-
-

Tuesday, June 28, 2011

Landong Baeud Kamus Cina Sunda

Landong Baeud "Kamus Cina Sunda"

by Nyarios Sunda
Kang Suadma: "Keur naon mang, mani anteng kitu maca buku teh?"
Mang Ihin: "Nunawi kang, nuju maca kamus Cina Sunda, sing horeng teh upami diucapkeun mah teu benten tebih, cobi ku Akang aos seratan dina kamus Cina Sunda nu ieu" (Mang Ihin muka kamusna anu di baca bari ditembongkeun ka kang Suadma. Kang Suadma kalahka beuki anteng we macaanana, pedah aya tulisan kieu:
A Lung Keun ( dibalangkeun )
Am ( dahar )
An Jing ( gogog )
Ba Chang ( leupeut eusi daging )
Babah ( bapa )
Ba Tok ( bagian anu paling teuas dina kalapa )
Bo Tak ( teu gagaduhan rambut )
Bo Lo Ho ( bodo )
Ba Le Dog ( ah ieu mah basa inggris meureun?)
Cha Bok ( gaplox )
Cha Lang Ngap ( tong dibuka geus dahar jengkol maneh mah….? )
Cha Pe Tank ( budak leutik karak bisa ngomong ).
Cha Ran Cang Ti Hang ( wanci sore )
Cha Meuh ( biwir gemesin )
Chai Baw ( anu aya di solokan )
Chak Chak ( dulurna toke )
Chan A Ya ( inden , antry )
Chan Man Die ( bau dahdir )
Chang Ka Leng ( caruluk )
Chang Kang Chaw ( parab embe )
Chang Ke Nyer ( loba teuing gawe peuting )
Chang Kok Khan ( bibit mangga)
Chang Ku Du ( buah bau pisan )
Chang Ku Ri Leung ( manuk )
Chap Cay (kadaharan tina sayur-sayuran )
Chap Ja He ( koret, medit )
Chi Bha Du Yut ( pabrik sapatu ).
Chi Ham Phelas ( tempat jin meuli calana ).
Chi Ka Dut ( kuburan cina ).
Chi Ki Zing ( ngaran desa / kota )
Chi Leu Peung ( belegug )
Chi Leuh ( tai panon, belek )
Chi Leun Cang ( cair kotor, disisi jalan ari tos hujan ageung ).
Chi Lok ( kadaharan budak : aci dicolok )
Chi Reng ( kadaharan budak :aci digoreng )
Chi U ( leupeut tina aci jeung cau )
Ching Chang Chang (embe kabur )
Ching Chang Ke Ling ( lagu ) Ching Chung ( guru nanya )
Cho Bian ( mangga raosan ).
Cho Kor Baw ( canteungan )
Cho Le Nak ( katuangan, peuyeum dibubuy sareng gula kinca ).
Chu Ra Ling ( sipat licik )
Chu Ru Luk ( buah kawung )
Tho Lo Heor ( Ngareuleuss )
Enci ( ibu, indung )
Encim ( parawan cina )
Heu Ay ( tunduh )
Hok Cay ( molohok bari ngacay )
Hu I ( akar nu bisa di dahar )
O Lo Le Ho ( leutik keneh geus kawin; keur gering salesma )
Ong Kek ( utah )
On To Hod ( pikakeuheuleun )
On Tha ( binatang di Arab )
Kyu Kyu ( judi )
Lha Hang ( cai aren )
Liang Cheuli Baw ( panyakit THT )
Le Nang ( leuwih naker tibatan bo tak )
Ma Ling Ping ( ngaran desa / kota )
Ma Ung (dulurna ucing )
Nga Cay ( ngelay: banjir tina baham )
Nyi Chian Pochi (pagewean babu )
Pa Hang ( rasana aneh )
Pe Chak ( panonna peureum sabelah )
Pek Tay ( … ) teuing naon ieu mah, can ka alaman ku sayah
Peu Chang ( leupeut eusi kacang; sato nu sukuna opat )
Pha Ming Pin (dunungan )
Ping Ping ( luhureun tuur, handapeun eta tea… )
Siang Siang Maling Seng ( euweuh gawe, beurang?maling)
Sing Sing Keun ( arek gelut /wcw )
Taw Cho ( oleh-oleh ti lembur kuring ieu mah )
Tham Pi Ling (gaplock )
Tham Po Long ( wadah reuhak )
Tho Lom Bong ( wadah oge )
To Ong ( ningali tina liang leutik )
Toke Chang ( lagu oge )
Tong Li La (enggalkeun )
Tong To Lang ( nangka – kawinan bapak – teu beja-beja?- poe salasa… )
Tu Ang ( ngalebok )
Tung Tung Seng ( seukeut pisan )
U Ching ( dulurna maung )
Yap La Hun ( budak ceurik )
 (AS), bilih aya kurang mah tambihan ku baraya.

http://www.facebook.com/notes/nyarios-sunda/landong-baeud-kamus-cina-sunda/10150237615853965

400 Personel Polisi Amankan Konferensi Rajab HTI Jabar

Bandung - Sebanyak 400 personel Polres Bandung bakal mengamankan acara Konferensi Rajab 1423 yang digelar Hizbut Tahir Indonesia (HTI) Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (29/6/2011). Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri sekitar 25 ribu umat Islam dari sejumlah wilayah di Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/6/2011).

"Petugas yang dikerahkan untuk pengamanan kegiatan tersebut sebanyak 400 personel. Itu sudah termasuk satuan lalu lintas," ujar Sony.

Menurut Sony, karena Konferensi Rajab itu akan menghadirkan puluhan ribu orang, maka pihaknya memberlakukan pengamanan ketat. "Kami akan melakukan penyisiran di sekitar stadion sebelum acara dimulai. Hal ini dilakukan guna mencegah hal tak diinginkan oleh oknum tak bertanggung jawab," singkat Sony.



(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pemain Persib Jangan Manja!

Bandung - Mantan pemain sayap Persib era 1980-an, Bambang Sukowiyono, menegaskan para pemain Persib jangan manja. Sebagai pemain profesional, apapun yang diinstruksikan pelatih, selama untuk kebaikan tim wajib diikuti.

"Pemain Persib sekarang memang manja menurut saya," kata Suko, sapaan akrabnya, saat ditemui detikbandung di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Selasa (28/6/2011).

Sikap manja pemain itu terlihat dari aksi mogok yang dilakukan saat jabatan pelatih diemban Daniel Darko Janackovic. Kabar yang berhembus, hal itu dipicu karena Daniel dinilai terlalu keras terhadap pemain dalam memberikan latihan.

Bahkan, pelatih Daniel Roekito pun sering mengungkapkan sikap manja pemainnya yang tidak ngotot saat main tandang. "Pemain harusnya siap siapapun pelatihnya dan apapun programnya. Prestasi tim kan awalnya ada di tangan pelatih," tutur Suko.

Secara prestasi, sambung Suko, pelatih pasti dibebani target oleh manajemen. Sehingga, pelatih pasti bakal menyusun program latihan dan strategi sesuai target yang dibebankan. "Pelatih itu kan tanggungjawabnya langsung ke manajemen. Kalau pemain kan tidak. Kalau prestasi tidak tercapai kan bisa didepak sesuai perjanjian," tandas Suko.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Gonta-ganti Pelatih Persib Jangan Terjadi Lagi

Bandung - Mantan pemain Persib era 1980-an Bambang Sukowiyono, mengingatkan agar manajemen 'Maung Bandung' musim depan tidak lagi menggonta-ganti pelatih seperti musim lalu. Sebab hal itu akan mengganggu persiapan tim saat mengarungi kompetisi.

"Ini jangan sampai terjadi lagi," tegas Suko, sapaan akrabnya, saat ditemui detikbandung di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Selasa (28/6/2011).

Menurutnya, pergantian pelatih di tengah jalan akan mengganggu persiapan tim. Kalaupun akan mengganti pelatih, sebaiknya ada pengkajian sehingga membuat kondisi tim jadi lebih baik.

"Pergantian pelatih adalah sesuatu yang sangat penting. Dan harusnya dikaji dulu untung-ruginya. Sementara musim lalu kan pergantian pelatih tidak membuat jadi lebih baik," jelasnya.

Persib sendiri melakukan pergantian pelatih. Awalnya Persib menunjuk Daniel Darko Janackovic. Posisinya kemudian digantikan Jovo Cuckovic. Daniel Roekito kemudian ditunjuk jadi arsitek tim dan membawa Persib finis di posisi 7 klasemen LSI.


