," kata Manajer Persib Umuh Muchtar kepada wartawan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Rabu (15/6/2011).

Menurutnya, tim akan langsung melakukan evaluasi pasca Liga Super Indonesia (LSI) berakhir. Sementara di dua laga sisa, para pemain masih dalam tahap pemantauan.

"Siapa yang akan dipertahankan atau tidak. Nanti lah setelah kompetisi berakhir. Kalau sekarang tidak etia diumumkan," jelas Umuh.

Disinggung soal jabatannya, Umuh mengaku di musim depan diberi sinyal akan tetap menjabat manajer. "Kalau secara lisan katanya saya jadi manajer lagi musim depan," ungkapnya.

Umuh mengaku siap kembali mengemban jabatan itu. "Selama saya mampu dan dipercaya, saya siap jadi manajer lagi," tandasnya.




(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

13 Daerah di Jatim Kampanye Makan Ikan

MALANG, — Sebanyak 13 daerah di Provinsi Jawa Timur dikukuhkan sebagai daerah yang siap mengampanyekan gerakan memasyarakatkan makan ikan di daerahnya masing-masing. Daerah yang dikukuhkan sebagai pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan atau Forikan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kabupaten Malang, Probolinggo, Pacitan, Blitar, Bondowoso, Lumajang, Pasuruan, Nganjuk, Madiun, dan Mangetan.Pengukuhan tersebut dilakukan di Gedung Kartini, Kota Malang, Rabu (16/6/2011), dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan  Kementerian Keluatan dan Perikanan Victor PH Nikijuluw, Nina Soekarwo (istri Gubernur Jawa Timur Soekarwo), dan perwakilan dari 13 daerah yang dikukuhkan.Menurut Nikijuluw, secara nasional target konsumsi ikan 31,40 kilogram (kg) per kapita per tahun. "Saat ini, Indonesia masih di bawah target tersebut. Sejak 2010 baru mencapai 30,47 kg per kapita per tahun. Penyebab rendahnya,  konsumsi ikan masih belum merata di seluruh Nusantara," katanya.Daerah di Jawa Timur masih termasuk tertinggi di Indonesia, yakni 19,7 persen dari yang ditargetkan. "Yang paling terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, beberapa bulan ini sudah mulai ada peningkatan," kata Nikijuluw.Pada 2008 konsumsi ikan di Jawa Timur masih  16,34 kg per kapita per tahun. Penyebabnya, saat itu masih belum ada pemerataan di wilayah-wilayah. Misalnya, daerah yang minim adalah Kabupaten Blitar yang saat ini baru mencapai 9,56 kg, Kabupaten Nganjuk 9,41 kg, Kabupaten Mangetan 5,97 kg.Melihat kondisi demikian, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengukuhkan 13 daerah di Jawa Timur agar menggalakkan kampanye gemar makan ikan, terutama bagi perempuan hamil dan anak-anak. "Dalam waktu dekat, kami akan mengumpulkan 500 ibu hamil di Jakarta untuk serentak makan ikan," ujarnya.Selain melalui gerakan Forikan itu, katanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan siap membuka pasar ikan di setiap desa dan membentuk kelompok budidaya ikan. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang, dan masing-masing kelompok akan menerima dana Rp 100 juta.Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur Kardani, daerah yang hampir memenuhi target konsumsi ikan di Jawa Timur adalah Madura. "Selain memang dekat dengan laut, makan ikan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Madura," katanya.Di wilayah Malang, yang terendah konsumsi ikannya adalah Kota Batu. "Selain tak memiliki laut, kampanye gemar makan ikan juga masih kurang," ujarnya.
sumber : www.kompas.com

Intip Trans Studio Bandung Yuk!

Bandung - Arena rekreasi Trans Studio Bandung di Bandung Super Mal (BSM) memang baru dibuka untuk umum pada Sabtu (18/6/2011). Namun tak ada salahnya kita intip dulu ada apa saja dan seperti apa wahana di dalamnya.

Pantauan detikbandung, di area Trans Studio masih begitu sibuk dengan berbagai persiapan soft opening. Mulai dari pemasangan berbagai latihan pertunjukkan, uji coba antrean dan berbagai aktivitas finishing lainnya.

"Kalau diprosentase, persiapan kami sudah 95 persen. Hanya tinggal bersih-bersih, uji coba barisan dan latihan untuk show," ujar Direktur Operasional Trans Studio Bandung Claudia Ingkiriwang saat berbincang dengan detikbandung di area Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, Rabu (15/6/2011).

Suasana di dalam area Trans Studio terlihat mengadaptasi Universal Studio di Singapore. Desain bangunan dan pembagian zona wilayahnya pun terasa mirip, hanya saja dalam versi yang lebih kecil dan juga indoor.

Luas area Trans Studio mencapai 4,4 hektar, di mana terdapat tiga zona dan 20 wahana permainan yang bisa dinikmati bersama teman atau keluarga. Namun ada 3 wahana yang belum bisa dinikmati oleh pengunjung, yaitu Science Center, Superhero 4D, dan Special Effect Action. Tiga zona yang ada yaitu Studio Central, Lost City dan Magic Corner. Zona Studio Central didesain ala Hollywood dan New York di era tahun 50an.

"Wahana yang ada sudah diuji coba seluruhnya. Aman untuk dinikmati oleh pengunjung," kata Claudia.