(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pameran Gambar Ilustrasi Bertajuk "Sleborz"

ADE BAYU INDRA/"PRLM"ADE BAYU INDRA/"PRLM" PENGUNJUNG mengamati gambar ilustrasi yang dipamerkan dalam pameran bertajuk "Sleborz", di Padi Artground, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/6). 60 gambar ilustrasi karya Mufti Priyanka yang dibuat dari kurun waktu 2005 - 2011 itu, dapat dinikmati hingga 8 Juli.* Fotografer:  ADE BAYU /1
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Burung Siit Uncuwing

 Cerpen RIEKE DIAH PITALOKA

Setiap pagi, bila langit sedang bahagia, kalangkang gunung menyerung kota kecil itu. Warnanya lebih tua dari langit, meski sama-sama biru. Saat matahari menggeliat, raut pegunungan ikut merona. Lekuk-lekuk ngarai ditutup rerimbun hijau bagai pinggang dan pinggul gadis-gadis menari.

Tatkala cahaya pagi menyentuh bumi, sungai-sungai keperakan, berkerlip menyilaukan. Seperti air sungai yang membelah kota kecil itu. Ada jembatan di atasnya, jalan raya tepatnya. Trotoar menjepit kiri kanan jalan. Dulu, setiap hari jalan itu dilewati Arum dan Nining. Tiap pagi mereka berangkat sekolah berjalan kaki, dua setengah kilometer dari rumah. Sangat pagi. Waktu membuka pintu, kabut berebut kecup pipi mereka. Satu dua kunang-kunang masih bermain di sela langkah. Embun basahi sepatu sekolah.

Arum paling senang saat melintas di atas jembatan. Di bawah, air mengalir tenang meski dicumbu fajar. Gairah sungai hanya tersirat dari kilau berlian di riak air di antara bebatuan. Sungai itu selalu mengalun perlahan. Tapi semua orang tahu, sungai itu juga bisa mendidih. Beberapa kali ada penduduk hanyut. Sebab air tanpa beri tanda bergulung-gulung dari arah hulu, menggerus apa saja. Itu bisa terjadi meski di siang terik. Kalau sudah begitu orang-orang di tepi sungai, orang-orang di atas jembatan akan berteriak, “caah caah caah!

September.
Tak ada yang berubah dari kota kecil itu. Pada bulan yang sama, tiap tahun, langit kadang biru, kadang kelabu. Hujan malas berkunjung. Paling seminggu sekali. Itu pun bila awan sudah terlalu letih menggendong air. Air yang dicurahkan langit sudah pasti akan susuri sungai itu. Bertahun-tahun selalu begitu. Bahkan saat Arum dan Nining tak lagi melintas di jembatan yang sama. Tak ada yang beda. Rumah kedua gadis itu yang berubah. Ada resah menggayut di tiap hati penghuninya. Tak ada lagi berita dari Nining. Surat terakhir dikirim empat bulan lalu. Ada fotonya, lebih kurus dibanding saat ia tinggalkan rumah  Bayang hitam di bawah mata menggurat keletihan di wajah. Namun ia tetap berusaha tersenyum.
Kepergian Nining memang mengubah banyak hal. Rumah tak lagi setengah bilik, semua diganti tembok. Cat tak lagi kusam. Lantai semen sudah ditambal keramik. Seng yang dulu berisik dan bocor kala hujan, diganti genting Jatiwangi. Pagar tak lagi pohon teh-tehan, akarnya direnggut lalu diganti pondasi beton. Dahan dan batangnya dari besi tempa. Memang masih ada sedikit daun-daun yang lingkari pagar. Tapi lagi-lagi terbuat dari besi tempa, meski warnanya juga hijau.

Masih terpatri dalam ingatan Arum peristiwa yang menuntun Nining tinggalkan rumah. Abah tergolek lemah di dipan ruang tengah. Sudah seminggu tak mampu bangun. Untuk balikkan badan pun harus dibantu ambu. Saat itu seisi rumah ketakutan, apalagi waktu seekor burung berkicau di pucuk daun kersen, halaman depan. Orang-orang menyebutnya siit uncuwing.

Suara siit uncuwing terus menggigit hati siapa saja yang mendengar. Tak akan berhenti sampai kematian menyusup ke setiap liang angin. Menyusup ke setiap inci pori-pori kusen jendela dan pintu. Siit uncuwing pembawa kabar duka, begitu kepercayaan Enin. Maka perempuan tua itu sibuk kibas-kibaskan sapu lidi.

Sieuh, sieuh, haling siah, pergi sana, pergi!”

Kali ini Enin melempari dengan kerikil.

“Belum waktunya anakku kau jemput. Sieuh, sieuh, ka sabrang ka Palembang! Saguru saelmu teu meunang ganggu!”

Tetap saja burung itu tak mau pergi. Malah tampak riang. Lompat dari satu dahan ke dahan lain.
“Arum, Nining! Bantu Enin. Naik sana ke pohon kersen!” perintah Ambu, panik. Siit uncuwing kepakkan sayap sedetik sebelum Nining menyambarnya. Ia terbang menuju lembayung.
Entah kebetulan atau bukan, esoknya Abah mulai bisa duduk. Enin peluk buah hatinya dengan haru.
“Komar, cepat sehat, Komar.”

Ambu di pintu dapur usap sebulir bening yang meluncur dari sudut mata. Ada seurai doa di sudut bibir Ambu dalam lengkung yang mendamaikan Arum dan Nining. Tapi, tiga hari kemudian siit uncuwing datang lagi. Mula-mula hinggap di pohon arumanis tetangga sebelah. Waktu melihat Ambu dengan sapu lidinya, siit uncuwing menikam rumpun bambu di ujung jalan. Lalu sorenya siit uncuwing kembali. Tak menapak di mana pun. Berputar-putar mengelilingi atap rumah. Menjerit memanggil kematian. Lepas magrib burung itu menjauh dengan senyap. Tapi tangis ledakkan rumah. Sebab siit uncuwing pergi sambil membawa abah.

Enin dan Ambu berhari-hari, bahkan hingga tahlil seribu hari, tetap salahkan siit uncuwing atas duka yang menancap di hati mereka. Sebetulnya Arum dan Nining tak sependapat dengan dua perempuan itu, terutama Nining. Baginya penyebab kematian Abah bukan siit uncuwing, tapi karena sakit. Sakit, tapi tak diobati. Tak diobati karena mereka tak punya uang, walau sekadar untuk membayar Mantri Abas. Mantri yang menerima bayaran sukarela. Sekadar sukarela pun mereka tak sanggup.
Pendapat itu tentu tak disampaikan Nining pada Enin dan Ambu. Ia hanya katakan pada Arum. Dibisikkan saat para pelayat satu-satu tinggalkan rumah.

“Teteh sakit hati, Rum. Kita musti bisa berubah.”

Kata-katanya pelan sentuh telinga, namun tegas sebagai janji. Pasti. Arum percaya Nining. Tapi Enin tidak sepakat, terlebih Ambu.
“Jangan pergi, anaking. Apa kamu lupa banyak yang tak bisa pulang? Kalaupun pulang tanpa daksa. Malah ada yang sudah tak bernyawa.”

Geulis,” Enin menambahkan sambil mengunyah sirih dan pinang, “biar susah lebih enak di kampung sorangan. Geulis, incu enin, cari kerja di sini saja. Jadi buruh tani, atau melamar ke pabrik dodol di Ciledug, ke pabrik tenun dekat kerkhoff, atau ke pabrik coklat jalan Cimanuk, atau jadi pelayan toko di Pengkolan.”

Nining tahu, kerja dengan ijazah SMP dan rapor sampai kelas satu SMA tak akan berarti. Gaji yang diterima hanya akan cukup untuk makan sebulan. Itu juga belum tentu cukup.

Sepuluh hari Nining baru bisa yakinkan Enin dan Ambu. Bahkan Ambu rela menjual sawah peninggalan Abah untuk membayar penyalur dan surat-surat keberangkatan, sekaligus ongkos ke Bandung.

Lima bulan pertama Nining tak terima gaji. Katanya harus diserahkan pada agen sebagai ganti biaya perjalanan. Tengah tahun baru bisa kirim uang. Tahun kedua Nining pulang untuk renovasi rumah dan membeli tiga petak sawah. Pengganti sawah Abah, katanya. Tiga bulan kemudian berangkat lagi setelah membantu Ambu buka warung sembako di samping rumah.
“Teteh jangan pergi lagi, teh. Apa lagi yang teteh cari?”

“Teteh pengin kamu jadi dokteranda, Rum. Biar teteh yang cari duit,
pokoknya kamu belajar yang rajin.”
“Mendingan Arum cuma tamat SMA daripada teteh pergi lagi.”

Entah mengapa kali ini Arum yang tak setuju Nining pergi. Tapi lagi-lagi
tak ada yang bisa menahan tekad itu.

Selama setahun, sebulan sekali Nining masih rajin beri kabar. Begitu pula dengan kiriman uang. Tapi tahun berikutnya bukan hanya uang yang tak dikirim. Yang lebih mencemaskan tak ada kabar berita darinya.

Awal Mei.
Sepucuk surat tiba di beranda. Arum membaca keras-keras supaya bisa didengar Enin dan Ambu.

“Arum, bilang sama Enin dan Ambu, Insya Allah September teteh pulang. Teteh maunya bisa munggah sama-sama. Teteh mau lebaran di rumah. Teteh kangen sama kalian bertiga. Doakan teteh supaya bisa pulang.”


Itu kabar terakhir yang mereka terima. Surat terakhir. Lecek. Sebab dibaca berulang-ulang, sampai Arum hafal isinya.
September berjingkat tinggalkan kalender. Oktober siap menyambut. Tapi tetap hambar. Huruf seakan mati tak tergores dalam secuil kertas sekalipun. Arum sudah mencoba hubungi agen yang berangkatkan Nining. Petugas yang menemui hanya menjawab, “Nanti akan kami beri tahu, kalau sudah tahu keberadaannya. Kalau sudah tahu!”
Hanya itu yang bisa jadi pengharapan. Surat Arum untuk Nining tak pernah berbalas. Tak ada alamat lain yang bisa ditelusuri. Khawatir menusuk kepala. Cemas menjadi bola besar, menggerus perasaan. Apalagi sejak dua hari terakhir Ramadhan siit uncuwing kembali menjejak pucuk kersen di halaman depan.
“Awas, indit, ka ditu, ka ditu, sieuh, sieuh!”

Ambu tergopoh, Enin menyusul di belakangnya.
“Ka sabrang ka Palembang, sieuh, sieuh!” teriak keduanya bersahutan.

“Ka sabrang ka Palembang, saguru saelmu teu meunang ganggu!”
Kali ini Arum langsung memanjat pohon kersen, tanpa tunggu perintah Ambu. Ketika siit uncuwing terbang, Arum setengah melompat turun dari pohon. Tak sekejap mata ia biarkan pandangan lepas dari burung itu. Arum mengejarnya, berlari. Tanpa sadar Arum sudah jauh tinggalkan rumah. Berlari menuju jembatan di atas sungai, sungai yang membelah kota kecil itu. Terus mengejar, bahkan ketika burung itu terbang di atas jalan setapak di pinggir jembatan. Menuju sungai.

Ya, siit uncuwing menuju sungai. Burung itu hinggap di batu besar di tengah sungai.

Arum mengendap.

Tinggal sejengkal dari siit uncuwing ketika orang-orang di atas jembatan berteriak, “caah!” Caah!Caah!”

Arum lompat berusaha menangkap siit uncuwing. Namun badannya limbung. Semua buram. Sesak menghimpit dada. Arum hampir tak mampu bertahan saat sayup seiris suara memberi kekuatan, “Arum, ka dieu, ulurkan tanganmu.”

Arum terkejut. Arum tahu pasti, itu suara Nining. Seolah mendapat tenaga, Arum berenang ke arah bayangan di tepi sungai.

“Hayu pulang, geulis.”

Sekali lagi Arum mendengar suara Nining. Arum berhasil genggam tangan Nining, dan semua jadi gelap.

“Teteh, teteh!” teriak Arum saat pertama kali membuka mata.

Tapi Nining tak ada, padahal Arum yakin Nining yang menolongnya. Nining yang memapah mengantar pulang. Arum terobos setiap ruang di rumah itu. Tetap saja, Nining tak ada. Hanya ada Enin dan Ambu yang sedang menangis.

Arum lari ke luar. Di langit ada bulan sepotong.

Di langit ada tiga belas siit uncuwing tanpa suara membawa bingkisan dari negeri berpasir: sekotak peti mati. Di dalamnya ada perempuan dengan bayang hitam di bawah mata dan lebam di sekujur tubuh. Tetap berusaha tersenyum.

Di surau-surau takbir pertama berkumandang…
Depok, 160907


Dimuat di KOMPAS, 21 Oktober 2007

Polisi Perlu Kerjasama Masyarakat Guna Tangkal Radikalisme

Bandung - Polisi tidak menampik saat ini kesulitan menangkal kelompok-kelopok radikal di Indonesia yang condong bernuansa negatif. Maka itu, institusi Polri perlu kerjasama dengan komponen masyarakat guna menangkal radikalisme.

Di wilayah Polda Jabar, pencegahan paham radikalisme terus dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif. "Tidak mungkin instansi bekerja sendiri menangani radikalisme. Begitupun Polri. Maka itu perlu partnership building, yakni langkah upaya Polri bersama-sama masyarakat untuk turut serta menciptakan dan menjaga keamanan serta ketertiban," ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Fachrudin.

Fachrudin menyampaikan itu dalam acara lokakarya HUT Bhayangkara ke-65 bertema 'Kemitraan Polri dan Masyarakat Dalam Menagani Radikalisme' dia aula Moeryono, Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/6/2011).

Menurut Fachrudi, saat ini kelompok radikal terbagi dua, yakni paham radikalisme positif dan negatif. Tapi kini, sambung dia, polisi berhadapan dengan kelompok negatif.

"Yang dihadapi itu kelompok seperti teroris, kelompok menyimpang mengatasnamakan agama, serta geng motor," paparnya.

Langkah aparat kepolisian untuk menghadapi kelompok seperti itu, kata Fachrudin, tentu saja sesuai dengan UU yang berlaku di Indonesia. Ia menegaskan, tindakan menangani radikalisme tidak perlu dengan tindakan represif.

"Kami lebih mengutamakan tindakan preventif daripada represif. Diharapkan tindakan preventif ini bisa menagkal kelompok-kelompok radikal," ucapnya.

Fachrudin menyatakan setiap menuntaskan masalah di masyarakat harus melibatkan semua komponen masyarakat. Polri bermitra dengan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif. "Masyarakat perlu aktif juga menyampaikan atau melaporkan kepada polisi bila ada tindakan atau kelompok radikal," terangnya.

Acara lokakarya tersebut menampilkan narasumber yang di antaranya Ketua MUI Jabar Hafizd Usman dan pakar hukum dan kriminolog Unpad yakni Yesmil Anwar.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pasanggiri Jaipong VII Tingkat Jawa Barat Kembali Digelar

BANDUNG, (PRLM).- Dalam rangka ajang pemuliaan seni budaya daerah, Yayasan Pusat Kebudayaan menggelar “Pasanggiri Jaipong VII”. Pasanggiri akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat.
Ketua Pelaksana “Pasanggiri Jaipong VII”, Asep Wahyu menegaskan bahwa penyelenggaraan pasanggiri, selain merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni tradisi tari, juga sebagai upaya menggali prestasi dikalangan pecinta seni tari, khususnya tari Jaipong. “Pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah sudah menjadi kewajiban bersama kita semua, tapi melalui kegiatan (Pasanggiri Jaipong VII) ini kami juga berupaya untuk menggali potensi penari sanggar yang terdapat di daerah Jawa Barat,” ujar Asep Wahyu, kepada "PRLM" di sela-sela pelaksanaan Pasanggiri Jaipong VII tingkat Jawa Barat, di Gedung Kesenian YPK (Yayasan Pusat Kebudayaan), Jalan Naripan, Bandung, Senin (28/6).
Tahun ini, menurut Asep Wahyu, jumlah peserta mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu jumlah peserta mencapai 170 patandang, tahun ini 167 patandang,” ujar Asep Wahyu.
Tapi dari sisi kualitas penyelenggaraan tahun ini terjadi peningkatan. Karena penilaian yang dilakukan para dewan juri yang terdiri dari Een Herdiani, Asep Sulaeman dan Riana Rosilawati, selain wiraga, wirasa dan wirahma, juga pada katagori peserta putera dan rampak yang peminatnya cukup banyak.

Sumber www.pikiran-rakyat.com

SIM Keliling Mangkal di Pasmod Batununggal

Bandung - Mobil pelayanan SIM Keliling Polrestabes Bandung akan berada di Pasar Modern Batununggal, Selasa (28/6/2011). Bagi Anda yang ber-KTP Bandung bisa memperpanjang masa berlaku SIM A dan SIM C.