Ini dia, kami berikan bocoran wahana yang ada di Trans Studio Bandung. Siapa tahu Anda tertarik mengajak putra putri Anda menghabiskan liburan sekolah di sana.

- Yamaha Racing Coaster. Bersiap pacu adrenalin dengan launch coaster tercepat di dunia. Dengan kecepatan 120 km per jam dalam 3.5 detik pertama ke ketinggian 50 meter. Wahana ini baru ada 3 di dunia, 2 di antaranya di Amerika Serikat dan 1 lagi hanya ada di sini.

- Trans Car Racing. Track balap sepanjang 1 kilometer dengan kecepatan maksimum 40 km per jam. Pengunjung akan merasakan pengalaman mengendarai mobil yang sesungguhnya.

- Jelajah. Petualangan menyusuri sungai lalu masuk ke pedalaman hutan Afrika bertemu binatang buas dan suku pedalaman kemudian jatuh dari air terjun dari ketinggian 13 meter

- Giant Swing. Ayunan pendulum raksasa pertama di Indonesia. Di Wahana ini anda akan ditantang berada di ketinggian 18 meter diputar, diayun secara menegangkan

- Vertigo. Kincir raksasa pertama di dalam ruangan yang berputar 360 derajat di ketinggian.

- Negeri Raksasa. Siap-siap jatuh dari atas puncak menara setinggi 20 meter.

- Dunia Lain. Rumah hantu dengan berbagai hantu yang melegenda di Bandung.

- Kong Climb. Mendaki dinding dan curi permata yang dijaga di puncak tebing. Hati–hati dengan kingkong yang marah!

- Trans City Theatre. Menyaksikan pertunjukkan setara Brodway.

- Si Bolang Adventure. Petualangan berkeliling seluruh propinsi Indonesia bersama si Bolang.

Harga tiket untuk masuk Trans Studio Bandung ini Rp 150 ribu pada Senin hingga Jumat, Rp 200 ribu pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Seharian di area Trans Studio juga boleh. Karena fasilitas toilet, mushola dan tempat makan lengkap tersedia.




(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Jasad Bayi Ditemukan di Kantong Plastik

K4-11 Penemuan mayat bayi dalam tas plastik di bawah jembatan Kali Penthung Kecamatan Patuk, usai diperiksa tim medis, Rabu (15/6/2011) pagi. GUNUNGKIDUL, - Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, ditemukan di bawah jembatan Kali Pentung, jalur Yogyakarta-Wonosari, tepatnya di Dusun Karangsari, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (15/6/2011) pagi. Mayat bayi yang masih lengkap dengan ari-ari dan tali pusarnya tersebut, awalnya ditemukan Suatminah (30), warga setempat yang hendak mencuci pakaian di bawah jembatan Kali Penthung. Saat ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki ini, dalam kondisi mengenaskan. Selain pada bagian kepala sudah hancur yang dimungkinkan terbentur batu saat dilempar ke sungai, tubuh bayi malang ini juga sudah dipenuhi belatung. Diperkirakan bayi ini merupakan hasil hubungan gelap, dan oleh ibunya dibuang ke bawah jembatan sejak 3 hari yang lalu. Salah satu saksi, Suatminah (30) mengatakan, bungkusan plastik berwarna hitam tersebut, sudah diketahuinya sejak tiga hari yang lalu. Baru saat akan mencuci pakaian di kali bawah jembatan, ia mencium bau busuk yang menyengat. "Saya kawatir akan mengotori air yang akan digunakan untuk mencuci pakaian, kemudian saya memindahkan bungkusan plastik tersebut ke lokasi lain. Karena penasaran, saya buka tas plastik tersebut dan ternyata berisi mayat bayi, lengkap dengan ari-ari dan tali pusarnya," kata Suatminah. Tersiarnya kabar ditemukannya mayat bayi ini, spontan menjadi tontonan warga yang kebetulan melintas. Sampai saat ini belum diketahui siapa ibu yang tega membuang bayinya di bawah jembatan ini. Usai dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, dan olah TKP dari kepolisian mayat bayi tersebut dikirim ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta, untuk dilakukan otopsi.
sumber : www.kompas.com

Muslim-Yahudi Kompak Kampanyekan Manfaat Sunat Bagi Pencegahan HIV/AIDS

Muslim-Yahudi Kompak Kampanyekan Manfaat Sunat Bagi Pencegahan HIV/AIDS

REPUBLIKA, JOHANNESSBURG - Delegasi yang terdiri dari puluhan warga Yahudi dan Muslim akan bersama-sama melakukan kampanye penanggulangan HIV/AIDS di Afrika Selatan. Salah satu materi kampanye, adalah anjuran bersunat yang bermanfaat menjaga alat kelamin agar ridak dijadikan tempat bersembunyi kuman berbahaya, demikian Harian Israeli Ma'ariv melaporkan.

Sunat, yang dikenal dengan istilah 'Brit Milla' di Hebrew, adalah ritual dalam agama Yahudi sesuai aturan Perjanjian Lama. Sunat dalam agama Yahudi dilakukan di hari kedelapan seorang bayi laki-laki terlahir ke dunia.

Dalam Islam, sunat juga merupakan tuntunan agama. Dilakukan pada anak laki-laki sebelum dia menginjak akil balig.