Untuk mempercepat proses, siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotocopy. Selain itu, tunjukkan masa berlaku SIM yang sudah habis masa berlakunya.

Layanan SIM keliling ini hanya akan melayani warga ber-KTP Bandung dan yang SIM-nya dikeluarkan Polrestabes Bandung. SIM keliling akan mulai beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

(tya/tya)


sumber : bandung.detik.com

Kadishub: Kalau Bisa Ada 40 Titik Parkir Robot Pada 2012

Bandung - Kadishub Kota Bandung Prijo Soebiandono menyatakan pembangunan gedung dengan sistem parkir robot lebih efisien ketimbang gedung parkir biasa. Makanya, ia menginginkan ada 40 titik parkir robot di Bandung pada 2012 mendatang.

Parkir robot sendiri merupakan suatu sistem di mana pengendara tinggal memasukkan kendaraannya ke gedung parkir. Sementara, nantinya mobil akan diparkirkan otomatis ke tempat yang sudah disediakan. Meski dimasukkan di lantai satu, nantinya kendaraan bisa parkir di lantai teratas tanpa pengendara harus bersusah payah memarkirkan kendaraannya.

"Untuk luas lahan 800 meter persegi itu butuh Rp 18 miliar atau 1/3 dari pembangunan gedung parkir yang hanya dibeton. Tapi itu tidak termasuk lahan," kata Prijo saat dihubungi detikbandung, Senin (27/6/2011).

Dijelaskannya, gedung parkir robot seluas 800 meter dengan ketinggian 8 lantai mampu menampung 500 mobil. Dengan begitu, Prijo yakin bisa membuat badan jalan di Bandung bebas dari parkir.

"Kita kan enggak bisa nambah jalan. Ini untuk antisipasi makin bertambahnya jumlah kendaraan di Bandung yang begitu pesat, 16 persen tiap tahun penambahannya," ungkapnya.

Prijo mengatakan, saat ini di Bandung ada 1,2 juta mobil. Sementara jalan di Kota Bandung panjangnya hanya 1.200 kilometer. Jalan sepanjang itu pun dulunya dirancang hanya untuk 360 ribu mobil.

"Ini kalau dijejerin semua mobil di jalan, penuh semua jalan di Bandung sama mobil. Makanya kita ingin ada parkir robot agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di badan jalan," jelasnya.

Prijo menambahkan, berdasarkan hasil studi dengan ITB, jarak antara gedung parkir robot yang satu dengan lainnya adalah 170 meter.

"Hasil surveynya, orang Indonesia itu rata-rata hanya mampu berjalan 170 meter, beda dengan orang Jepang yang mencapai 500 meter. Jadi nantinya, satu gedung parkir dengan lainnya jaraknya segitu, sepanjang jalan itu tidak boleh ada kendaraan yang parkir," tandasnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Posisi Kiper Masuk Bahan Evaluasi

Posisi Kiper Masuk Bahan Evaluasi

Pelatih penjaga gawang, Anwar Sanusi mengatakan, memerhatikan statistik penampilan sepanjang Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, posisi kiper harus mendapatkan perhatian serius dalam evaluasi yang akan dilakukan manajemen tim nanti. Pasalnya, angka kebobolan Persib sepanjang musim ini tergolong sangat tinggi.

"Evaluasi resmi belum ada. Tapi dari pengamatan pribadi dan statistik, kiper merupakan posisi yang harus paling serius dievaluasi," kata Anwar, Senin (27/6). Meskipun demikian, Away - sapaan mantan kiper PERSIB ini, menolak kemungkinan harus adanya penjaga gawang yang terdepak. Menurutnya, selain banyak hal yang harus dipertimbangkan, masa depan Markus Haris Maulana, Cecep Supriyatna, dan Dadang Sudrajat ada di tangan manajemen klub. "Soal pergantian kiper, banyak pertimbangannya. Lagi pula, kewenangannya ada di manajemen," katanya.***




sumber : persib.co.id

Monday, June 27, 2011

Pemkot Bandung Cari Lahan untuk Parkir Robot


Bandung - Pemkot Bandung bermimpi punya area khusus gedung khusus parkir yang akan menggunakan sistem robot atau parkir robot. Saat ini, pemkot tengah mencari lahan milik pemerintah untuk mendirikan gedung parkir tersebut.


"Kita ingin hilangkan parkir di badan jalan. Ini yang sedang kita galakan, sekarang di Bandung kita sedang cari lahan aset pemkot untuk parkir robot," ujar Kadishub Kota Bandung Prijo Soebiandono saat dihubungi detikbandung, Senin (27/6/2011).
a vehicle listing and information service that brings together buyers and sellers. Information about a particular vehicle is supplied by the seller, not by The price and other terms of any sale remain subject to direct negotiation between the buyer and the seller. The prices listed by sellers on often exclude sales tax, finance charges, title, license, regulatory, dealer documentary, emission testing and compliance fees, any or all of which may be added to the listed price to arrive at the final sale price of a particular vehicle. Though we hope that all who come to AutoTrader.com will act honorably and treat each other fairly, we can't verify the information sellers supply or guarantee the vehicles they offer. Nor can we assure the seller of a vehicle that the check he/she gets from the buyer isn't going to bounce. When using this website to find a buyer for your vehicle or a vehicle you can buy, we urge you to use the same common sense and good judgment you would use in selling a car through, or responding to, a classified ad in the newspaper.

Please read our fraud awareness tips before you buy or sell a car through a classified ad, whether on AutoTrader.com or in your local newspaper. There is no substitute for healthy skepticism and your own good judgment.
Nantinya, gedung untuk robot parkir itu diharapkan ada di setiap daerah. Namun prioritas utamanya ada di pusat kota yang jadi pusat perbisnisan atau CBD (central bussiness distric).

"Targetnya kita ada di setiap wilayah. Tapi yang terbanyak di CBD seperti Jalan Otista dan Banceuy misalnya," ungkap Prijo.

Lokasi bakal didirikannya parkir robot, sambung Prijo, idealnya ada di 40 titik. Hal itu sesuai dengan studi yang dilakukan Dishub dengan para pakar ITB.

"Kalau sesuai dengan hasil studi, itu ada 40. Lokasi-lokasinya di mana saja, itu ada di hasil studi," terangnya. Studi tersebut, sudah dilakukan pada Februari hingga April.

Sementara jika tidak ada lahan milik pemerintah, Prijo mengaku bakal melakukan kerjasama dengan investor. "Nanti kita kerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun parkir robot itu," jelasnya yang berharap 2012 mendatang parkir robot bisa mulai beroperasi di Bandung.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Lawan Kristenisasi, Massa di Senegal Bakar Gereja

Lawan Kristenisasi, Massa di Senegal Bakar Gereja

REPUBLIKA, DAKAR, SENEGAL - Sebanyak seratus pemuda membakar sebuah gereja di Jehovah. Tidak hanya itu, mereka juga membakar sebuah bar yang terletak di ibukota Senegal, Ahad (26/6). Kejadian tersebut yang terburuk di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Jurubicara Asosiasi Imam wilayah setempat, Thierno Mbeugne mengatakan bahwa Imam konservatif di distrik Dakar meminta kepada para pemuda setempat untuk melakukan aksi pada Ahad guna melawan apa yang mereka nilai sebagai "perlawanan terhadap agresi kepercayaan mereka."

Mereka kemudian menjadikan gereja sebagai sasaran, karena mereka mengklaim bahwa anggota gereja itu menyiarkan agama Kristen, sementara sebuah bar menjual minuman-minuman beralkohol.

Ia melanjutkan, pemimpin umat Isalm tidak mendukung aksi kekerasan yang dilakukan para pemuda Muslim tersebut, "tetapi mereka menilai tindakan pemuda Muslim itu adalah tepat", yakni menghancurkan gereja dan bar.

Salah satu dari seratus pemuda Muslim itu, Mame Faye, 24 tahun, menjelaskan bahwa aksi massa dikonsentrasikan di Gereja saat para jamaah sedang melakukan ibadah, sebelum berlanjut ke sebuah bar.

Sedangkan saksi lainnya, mengatakan bahwa seratus pengunjuk rasa merangsek masuk ke bar dan meminum kaleng bir. Mereka kemudian mengosongkan barang-barang yang ada di dalam bar tersebut, dan melemparnya keluar, seperti kulkas, AC dan perabotan lainnya. Mereka kemudian membakarnya.

Seorang dokter yang berbicara dari kondisi yang berlawanan, karena ia tidak memiliki kewenangan untuk berbicara kepada media, mengatakan bahwa pihaknya telah merawat sedikitnya 37 orang, termasuk mereka yang terluka dari pihak kepolisian. Salah satu dari mereka mengalami luka di kepala. Pihak kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa tersebut.

Mbeugne mengklaim bahwa pemimpin agama (Kristen) di wilayah itu mencoba untuk melakukan kristenisasi kepada warga setempat. Ia menambahkan, upaya kristenisasi itu dilakukan, dengan berkedok mengajari warga setempat bahasa Inggris. Tidak hanya itu, mereka juga membagikan salib dan literatur saksi-saksi Jehovah.


sumber : www.republika.co.id

Burqa Selamatkan Muslimah Australia dari Ancaman Penjara

Burqa Selamatkan Muslimah Australia dari Ancaman Penjara

REPUBLIKA,SYDNEY - Seorang Muslimah Australia, Carnita Matthews (47), didakwa telah melakukan fitnah alias kebohongan dengan melontarkan tudingan bahwa seorang polisi mencoba merobek burqa-nya. Tapi, dakwaan tersebut tidak terbukti karena polisi tidak bisa membuktikan bahwa wanita dalam burqa tersebut adalah Carnita Matthews. Dengan tidak adanya bukti tersebut, Carnita Matthews akhirnya pun terbebas dari hukuman penjara.

Carnita Matthews yang berasal dari Woodbine, Sydney, itu didakwa hukuman enam bulan penjara karena membuat pernyataan palsu. Carnita Matthews dituduh telah menuding seorang pejabat polisi, Sersan Paul Kearney, mencoba untuk membuka secara paksa burqa-nya. Carnita Matthews juga dikatakan telah menuduh Paul Kearney sebagai seorang rasis.

Namun demikian, Hakim Clive Jeffreys mengatakan bahwa dia tidak terlalu yakin bahwa Carnita Matthews yang membuat tuduhan rasisme tersebut. Karena, orang yang menuduh Paul Kearney itu mengenakan burqa saat kasus ini berawal. Demikian laporan News.com.au.

Jikapun Carnita Matthews adalah orang yang menuding Paul Kearney saat membuat pengaduan di kantor polisi pada beberapa waktu lalu, Jeffreys tetap tidak yakin bahwa Carnita Matthews tahu bahwa ucapannya tersebut bisa tergolong pernyataan palsu. Untuk bisa membuat masalah tersebut menjadi sebuah kasus, Carnita Matthews saat itu dalam kondisi mengangkat burqa-nya saat melapor ke kantor polisi.

Sambil berteriak 'Allahu Akbar', puluhan Muslim memberikan dukungan kepada Carnita Mathews yang menjalani sidang di Pengadilan Downing Centre. Pada tahun lalu, Carnita Matthews membuat pernyataan dengan mengatakan polisi tidak bisa membuktikan bahwa dirinya yang berada di balik burqa tersebut.


sumber : www.republika.co.id

Carita Siliwangi, Kian Santang Jeung Kembang

(Serat :1) Siliwangi  Ki Santang

Siliwangi geus tilar dunya, henteu tilem, teu robah jadi maung atawa nu mistik lain na. Siliwangi jalma biasa, raja pajajaran, bangsa manusa, nu pernah hirup di alam dunya, mingpin tatar sunda. Boga batur deukeut ngarana Santang, pamingpin nagri sancang, bangsa jin, lain bangsa manusa, nepi ka ayeuna aya keneh, lain sakti, tapi geus fitrahna sakabeh bangsa jin umurna leuwih panjang.
Ulah nyampurkeun dongeng jeung carita enya. Carita nu aya ayeuna ngan dongeng wungkul, di kira-kira, padahal teu sarua. Euweuh sahiji-hiji acan sesa pajajaran nu geus kapanggih nepi ka danget ieu. Mun hayang nyaho carita sabenerna nanya ki santang, ulah nanya ka jalma, loba di kira-kira.
Siliwangi, ki santang lain maung, lain turunan maung atawa robah jadi maung. Maung ngan saukur ciri. Jadikeun diri rakyat sunda jiga ka gagahan maung. Ulah kalah ngaku-ngaku bangsa maung atawa turunan maung. Jiga nagara anjeun ayeuna nu nyieun ciri nagara, Manuk Dadali. Lain anjeun turunan manuk dadali.
Kuring nonggerak, unggal poe sabenerna aya dihareupeun aranjeun.. Kuring hariwang jeung karunya aranjeun rahayat sunda ngan loba ngobrolkeun ngimpi.. geura hudang, baca... baca... baca alam jeung diri...

(Serat :2) Siliwangi Ki Santang - Jangji-Amanat

Kuring lain kaiket ku jangji, ngan kaamanatan ngajaga nu beunang di jaga Ulah di udag ku akal jeung indra, sabab loba kajadian alam nu ku urang teu bisa ka baca,
Tarima ku hate, asal ulah nyalenggor akidah kanu kawasa. Ayeuna geus mangsana aranjeun jadi urang sunda lain bangsa anu ngan bisa cumarita geura narindak jiga nu diamanatkeun batur kuring harita. Kajadian nu kaalaman ku aranjeun ayeuna geus kabaca di jaman harita maka geura balik jadi urang sunda saenyana.
Salila aranjeun jauh tina kamusyrikan kuring bakal aya ngabarengan sugan anu di baca ku raja aranjeun harita kajadian kuring nyaksian di dieu.

(Serat :3) Siliwangi Ki Santang – Tilarna Sri Baduga Siliwangi

Harita Siliwangi panceg indit ti dayeuh. Malipir sisi gunung nepi ka kidul. Ngasruk2 leuweung geledegan.Nepi ka kuda kadeudeuhna cideka.Teu bisa ditunggangan deui.Bakating ku nyaah jeuh deudeuhna ka eta kuda.Batur kuring nitah ponggawa2na nyieun 2 arca kuda.Titah disimpen di luhur gunung haruman.
Kunaon bet kudu di luhur gunung,ngarah bisa keneh nempo dayeuh nu di tinggalkeun cenah.Hulu kudana disanghareupkeun ka dayeuh…Kuda eta jumerit menta tetep diajak kajeun geus aya gantina kuda hideung oge..Nya dibawa terus bari ngan saukur ditungtun. Nepi ka hiji kampong tengtrem di kidul.
Nepi ka kiwari eta arca tetep aya di luhur gunung haruman. Nyanghareup ka dayeuh.Ditungguan ku hiji tangkal gede.Guru kuring tetep mulasara jang pangeling2 sato kanyaah sobat dalitna. Saha ayeuna nu bisa manggihan eta arca kuda ? Nu kuat teu kagoda jang nyembah eta arca.
Kunaon dayeuh bet di tinggalkeun,kunaon bet sakabeh nu dipikaboga diteundeun di 25 leuit,kunaon bet anjeuna milih balangsak asruk2an ka leuweung,kunaon bet nepi ka runtuh eta karajaan gede the,kunaon bet anjeuna menta Ki Santang nyumputkeun dayeuh jeung sakabeh eusina ku halimunan ?
Saha nu nyangka Ki Baduga nu sakitu gagah rongkahna nepi ka ninggalkeun kadunyaan alatan hayang tengtrem dunya jeung nyiapkeun akherat ? Saha nu nyangka aya jalma deukeut di karaton nu tega nganyerikeun Ki Baduga nepi kapundungna ti dayeuh ? Saha nu nyangka nepi ka ayeuna eta dayeuh ngahandeuleum ?
Dayeuh,hiji tempat luhur gunung.Dijieun pasagi lima.Dihijikeun ku 5 segi tilu.Bisa nempo ka 5 tempat.Aya 5 jalan ka luar.Aya kalapa sarebu tangkal,25 jajar,25 leuit tempat panyimpenan urut taman karajaan,kaputren..Ngan saukur aya sesa batu nu digurat ku curuk Ki Baduga saencan hijrah..
Ngan hiji batu eta titinggal Ki Baduga nu ka cirri..Ngan Ki Santang nu nyaho dimana eta batu nangtungna.Sawareh ka keueum cai nyusu, herang, tengah dayeuh nu geus jadi leuweung geledegan…Saha nu bisa manggihan..? Budak leutik tukang ngagigigring kalakay jeung tutunggul.. Dimana ? Dihareupeun aranjeun.
Ki Baduga netep di hiji tempat ,nekunan ibadah nu anyar pinanggih nepi ka tilarna.Diceungceurikan ku sakabeh nu mikanyaahna. Ku batur dalitna. Ki Santang.
Dina rek tilarna Ki Baduga nyalukan Ki Santang nu satia nungguan.."Kuring rek titip ka Akang"…"Naon Yi," cenah."Teruskeun tugas kuring ngadegkeun akidah ka Gusti Allah…Kuring rek mulang ka manten-Na"."Duh Gusti," cek Ki Santang,ulah nyarita kitu…Kuring kumaha ?" Ki Santang reumba ku cipanon.
Bari ngalengis Ki Santang nyarita,"Iraha deui kuring boga dulur jiga Ayi." Ceurik,duanana ceurik.Dua mahkluk gagah rongkah tina dua bangsa jumerit hatena kapisah ku takdir makhluk. "Duh Gusti,"Ki Santang ngarenghik deui,cipanona tambah ngarembey…Ki Baduga teu kawawa,milu muragkeun cipanon…
Ragrag cipanon kanyaah…Kanyaah nu leuwih ti dulur sakandung…Dulur tina sobat dalit,ti 3 ua jalma (makhluk) nu beda bangsa…Turutaneun aranjeun…
"Ulah kitu Ki…Akang kudu ikhlas," Ceuk Ki Baduga bari dadana sesek nahan cipanon."Kuring rek nitip,handeuleumkeun dayeuh jeung eusina,sakur pakaya kuring di mana wae ayana,bawaan teundeun di dayeuh.Kuring geus nyadiakeun salawe leuit.Jaga ku Akang sabisa-bisa. Kadua ulah hariwang,ke dina mangsana…
…aya manusa jiga kuring nu boga hate jiga kuring…Ke datang ka ngimpi akang…". "Yi,ulah ninggalkeun akang…Duh Gusti…akang kumaha ?".."Ulah hariwang kang,anggur mundut ka Nu Kawasa kuring sing salamet nyanghareupan hisab kubur."… Der duanana pa ungku-ungku inget kana dosa-dosana.Cipanon dua prabu ragrag ka dunya.
"Kuring nitip rahayat kuring,nu bakal kaleungitan cepengan nepi ka bijil nu tiluan…Nu Saurang bakal dibarengan ku akang,mantuan nu tiluan…Lempengkeun akidahna…Bantuan ku akang…Nitip kuring…Engke dina mangsana bikeun bekel ti kuring…Nyanghareupan hiji jaman nu rusak…
Jaman nu rusak ku kahayang…". Saung butut jadi saksi sobat dalit nu rek kapisah ku takdir…Ajal…Saung butut nu jadi saksi…Nepi ka tilarna…Ki Santang ngalenyap…Di usap tarang baturna…Euweuh nu nyaksian (makhluk hirup lain salian ti Ki Santang)…Ngan duaan…Ki Santang ngalenyap…