Sejumlah studi menyebutkan manfaat medis sunat. Studi terbaru menyebutkan, Beberapa penelitian medis yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah sunat yang dilakukan segera setelah lahir secara dramatis mengurangi kemungkinan tertular virus AIDS melalui kontak seksual yang tidak aman setelah dewasa, serta menurunkan kemungkinan tertular penyakit lainnya.

Pada tahun 2008, sebuah grup terdiri dari delapan organisasi medis termasuk  Jerusalem AIDS Project, meluncurkan apa yang dinamakan Abraham Operation, untuk membantu menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di Afrika. Di benua ini, tingkat kematian akibat virus yang menyerang kekebalan tubuh ini sangat tinggi.

Kedatangan rombongan delegasi Muslim dan Yahudi asal Israel ini selain mengkampanyekan sunat, juga akan memberi pelatihan pada bidan dan dukun untuk melakukan sunat secara aman bagi bayi. Mereka akan menfokuskan kampanye mereka di lingkungan suku Zulu.

Hukum Afrika Selatan yang mengizinkan sunat bagi bayi. Karenanya, dalam konferensi di Durban beberapa bulan mendatang, tim Muslim-Yahudi juga akan melakukan advokasi agar aturan itu dicabut.


sumber : www.republika.co.id

Herman Cain Kembali Berkoar: Siapapun Dia, Muslim Berusaha untuk Membunuh Orang Amerika

Herman Cain Kembali Berkoar: Siapapun Dia, Muslim Berusaha untuk Membunuh Orang Amerika

REPUBLIKA, WASHINGTON - Kandidat konvensi presiden Partai Republik, Herman Cain, kembali mengulangi pernyataan kebenciannya atas kaum Muslim. Sebelum memulai debat partai Republik yang digelar CNN di  New Hampshire, ia menyatakan tak bakal menolerir siapapun yang mencoba membawa syariat Islam ke AS.

Ia juga menyatakan berdasar pengamatannya, Muslim berniat mencelakai Amerika. "Siapapun Muslim, apakah yang cinta damai atau yang militan, mereka akan mencoba membunuh kita," katanya.

Sebelumnya, ia telah bersumpah bila menjadi presiden, akan membuat Muslim AS membuktikan kesetiaan kepada Konstitusi Amerika Serikat sebelum mengangkat mereka dalam pemerintahan. Ia menyatakan hal itu hanya berlaku untuk Muslim, tidak bagi pemeluk agama lain.

Mantan CEO Godfather's Pizza ini membantah bahwa tes yang diusulkannya adalah bentuk diskriminasi. "Itu bukan diskriminasi. Ini disebut bentuk perlindungan terhadap rakyat Amerika," kata Cain. "Bangsa ini diserang terus menerus oleh orang-orang yang ingin membunuh kita semua, jadi saya akan mengambil tindakan pencegahan ekstra."

Pada bulan Maret, Cain menjadi berita utama ketika ia mengatakan kepada blogger Think Progress bahwa ia akan merasa tidak nyaman menunjuk seorang Muslim sebagai anggota kabinet atau sebagai hakim federal. Dan ketika berbicara di Fox News pada Rabu, ia menyatakan, "Bagian yang berbahaya lebih besar dari kalangan Muslim ketimbang dari agama-agama lain."


sumber : www.republika.co.id

Wapres Kunjungi Gedung Merdeka, Kawasan Alun-alun Macet

Bandung - Kemacetan terjadi kawasan Alun-alun Bandung menuju Jalan Asia Afrika jelang detik-detik kedatangan Wapres Boediono di Gedung Merdeka untuk menghadiri acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Kendaraan terjebak macet karena polisi menutup Jalan Asia-Afrika dari depan Hotel Preanger hingga depan kantor PLN. Tak ayal, kendaraan dari arah Jalan Dewi Sartika atau mulai Kebon Kalapa dan Jalan Dalem Kaum, terkena imbas dan harus rela lajunya tersendat. Begitu pula dari Jalan Tamblong serta kendaraan dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Asia Afrika.

Penutupan Jalan Asia Afrika mulai diberlakukan sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 11.30 WIB, penumpukan kendaraan masih terjadi.

Kendaraan dari Jalan Tamblong yang menuju Alun-alun tidak bisa belok kanan atau ke Jalan Asia Afrika. Arus lalu lintas dialihakan menuju Jalan Lengkong dan belok kanan melalui Jalan Dalem Kaum. Di Jalan Dalem Kaum yang semula satu arah dari arah Jalan Dewi Sartika, kini satu arah dari arah berlawanan.

Sementara kendaraan dari arah Jalan Dewi Sartika tidak bisa lurus menuju Jalan Dalem Kaum ke arah Jalan Lengkong. Kendaraan dari Jalan Dewi Sartika dibelokan ke kiri menuju Jalan Asia Afrika atau kanto BRI. Sejumlah polisi mengatur arus lalu lontas di kawasan tersebut.