(Serat :4) Siliwangi Ki Santang - Pesen Ka Nu Tiluan

Aya maksud nu nyulusup dina ati,nepikeun naon nu jadi harti,ngarepkeun ngoreh nu bakal jadi bukti. Sing saha nu geus dijeujeuhkeun ngariksa,sakabeh titinggal nu jadi sesa,kudu geura netepkeun hate bari teu kudu di paksa. Anjeun aya di dunya,pasti aya maksudna,geura ngaca kana hikmahna,ulah nyumput tina kodratna. Kalakay geus paburantak,euweuh harti pabalatak,lain maksud ka alam calutak,tapi sing geura wani nindak. • Nu niliktik nulungan jalma leutik,loba nyanghareup manusa loba banda,bari kudu nepikeun aturan ti Nu Kawasa. Bari awak loba kasiksa,jadi pamuntangan jelema loba,teu meunang ngarumas nu geus jadi garisna. Anjeun aya jang jalma loba,ngadegkeun akidah titah Nu Kawasa,geura maca geura walakaya.
Budak gede beuteung badag,sakabeh karusakan di udag,ulah nepi korban loba murag. Leumpang di jalan pinuh ku batu,ngasruk alas teu make baju,milu satia nuturkeun waktu. Anjeun aya jang muka mangsa,dikudukeun hirup di lingkung murka. Tapi hate teu meunang kagoda. Geura muka geura ngariksa,lawan murka.

(Serat :5) Siliwangi Ki Santang - Prasasti Batu Tulis

Kunaon Prasasti Batu Tulis aya ? Sabab dijieun saenggeus Ki Baduga maot. Saenggeus menta sesa Pajajaran dihandeuleumkeun. Surawisesa nu indit ka kulon,lain nu balik ka dayeuh. Jadi saenyana dayeuh teh lain di tempat Batu Tulis. Prak pikiran,prak baca ku hate.
Dia nu marisah ka kaler ( kaler di tempat terakhir Raja Pajajaran),darengekeun ! Dayeuh ku Dia moal kasampak…

(Serat :6) Siliwangi Ki Santang - Ki Santang Jeung Bangsa na.

Santang,pamingpin ti salah sahiji bangsa jin,hiji nagari nu dipikanyaho ku bangsa Ki Baduga. Ka iket ku jangji. Jangji sosobatan. Lain jangji nu diharamkeun ku Qur'an. Ulah dibolokotan ku kapercayaan nyimpang. Nu matak ngarusak kaimanan. Anggur geura buru teangan,Katerangan Nu Bisa Jadi Puntangan.
Hiji mangsa,salah sahiji nyarita. Kunaon bet bangsa kuring nu kerep disalahkeun ? Bangsa kuring jeung anjeun sarua. Boga anak,boga kulawarga. Dahar, nginum, nyeri, gering, bungah,neangan rejeki,maot… Naon bedana jeung aranjeun ? Teu pantes ngan ukur disalahkeun,digogoreng,difitnah…
Kawajiban kuring sarua,ibadah,nu daek ibadah…Ulah ngamulyakeun bangsa kuring, nyembah,atawa ngagantungkeun nasib, nanya mangsa kahareup…da bangsa kuring ge sarua teu nyaho. Mun aya nu mere nyaho ti bangsa kuring (nu jiga tadi disebutkeun),ngan ngabobodo,ulah di denge…Anggur urang babarengan muntang ka Allah SWT.
Kuring jeung anjeun beda alam,lain goib. Ngan kuring teu eces katingali. Tapi lain teu bisa panggih. Bangsa kuring jeung anjeun nu bener akidahna moal sagawayah manggihan atawa cumarita,da teu meunang ceuk agama. Saha nu sagawayah ? Nyaeta jin atawa manusa nu teu milu aturan agama.
Umur urang sarua,pondok. Ngan kusabab beda alam kuring jiga hirup leuwih lila. Keur tapakurankeuneun meureun. Kuring gancang mun ngalengkah ? Enya mun di alam anjeun. Di alam kuring nya saayana. Sakali deui kuring menta aranjeun bangsa manusa ulah loba kapengkolkeun kayakinan. Ulah kabobodo.
Teu sakabeh bangsa kuring bisa atawa kungsi manggihan bangsa anjeun. Kitu deui sabalikna. Saha nu bisa ? Urusan Nu Kawasa.
Euweuh kadaharan anjeun nu bisa didahar ku kuring. Kuring cenah dahar tulang ? Atawa kuring dahar manusa hirup da aya tulangan. Henteu pisan. Jadi jang naon anjeun mere sajen ka kuring ? Da moal dihakan. Teu bisa. Nu aya musyrik,doraka paling gede. Kalah meunang murka.

(Serat :7) Siliwangi Ki Santang - Maung Pajajaran

Salah sahiji nyaritakeun zaman harita,aya 3 macan nu dijadikeun ciri.:

Macan bodas, ciri elmu2 nu ngajurus kana ngubaran. Teu make menyan, sajen,atawa wirid.Ditungtungan ku muntang jeung nyerahkeun diri ka Allah SWT. Elmu nyieun ubar tina dangdaunan,akar jeung sajabana. Ubar panyakit katempo jeung teu katempo. Pajajaran geus ti baheula ngarti jeung nyaho kumaha ngubaran. Teu dicampur ku mistik. Teu ngalanggar akidah..
Macan Hideung, ciri elmu2 nu ngajurus kana kadunyaan,ngatur hate jalma,ngahijikeun salaki pamajikan nu pipisahan,ngoprek hate jalma,miceun hate jalma nu kedul, bedegong, harak,jeung sajabana…Sarua teu make sajen, menyan, atawa kudu wiridan atawa puasa… Istuning tina kakuatan diri…

Macan loreng, lodaya, maung loreng, ngajurus kana elmu2 heuras,saperti silat pamacan, sinuwun tilu jeung sajabana,nempo ti kajauhan,ngoet ti kajauhan, ngarusak jeung ngajaga supaya teu rusak…Teu make menyan,sajen atawa ngawirid jeung puasa. Estuning tina kakuatan diri…

Kunaon teu make wirid atawa puasa ? Saba eta mah jang ibadah ka Gusti Allah.. Teu meunang dipengkolkeun kana tujuan eta. Kunaon teu make menyan atawa sajen ? Kusabab lain menta bantuan jin,jeung kudu make aturan muslim.. Dimana ayeuna eta elmu2 teh ? Di nu tiluan…Teu bisa diteangan,ke oge datang…Datang ka saha ? Ka jalma2 nu geus ka ukur ka alusan jerona…Akidahna… Nu tiluan dimana ? Boa-boa nu sapopoe aya hareupeun anjeun…Wallahu’alam…

(Serat :8) Siliwangi Ki Santang

Hampura kasadayana nu ku kuring dianggap dulur. Kuring mah jalma bodo, teu ngarti kana elmu2 nu dicaritakeun ku kuring dina postingan2 kamari…Hampura kuring teu nunjukkeun jati diri kuring heula…

Sakitu heula ti kuring saparakanca,hampura ka sarerea nu maca…..Sugan kuring dibere keneh mangsa engkena ,jang mawa bukti nu bisa kaciri. Nu bisa karampa ku panca indra…Ngenaan Karajaan Sunda teh kumaha sabenerna…
Hampura kuring lain kumawani,kuring ngan nepikeun ngarah teu salah harti. Ampun paralun lain hayang kapuji,kuring ngajak ngoreh nu jadi misti…

Hormat Kuring
Nonggerak

(Serat :9) Siliwangi Ki Santang - Bahasa

Bahasa Resmi (Salah Sahiji Bangsa Jin).

Budala wiko wakajabu,reolna samu,majalate nedi,limo minuku. Wati ? Mandirene situ. Wendosima,mandakutu mina wadabu. Barok badar.Bentomalaku wakinasuta. 6 Bakawulu mastina biko,wastina maruk bisutana Siliwangi. Sutana Baduga, winggiwisesan Pajajaran. Mintuna baka,mintuna madui. Madui minggala ramaya naguro manusa.

Sutana naguro Sancang sumana kula ambarakuna,jumbuna bilu panggalipana Santang.

(Teu kabeh bangsa Jin ngarti bahasa manusa, Kitu deui sabalikna - red)

(Serat :10) Siliwangi Ki Santang - Khabar 1

Kuring menta hampura ka sarerea,ayeuna kuring nepikeun nu teu biasa,bangsa nu ku anjeun sok disangka di kuburan ayana,sabenerna kuring leuwih nyaho alam ti heula. Lain ngaliwat kanyaho nu can laksana,lain ngarampa mangsa kahareupna,tapi kuring boga elmuna,nu noong alam engkena.

Rek aya angin gede. Barudak ulah loba ulin ka luar,angina mawa panyakit. Rek aya angin gede pisan.

Panyakit ispa,jangar kana sirah,otak kurang suplay oksigen,aya sumbatan. Bakteri,virus, jeung jasad renik laina haliber. Ka seuseup. Narapel ka awak,kana kulit,buuk,kana panon. Panyakit Mencret oge.

Panyakitna teu ngahariwangkeun, angina nu ngahariwangkeun. Demam berdarah menurun.

(Serat :11) Siliwangi Ki Santang - Nonggerak?

Nonggerak ?

Kuring nonggerak,hartina kuring aya,katempo,katingali,kaciri sapopoena ku aranjeun. Tapi hanjakal teu dipalire. Wayahna kuring milu icikibung. Da geus wayahna. Geus mangsana. Kuring nyaah ka urang sunda. Nu geus lila tibra. Teu inget kana purwadaksina. Poho kana wiwitanana. Era mawa sundana.

Teu kudu gujrud kuring timana,kuring nyaah ka urang sunda,bangsa nu geus ampir leungit cirina,teu hayang kaciri sundana. Sunda ngan saukur tinggal ngarana,jalmana geus robah pindah wujudna,era ngaku jadi urang sunda. Kuring datang,kuring miang aya maksudna. Jang urang sunda sayaktosna.

Kuring hirup lain keur urang sunda,da bangsa jeung basa urang beda. Ngan ukur ku katalian jangji jeung manehna. Nu kungsi bareng ngalalana. Ngan hanjakal geus euweuh dikieuna. Kuring ngageuing jalma sunda,nu daek dihudangkeun tina tapana. Kuring rek datang,ka jalma-jalma nu alus kasundaanana.

Kuring saparakanca bakal datang,mantuan aranjeun,lain titah muja ka kaula. Ulah nitah ka kaula, atawa hayang nempo kaula. Tuturkeun we caritana, Carita urang sunda, nu ajeg ngaku urang sunda. Ayeuna geus mangsana.

wassalam Kuring… Nonggerak

(Serat :12) Siliwangi Ki Santang - Hoyong Pendak Sareng Nonggerak?.

Sumangga ka sadayana,nyanggakeun,abdi jalmi biasa. Bilih hoyong eces abdi saha, mangga tingal ku bathin salira. Abdi didieu ngantos bade iraha, teu kedah hariwang abdi yaktos aya,abdi percanten seueur nu tiasa,ngebrehkeun abdi ku elmuna. Sumangga lebet ku sukma,sumangga geura anggo elmu nu netra,

Sumangga geura buktoskeun cariosan salira,abdi ngantos nonggerak katingalna. Sing saha nu tiasa sa ecrag nyata,muka halimun di sakuriling kuring gaduh raga,eta tandana Ki Santang tea. Mangga di antos ku kaula. Kuring nonggerak ti sunda sami sareng salira sadaya. Abdi nyata,abdi aya.

Wassalaam
Nonggerak

(Serat :13) Siliwangi Ki Santang - Wicaksana.

Wicaksana Sing saha mawa tanda,hiji jalma nu wicaksana,geura ngagero anjeun aya dimana,ngarah buru ngahiji jeung nu geus aya.


(Serat :14) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 1.


Sri Baduga Maharaja raja sunda nu ngawasa,nu katelah sarua jeung Hyang Dewata, sakti mandraguna,pageuh nyekel kayakinan lila,kayakinan ka Hyang Widi. Saha nu nyangka aya guratan beda, robah ngagem nu leuwih misti. Hiji mangsa nu geus pisan lila,hawar-hawar ngadenge beja,aya pamingpin di hiji nagara nyekel elmu luhung tur wicaksana jeung pageuh kuat nyekel agama. Jorojoy aya hate suka, suka kana beja jeung kawentaranana,sugan bisa meunang batur nu sawawa.

Hiji mangsa tumiba kana takdirna, Baduga tepung jeung nu sawawa,pamingpin Nagara Kalifah ngarana,mere beja nu teu disangka.

Lain ngadu lain balitungan tungtungna,Baduga kalah kaburu rempag omongana,ucap jeung laku lampah nu lempeng aturan,kajeun boga kawasa nu sakitu gedena Baduga raja nu wicaksana,ngaku tina jero dasar manahna : Ieu geuning nu diteangan kamana-mana, ajaran jang ngajawab kahirupan anu fana.

Ku rohmatNa Hyang Wenang Sajati,Baduga nenjo kalawaning bukti,ajaran nu geus jadi misti,asa lewang bisi kaburu pinanggih jeung pati. Baduga nanya ka eta jalma, timana meunang kasaktian jeung elmuna,eta jalma ngan ukur ngasongkeun wasta, Kitab Suci

Qur’an ti Nu Kawasa. Istuning ku kanyaah MantenNa, bathin Baduga ngudupruk euweuh tangan pangawasa,sakabeh kasakten karasa euweuh gunana,kalimpas ku jajaran papatah nu netra 8 nyata.

(Serat :15) Siliwangi Ki Santang - Kanggo Ka Nu Tos Nampi Serat Ti Halimun.

Kanggo Nu Tos Di Calukan.
Anjeun nu geus digero ku halimun,geura beunta ulah ngalamun,geura ngahiji jiga sapu ayun,boga hate sarua rek ngawangun.

(Serat : 16) Siliwangi  Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 2

Hampura mun ageman Baduga loba nu teu sarua,keun urang handeuleumkeun dina jero iga,urang diajar hirup bareng bari beda,fitrah nu geus diciptakeun ku Allah Nu Maha Kawasa.

Kuring amit ka balarea,kuring ngan katitipan carita,bari kuring tetep ngarasa,jalma anu euweuh kabisa.