(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Kera Liar Serang Anak-anak

K19-11 "Muhammad Rizqi, Balita asal Kabupaten Pasuruan yang mendapatkan perawatan 13 jahitan di kakinya setelah jadi korban gigitan kera liar" (K19-11) PASURUAN,  — Muhammad Rizqi (5), seorang anal balita asal Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban serangan kera liar. Akibat kejadian, kaki kanan Rizqi sobek cukup lebar hingga mendapatkan 13 jahitan, Selasa (14/6/2011).Menurut pengakuan orangtuanya, Khoiron (32), kejadian itu berawal saat Rizqi sedang tidur-tiduran di teras rumah tetangganya. Tiba-tiba seekor kera liar mendatangi dan langsung menerkam kaki kanan Rizqi hingga sobek digigit. "Mendengar jeritan Rizqi, ibunya sempat akan memukul, tapi keranya langsung meloncat ke pepohonan" terang Khoiron.Melihat kaki anaknnya berdarah, Rusmini (31), ibu Rizqi, bergegas membawanya ke Puskesmas Rembang untuk mendapatkan perawatan medis. "Entah apa yang terjadi jika kera liar itu terus dibiarkan menyerang anak saya," kata Rusmini.Keberadaan kera-kera liar di Oro-Oro Ombo ternyata bukan pertama kalinya. Tiga orang lain sebelumnya juga menjadi korban gigitan kera liar.Untuk mengurangi serangan kera, penduduk telah berusaha mengusir dan menangkap hewan-hewan itu. Namun mereka kesulitan karena kera-kera itu sering berpindah-pindah tempat. Bahkan sejumlah penduduk sudah melakukan perburuan massal dengan menggunakan senapan angin, tapi belum berhasil membunuh kera liar itu.Tak hanya itu, Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Hariono (40), juga menggelar sayembara berhadiah Rp 500 ribu jika ada penduduknya yang berhasil menangkap kera penyerang hidup-hidup. "Ya mungkin lewat cara itu, biar warga antusias untuk memburu kera liar yang kerap mengancam anak-anak di sini," ungkapnya.Dari catatan desa setempat dua bulan terakhir, selain Rizqi, ada tiga orang yang sudah menjadi korban gigitan kera liar itu. Mereka adalah Nisa (10) yang mengalami luka gigitan di bagian pahanya, Jumali (37), pedagang sayur keliling, dan Ahmad Efendi (17) luka sobek di bagian kepalanya dengan 20 jahitan. "Ya, semoga saja tak ada korban lagi setelah kejadin ini" harap Hariono.
sumber : www.kompas.com

Dua Pemain Asing Bandung FC Hengkang?

Bandung - Dua pemain asing Bandung FC dikabarkan hengkang ke klub lain pascaberakhirnya putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI). Pemain itu yakni asal Korea Selatan Kim Sang Duk, dan pemain bertahan asal Nigeria Michel Ndubuisi.

Kim dikabarkan berkeinginan mundur dari Bandung FC dan siap merapat ke Tangerang Wolves. Sementara Ndubuisi belum diketahui akan berlabuh ke mana. Namun, kabar itu langsung dibantah CEO Bandung FC M Kusnaeni.

"Tidak ada pemain yang mundur. Malah kita memutuskan kontrak (beberapa pemain lain)," ujar Kusnaeni saat ditemui di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur, Rabu (15/6/2011).

Khusus soal Kim, Kusnaeni membenarkan pemain asal Korea Selatan itu mengutarakan keinginannya hijrah ke Tangerang Wolves.

"Kim memang ingin pindah ke Tangerang Wolves karena di sini dia tidak bisa berkomunikasi. Kalau di Tangerang Wolves ada temannya yang juga asal Korea Selatan," kata pria yang akrab disapa Bung Kus itu.

Bung Kus menjelaskan, Kim sudah melakukan pertemuan dengan pelatih dan manajemen Tangerang Wolves. Bahkan, Tangerang Wolves sudah mengutarakan keinginannya 'mempersunting' eksekutor penalti Bandung FC itu.

"Tapi kita belum bisa putuskan melepas atau mempertahankan Kim. Semua kita serahkan ke pelatih baru. Kalau menurut Budiman (pelatih caretaker Bandung FC - red), Kim masih dibutuhkan tim," jelasnya.

Sementara Ndubuisi, lanjut Bung Kus, sudah meminta izin pada jajaran manajemen dan tim pelatih untuk mengikuti turnamen sepakbola di Aceh.

"Kalau Ndubuisi itu ikut salah satu turnamen di Aceh, bukan mundur. Kita izinkan, yang penting bukan ikut kompetisi dan jangan sampai cedera," terang Bung Kus.

(ors/bbn)


sumber : bandung.detik.com

Rambut Rasulullah SAW Tertinggal di Kerala?

Rambut Rasulullah SAW Tertinggal di Kerala?

REPUBLIKA, KERALA - Dari sejumput rambut, polemik bergulir. Rambut itu diyakini adalah helai-helai rambut milik manusia agung Rasulullah SAW. Dalam kotak kaca, kini tersimpan rapi di India Selatan, tepatnya di kota Kerala.

Dari mana asal rambut itu? Kelompok 'penjaga rambut' meyakini rambut itu berasal dari potongan rambut Rasulullah SAW saat melaksanakan ibadah haji. Beberapa orang yang berhaji bersama beliau memunguti rambut itu, dan menyimpannya secara turun temurun. Salah satunya, adalah leluhur tokoh agama terkemuka Kerala, Shaikh Aboobacker Ahmad.

Menjadi polemik, karena di situs tempat penyimpanan rambut itu, akan dibangun sebuah masjid agung berbiaya jutaan rupee. Sebagian mendukung pembangunan itu, banyak orang menentang.

Mengapa menentang? Mereka tak setuju jika situs itu nantinya dikeramatkan, dan jamaah menjadi syirik. "Mayoritas Muslim di negara telah menentang rencana ini karena terjadi benar-benar bertentangan dengan ajaran Nabi. Tidak ada dalil yang menyebutkan wajib membangun masjid  untuk menjaga rambut Nabi dan tidak ada yang mencoba untuk melakukan bisnis dengan menggunakan rambut suci itu," kata kata MM Akbar, kepala editor bulanan majalah Samwadam Sneha, yang bertujuan untuk menyebarkan pesan Islam di Kerala.

Ia berbicara sebuah konferensi media internasional di Jeddah.


Pimpinan Jamaat-e-Islami Hind, Kerala, Ameer T Arifali, telah memperingatkan umat Islam di Kerala untuk waspada atas rencana untuk membangun sebuah masjid untuk pelestarian rambut Nabi Muhammad di Kozhikode itu. "Hal ini pada dasarnya merupakan upaya untuk melahirkan untuk sebuah kuil baru dalam Islam, yang benar-benar bertentangan dengan prinsip Islam," ujarnya.

Menurutnya, adalah tugas wajib dari gerakan reformis Islam di Kerala untuk mengalahkan upaya untuk membangun sebuah masjid di atas nama Nabi Muhammad. Masjid diproyeksikan bernama Masjid Sha're Mubarak ini akan dibangun megah oleh pengusaha setempat, AP Kanthapuram Abubacker Musliyar.

"Ini bukan waktu untuk mendiskusikan keaslian dan keaslian rambut. Membangun masjid di atas nama Nabi Muhammad bertentangan dengan ajaran dasar Islam, yang melarang semua bentuk fisik keilahian," kata Arifali.



sumber : www.republika.co.id

Agama dan Survei Prematur

Agama dan Survei Prematur

Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar


Pada 1990-an sebuah hasil riset di AS tidak boleh dipublikasikan. Penelitian itu menyimpulkan kecerdasan seseorang berbanding lurus dengan ras. Ras paling cerdas berdasarkan urutan adalah (1) Ras kuning, seperti orang Cina, Jepang, dan Korea. (2) Ras putih, seperti orang kulit putih Amerika dan Eropa. (3) Ras cokelat, seperti orang Arab, India, dan Pakistan. (4) Ras sawo matang, seperti orang Melayu, Thailand, Vietnam, dan Filipina. (5) Ras negroid, yaitu kulit hitam.

Pelarangan publikasi itu disebabkan oleh kesimpulan yang bisa memicu ketegangan etnis di AS. Itu artinya, orang kulit hitam yang hampir separuh di AS tidak pantas menjadi presiden karena berasal dari ras paling tidak cerdas. Kalau saja riset ini dipublikasikan, mungkin Obama tidak akan menjadi presiden AS.

Di Indonesia, sedang marak lembaga-lembaga survei dan yang disurvei pun  bermacam-macam, termasuk kualitas akidah dan tingkat keyakinan seseorang terhadap agamanya. Tidak terbayang, apakah objek yang maharumit ini bisa diukur dengan survei dangkalan. Ironisnya, survei yang luar biasa susahnya ini dipublikasikan sebebas-bebasnya di dalam masyarakat sehingga kadang hasil survei ini membuat orang lain jadi shock, stres, memicu terjadinya kecemburuan, konflik, dan intoleransi.

Survei yang baru-baru ini dipublikasikan menuding meningkatnya populasi garis keras umat Islam secara tajam dan semakin meluasnya intoleransi umat Islam di dalam masyarakat. Respondennya jamaah masjid, komunitas pondok pesantren NU, dan majelis-majelis taklim. Angka-angkanya amat fantastik, sebagaimana bisa diikuti di media internet.
 
Apa betul umat Islam Indonesia sudah lebih radikal? Apa betul kurikulum agama kita sudah sedemikian parah sehingga harus dirombak total? Apa betul para mubaligh dan guru-guru agama kita sudah menjadi penganut Islam garis keras? Apa betul pondok-pondok pesantren dan madrasah sudah terkontaminasi aliran keras sehingga perlu di-rebrain washing? Apa betul orang menjadi teroris dan garis keras itu karena terjemahan Alquran Kementerian Agama yang rusak? Apa kebobrokan Kementerian Agama sudah sedemikian parah sehingga sudah waktunya untuk dibubarkan? Jangan sampai kita tidak sadar menjadi penari latar yang gendangnya ditabuh orang lain.

Hak intelektual setiap orang untuk melakukan survei apa saja. Namun, kewajiban intelektual juga harus diindahkan. Idealnya, setiap survei tidak boleh cacat metodologis, apalagi jika yang disurvei objeknya sensitif. Jangan sampai survei yang dilakukan by order dan by design kelompok tertentu atau hanya untuk mencari perhatian dan keterkenalan. Kita bisa mencari uang, tetapi sebaiknya tidak dengan menjual survei prematur.

Kalau objek survei itu perilaku pasar, konstituen politik, dan objek-objek measurable lainnya, tentu wajar bahkan menjadi ciri masyarakat modern. Akan tetapi, jika yang disurvei persoalan mendasar dan sensitif, seperti menyangkut kepercayaan dan harga diri etnik tertentu, sebaiknya lembaga survei itu berhitung lebih jauh untuk memublikasikan hasil surveinya. Ilmuwan ideal ialah ilmuwan yang arif, yakni tidak semua unek-unek dan hasil temuannya dilempar ke masyarakat.

 


sumber : www.republika.co.id

Pasokan Air Berkurang

SUBANG, - Sejumlah petani di Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan pasokan air yang kurang belakangan ini. Mereka khawatir pertumbuhan tanaman terganggu. Kondisi itu antara lain dialami petani di Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang; serta sebagian Desa Sukatani, Mekarmaya dan Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Menurut Tarip (56), petani di Desa Rancajaya, Selasa (14/6/2011), air tidak sampai di sebagian petak sawah yang posisinya lebih tinggi. Akibatnya, petani terpaksa memompa air dari sungai terdekat untuk menyelamatkan padinya yang kini berumur 30-50 hari. Persoalan yang sama sempat dihadapi sebagian petani di Kecamatan Sukasari, Ciasem, dan Blanakan (Subang). Petani bahkan terpaksa menunda pengolahan sawah dan pemindahan bibit dari persemaian. Selain debit air irigasi yang tak optimal, kerusakan saluran membuat air bocor dalam proses distribusi. Toni (36), petani di Cilamaya Wetan (Karawang), menambahkan, petani di beberapa desa di Cilamaya terganggu jadwal tanamnya karena air kurang memadahi. Bahkan ada sawah yang sudah ditraktor mengering karena air sangat kecil. Sebagian petani menunda penyemaian karena air tak mencukupi. Terkait masalah ini, Dinas Pertanian Subang menyatakan telah memfasilitasi petani ke Perum Jasa Tirta II dan instansi terkait. Menurut Kepala Dinas Pertanian Subang, Djadja Rohadarmadja, debit air diupayakan ditambah untuk persawahan yang sulit dijangkau, serta meningkatkan kapasitas infrastruktur irigasi agar menjangkau lahan yang lebih luas. Selain masalah air, petani juga menghadapi serangan hama meski intensitas dan kerusakannya relatif ringan. Petani di Desa Rancajaya dan Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, misalnya, menghadapi serangan tikus. Di beberapa petak sawah, tinggi padi tak rata dan sebagian rumpun rusak karena serangan tikus. Pada Selasa siang beberapa petani memburu tikus dengan cara mengasapi liangnya menggunakan belerang. Kondisi serupa dialami petani di Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang. Sawah-sawah di sisi luar jalur pantura menjadi sasaran serangan. Selain itu, sebagian sawah juga diserang keong. "Ada gejala serangan penggerek batang, tetapi masih bisa dikendalikan," kata Karman (58), petani penggarap di Mandalawangi. Jaga lingkungan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meminta semua pihak turut menjaga keseimbangan lingkungan, guna menunjang ketersediaan air. Tahun 2011 ini Perserikatan Bangsa Bangsa sudah menetapkan tema Hari Air Sedunia yakni: Water For Cities: R esponding to The Urban Chalenge,  mengajak semua warga dunia mewaspadai pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, konflik horisontal dan bencana alam yang semua itu akan berdampak pada ketersediaan dan keberlanjutan sumber-sumber air.Heryawan mengatakan itu saat memimpin kegiatan Peringatan Hari Air Sedunia ke-19 di Waduk Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Selasa. Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Jabar, Deddi Mulyadi, menambahkan, kegiatan peringatan kali ini diikuti dengan gerakan penghijauan di sekitar kawasan sumber air, seperti di sejumlah waduk. Sekitar 750 .000 pohon dari jenis trembesi, mangga, dan aren, ditanam sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Di samping itu juga ditebar 50.000 benih ikan Nila di Waduk Jatigede. Ini merupakan langkah yang terus menerus dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan, tambah. (dedi muhtadi)       
sumber : www.kompas.com

Tradisi Gol Nova dan Hilton

Tradisi Gol Nova dan Hilton
Setelah dua pertemuan di era Liga Indonesia (LI) berakhir imbang 2-2 (LI) X/2004 dan 0-0 (LI XIII/2007), PERSIB mampu mengalahkan Persela Lamongan dalam dua jamuannya di era Liga Super Indonesia (LSI). Di LSI 2008-2009, PERSIB menghantam tamunya itu dengan skor 5-2 dan 2-0 pada LSI 2009-2010. Dari dua pertemuan di era LSI tersebut, Hilton Mauro Moreira dan Nova Arianto membuat tradisi selalu membobol gawang Persela. Pada LSI 2008-2009, Hilton mencetak dua gol cepat pada detik ke-25 dan menit ke-5 saat mengungguli "Laskar Joko Tingkir" 5-2. Pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Siliwangi Bandung tersebut, Nova juga menyumbangkan satu gol kemenangan di awal babak kedua.

Pada LSI 2009-2010, Hilton dan Nova kembali menjadi sosok penting di balik kemenangan 2-0 atas Persela. Kali ini, Nova yang membuka keunggulan melalui golnya pada menit ke-5. Hilton menggenapkan keunggulan PERSIB lewat gol yang dicetaknya pada menit 60.***

sumber : persib.co.id

Tuesday, June 14, 2011

Rekayasa Jalur di Jalan Gatsu Tak Pengaruhi Pendapatan Angkot

Bandung - Kobanter Baru Kota Bandung menyebut rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) tidak berpengaruh signifikan baik bagi penumpang maupun pendapatan sopir angkot. Akibat rekayasa, ada dua trayek yang terkena imbas yakni angkot Cicaheum-Cicadas, dan Kalapa-Cicaheum via Binong.

"Perubahan rute angkot tidak berdampak terlalu besar," kata Dadang, perwakilan Kobanter dalam konferensi pers di Bandung Food Festival, Jalan Sumatera, Selasa (14/6/2011).

Dijelaskannya, total armada untuk dua trayek itu mencapai 600 unit. Meski awalnya sempat bingung, Dadang mengaku pengusaha dan sopir angkot akhirnya paham.

"Setelahh dijelaskan Pak Kasat Lantas (AKBP Sambodo Purnomo), kami paham. Kami sudah diberi penjelasan dan sosialisasi," jelasnya.

Sementara menurut Ketua Organda Kota Bandung Neneng Djuradah, pihaknya akan memaksimalkan waktu beberapa hari ini untuk melakukan sosialisasi kepada sopir angkot.

"Kita sudah lakukan sosialisasi ke para sopir angkot. Nanti kita sosialisasikan lagi khawatir masih ada yang belum tahu," tuturnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Siswa Miskin Dimitai Biaya Rp 2 Juta

MALANG, - Slogan sekolah gratis hanya isapan jempol belaka. Saat penerimaan siswa baru (PSB) di Malang, Jawa Timur, siswa miskin masih dimintai biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Biaya itu untuk sumbangan biaya pengembangan pendidikan (SBPP).Orang tua siswa mengeluhkan hal itu kepada Komisi D DPRD Kota Malang. Mendapat laporan itu, Selasa (14/6/2011) ini anggota Komisi D langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang dikeluhkan.Anggota Komisi D DPRD Kota Malang yang melakukan sidak, di antaranya Tri Yudiani, Sutiaji, dan Lookh Mahfudz. Mereka pertama sidak ke SDN Tunjungsekar 1, lalu SMKN 5 Kota Malang.Di SDN Tunjungsekar ada pengaduan orang tua calon siswa. Mereka diminta biaya SBPP oleh pihak sekolah Rp 3,5 juta. Ketika ada orang tua murid  meminta keringanan, malah diminta pihak sekolah agar membayar SBPP menjadi Rp 5 juta.Menurut Look Mahfudz, PSB tahun ini di Kota Malang dinilai semrawut.  Padahal harapan Komisi D, ada subsidi silang dalam PSB. "Tapi faktanya masih ada pengenaan sumbangan kepada orang tua siswa miskin. Di SDN Tunjungsekar I  siswa miskin masih dikenai sumbangan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," katanya.Semestinya, ungkap Look Mahhfudz, siswa miskin tetap harus gratis SBPP. "Kalau demikian, baru bisa menerapkan subsidi silang. Kalau masih diminta itu bukan subsidi silang namanaya," katanya dengan nada keras.Melihat fakta hasil sidak itu, ketiga anggota komisi D hanya bisa mengelus dada. Kesepakatan yang dibuat DPRD dengan Dinas Pendidikan ternyata tidak diberlakukan oleh kepala sekolah."Jujur saja, saya sangat menolak ketika peraturan wali kota (perwali) dicabut. Tidak adanya peraturan wali kota membuat tidak ada batasan sekolah meminta pengajuan sumbangan kepada wali murid. Kami sendiri juga tidak punya kontrol, sebab payung hukumnya tidak ada," tambah Sutiadji, politisi dari PKB usai sidak.Kepala SDN Tunjungsekar I, Anis Isrofin, membantah pungutan sebesar itu. Dari hasil penerimaan siswa sebanyak 84 siswa, pihak sekolah tidak mempersulit terkait besaran SBPP."Buktinya dari pagu itu, ada 16 siswa miskin yang mendapatkan keringanan. Mereka diminta menyumbang ke sekolah sesuai dengan kemampuan wali murid. Tidak benar, kalau ada pengaduan wali murid terkait besaran SBPP yang memaksakan sampai Rp 5 juta kepada wali murid," kilahnya.Disinggung soal besaran SBPP, yang diberlakukan SDN Tunjungsekar I, Anis mengatakan, sumbangan tertinggi SBPP sebesar Rp 5,5 juta. Sumbangan ini sebenarnya melebihi patokan SBPP yang telah disepakati Dewan dengan Dinas Pendidikan. SBPP SDN Tunjungsekar I maksimal Rp 3 juta."Kami sudah konsultasi ke Diknas. Ternyata Perwali 2011 dicabut. Jadi kami memberlakukan sumbangan tergantung kemampuan wali murid. Kebetulan tertinggi Rp 5,5 juta," katanya.Anis mengatakan, pihaknya mengajukan SBPP kepada wali murid, sebab sekolah membutuhkan biaya untuk perbaikan laboratorium bahasa yang dalam kondisi rusak. Selain itu, untuk perbaikan gedung.Di SMKN 5, pihak sekolah menerapkan SBPP tertinggi sebesar Rp 3 juta. Penentuan biaya SBPP ini mengacu para Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RABS)."Apa yang dilakukan pihak sekolah di Kota Malang itu harus ditindak tegas. Kami akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang. Ini jelas menyalahi aturan yang ada. SD sudah tegas, gratis untuk anak dari keluarga miskin," ucap Sekretaris Komisi D, Tri Yudiani.
sumber : www.kompas.com

Status Agama Islam di Malaysia Berubah Seiring Pergantian Kepimpinan


Status Agama Islam di Malaysia Berubah Seiring Pergantian Kepimpinan

Wacana menjadikan Malaysia sebagai negara Islam mengemuka di kalangan pemimpin negeri Jiran. Persoalannya, ada semacam kebingungan di kalangan masyarakat Malaysia, utamanya kaum muda menyangkut istilah agama resmi (official Religion) dan agama negara (state Religion).
 Dari laporan yang dipublikasikan Merdeka Center for Opinion Research (MCOR), Selasa (13/6) di Jakarta, menyebutkan perbedaan pandangan soal status agama Islam di mata negara berubah seiring pergantian kepemimpinan. Sebagai gambaran, mantan Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra dan Tuin Hussein On secara resmi menyatakan Malaysia sebagai negara sekuler dengan Islam sebagai agama resmi.
 Pernyataan ini berubah ketika jabatan Perdana Menteri diduduki Mahatir Mohammad. Mahathir saat berkuasa mengatakan Malaysia merupakan negara Islam. Pernyataan Mahathir ini berkorelasi dengan dukungan yang kuat bagi jabatan Perdana Menteri Tun Abdullah Badawi pada tahun 2004.
Walau tidak sepopuler Mahathir, MCOR melihat tindak-tanduk Badawi merupakan pengejawantahkan apa yang diperlihatkan Mahathir saat menyatakan bahwa Malaysia merupakan negara Islam. Kondisi itu juga ditopang dengan latar belakang Badawi yang berasal dari keluarga konservatif dan beragama.
 Akan tetapi, fakta di lapangan tidak menafikan bentuk Malaysia sebagai negara federal. Dimana Islam menjadi agama negara tapi tidak semua negara bagian menerapkan kondisi serupa.
Disebutkan MCOR, konstitusi federal Malaysia menyatakan bahwa penguasa, Sultan adalah pemimpin negara bagian masing-masing. Salah satu poinnya, konstitusi Malaysia tidak menyebutkan adanya agama negara. Oleh karena itu, persepsi status Islam di setiap negara bagian tidak sama.


sumber : www.republika.co.id

Soal Jilbab, Malaysia Wajib, Sementara Indonesia Tergantung...

Soal Jilbab, Malaysia Wajib, Sementara Indonesia Tergantung...

REPUBLIKA, JAKARTA - Wajib atau tidaknya mengenakan jilbab bagi setiap perempuan Muslim berbeda antara satu negara dan negara lainya. Indonesia dan Malaysia misalnya, dua negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di Asia Tenggara juga memiliki pandangan berbeda soal pengenaan jilbab.

Hasil riset yang dipublikasikan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Selasa (13/6) di Jakarta, menyebutkan keputusan mengenakan jilbab sepenuhnya tergantung dari perempuan. Hal itu terekam dalam hasil survei yang menyebutkan 20,8 persen Muslimah Indonesia menyatakan perempuan memiliki wewenang untuk menentukan mengenakan jilbab atau tidak.

Hanya 0,5 persen yang menyatakan mengenakan jilbab merupakan tanggung jawab dari ayah atau suami mereka. Hasil lainnya menyebutkan, semakin tinggi tingkat pendidikan Muslimah Indonesia, semakin kuat kecenderungan mengenakan jilbab tergantung dari Muslimah itu sendiri.

Hal serupa terjadi pada perempuan dengan penghasilan rendah yang mengatakan putusan mengenakan jilbab tergantung dari perempuan bersangkutan. Adapun alasan Muslimah Indonesia mengenakan Jilbab antara lain, 17,8 persen.

Muslimah Indonesia menyatakan bahwa jilbab melindungi perempuan dari sorotan laki-laki. Sementara 7,1 persen Muslimah mengatakan perempuan berjilbab terlihat lebih menarik. Di Malaysia, hasil riset yang dipublikasikan Merdeka Center for Opinion Research (MCOR) menyebutkan 70 persen dari Muslimah negeri Jiran itu menyatakan mengenakan jilbab merupakan kewajiban.

Semakin tinggi, tinggi tingkat pendidikan Muslimah Malaysia, semakin tinggi pula menjadikan jilbab sebagai sebuah kewajiban. Hanya 14,7 persen Muslimah Malaysia yang menganggap jilbab merupakan hak Muslimah bersangkutan.

Pandangan wajib ini, menurut MCOR, berasal dari tekanan yang kuat sedari awal terhadap Muslimah Malaysia saat mengenyam pendidikan dasar hingga menengah. Faktor penguat lain, pada tahun 1980-an, tren mengenakan jilbab di kalangan Muslimah Malaysia begitu tinggi. Kondisi itu tidak berubah meski terjadi pergeseran sosial yang mengacu ke arah yang lebih bebas.

Bahkan pengamatan MCOR, film-film yang dibuat pada 1950-an, yang menampilkan perempuan tanpa jilbab tidak dapat dibuat dengan gaya yang sama pada masa kini.


sumber : www.republika.co.id