Wassalaam
Nonggerak

(Serat :17) Siliwangi Ki Santang - Hayu urang babarengan maluruh mana nu enya 1.

Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, sampurasuuun,kuring Nonggerak menta hampura ka sakabeh sepuh,kuring meunang parentah deui jang maluruh,sugan bisa urang nyaho carita anu puguh. Sumangga ka sadayana nu nyaah ka urang sunda,urang pagedrog make carita,teu meunang make rasa,urang kahareupkeun maksud mimitina,urang mimitian dina poena,nuturkeun carita nu teu puguh timana asalna,kuring mawa carita nu mistina,lain ngan saukur nu bisa katara.

Sawareh mawa carita nu asa enya,dumasar kana kitab nu jiga enya. Jieunan manusa nu teu kungsi aya dina kajadianana nu enya. Ngan hanjakal tarung carita sok pang hayangna diaku enya. Sawareh mawa carita ti kolot2na nu enya,ngeunaan kajadian nu teu kalakonan enya,ngan hanjakal ngabela ngan ku rasa asa enya,teu inget lambey manusa sok jauh ti enya. Sawareh ngan saukur ngadenge carita nu katingali enya,asa milu jeung katingali enya,keun wae carita jauh ti enya,jeung sarua hanjakal sok pa enya-enya.

Sawareh nungguan nu mana nu enya,hayang maluruh karuhun pituin nu enya,ngarah bisa nyulusup kana hate nu enya,ngarah teu haben unggal poe teu nyaho nu enya.

Sawareh teu paduli nu mana nu enya,da geus ngarasa euweuh patali jeung 9 kajadian nu enya,jeung ngarasa euweuh untungna malire nu enya,nu penting bisa hirup jadi jalma enya. Kuring ngawakilan jalma nu ngalaman nu enya,dumasar kanu karasa,katingali,kainget nu enya,nu masih kumelendang ngalakonan di alam dunya nu enya,ngan ukur hayang nepikeun kajadian nu enya. Hampura mun ceuk aranjeun teu enya,hampura mun teu kasawang ieu enya,hampura ulah kabawa hate nu enya,hampura mun kuring mawa carita nu teu biasa enya.

Siliwangi kataji ku ajaran Islam, diajar jeung ngadatangkeun guru2 Islam,nepi ka ngaku dirina Islam,kunaon
bet gujrud mun dirina Islam ? Ki Santang Islam,jadi batur dalit jeung guruna jang nempo kalam,kajeun maranehna hirup beda alam,tetep pageuh mapay jaman nepi ka salah sahiji tinggal makam.

Ulah jadi bancang pakewuh,anggur geura haget urang maluruh,kuring panggih jeung nu kungsi wawuh,sugan jeung sugan ieu anu puguh.Lain teu hayang anjeuna mawa bukti ka kiwari,ngan hanjakal nu tiluan can wani ngahiji nunjukeun ciri,anjeuna oge teu bisa sangeunahna nyiliwuri,kawatesan ku aturan makhluk dina diri.Anjeun makhluk,kuring makhluk, anjeuna makhluk,oge nu geus tilar makhluk. Anjeun mawa bukti,kuring mawa bukti,anjeuna mawa bukti,makam nu tilar jadi bukti Kuring wawakil nu di amanatan,ngaikhtiaran nu ngahandeuleum lain di wetan,sugan jeung sugan tinekanan,geus aya mah moal beunang beak dihakan. Bari ngahaok ka urang sunda,naha sawareh teu percaya ka Sri Baginda,nu geus ngahaja neundeun benda,jang bekel aranjeun nu geus lawas ka tunda.

(Serat :18) Siliwangi Ki Santang - Hayu urang babarengan maluruh mana nu enya 2.

Ceuk Saha?

Ki Santang nu ngahandeuleumkeun anakna? Ceuk Saha Baduga ngagem keneh kayakinan lilana? Ceuk saha panggih jeung nyabut iteuk Sayidina Ali nu beda jamana? Rek nepi ka iraha aranjeun urang sunda euweuh sajarahna? Lamun carita Cirebon bener ayana,lamun carita Sumedang bener ayana,lamun carita Subang bener ayana,lamun carita Bogor bener ayana,Kunaon Pajajaran tetep euweuh laratanana? Kunaon aranjeun euweuh nu bisa nunjukkeun ayana di mana?Mun Ki Santang anak manusa,kunaon sarua teu ninggalkeun sesa, padahal Ki Santang sarua makhluk teu wasa,sarua ciptaan Gusti Nu Maha Esa.

(Serat: 19) Siliwangi Ki Santang - Ngeunaan Hiji Jalma.

Ngalengkah laun katebak angin mapai-mapai kebon eurih.Ngahaleuang hawar-hawar tembang pinuh ku kapeurih. Hiji lalaki ngalakonan dunya bari hate ngagerih. Asruk-asrukan neangan jalan hirup teu malire suku barabak katurih. Hayang geura balik nimuan indung bapa,hayang geura balaka yen diri asa teu wasa,hayang geura balik kapangkuan aranjeuna jiga keur budak harita,hayang bisa ceurik nepikeun sakabeh nu karasa. Tapi iraha ?

Engke hiji mangsa bakal panggih jeung jalma jiga kuring,ceuk Siliwangi ka Ki Santang. Nu jiga kumaha ? Nyaeta jalma nu ngajadikeun nanaon cukup ku gerentes. Bisa ngahaokan angin,bisa marentah guludug,bisa nyalukan cai,bisa ngigelkeun seuneu. Bisa nyaho gerents hate batur,bisa ngagulak gilek hate batur,bisa ngawasa awak batur,bisa nyaho kahareup bakal kumaha.

Bisa ngubaran panyakit nu euweuh ubarna,ngahudangkeun nu lumpuh sakahayangna,bisa ngodok ka jero awak manusa sejena,bisa ngarusak jero awak batur ukur ku gerentesna,bisa mawa suka loba manusa,oge bisa mawa karusakan ka jalma loba.

Ngadeg ka dunya bari teu sarua jeung sejenna. Istuning pinuh ku kabingung ngahartikeunana. Euweuh jalma nu kungsi bisa ngebrehkeun nu ditanyakeunana. Ngan ukur bisa ngaheruk nginget kana nasibna. Ya Allah aya naon ieu teh ? Ya Allah saleresna saha abdi teh? Ya Allah bade kumaha abdi teh? Ya Allah kedah kamana abdi teh? Sajuta kabingung nyurulung,bathin jumerit menta tulung,ngan ukur bisa nuturkeun jalan euweuh tungtung,bari nungguan katerangan ti Nu Maha Agung diuk di juru bari neuteup ka langit,ceudeum sarupa jeung bathina nu jumerit,dibulak balik tetep ngarasa aya nu leungit,sakabeh nu kalakonan pait.

Lumpat ka nu bisa niat rek tumanya,geuning angger keneh teu bisa nerangkeun nu ditanya,lumpat nepi karasa geus ditungtung dunya,tapi bathin tetep asa beda dunya. Beda beda beda jeung beda,kalah sering disebut jalma 11 rada,fitnah jeung kanyeri lalar liwat ngajewang dada,ngan ukur bisa nyarita bari dareuda. Hatena ukur bisa ngarenghik,ceurik balilihan disangka ku jalma loba jelema musyrik,Gusti Allah,Demi Allah abdi sanes musyrik,jagi bathin abdi ulah musyrik,Gusti abdi tulungan,bathina ceurik ngabangingik. Diusir tina kumpulan kulawargana,disebut budak euweuh baktina,disebut jalma loba dorakana,dirina mung bisa tumarima narima nasibna. Carita hiji budak manusa,nu diciptakeun teu jiga manusa,mapay jalan lain paragi manusa,tetep manusa?
Nepi ka hiji mangsa pinanggih jeung nu diteangana,aya jawaban nu salila ieu dikorehan dimana-mana,geuning sakabeh aya maksudna. Geus kuduna tinekanan kana waktuna,datang nyelesep kana sukmana,ngartikeun sakabeh kabingungna,negerkeun sakuriling manahna. Hadir dina ngimpina,negeskeun kudu kumaha manehna,ngarah mangfaat sakabeh nu dipibogana,jang memener karusakan dunyana. Sairing cahya nu nyaangan kalbuna,hadir guru nu salila ieu geuning nalingakeun teu aya petotna,guru nu teu dinyana eta ngarana. Teu langsung percaya kana omongna,da rumasa teu katempo wujudna,sieun goreng balukarna,komo mengpar tina kayakinan agamana. Kayungyun ku sabarna,eta guru nuturkeun kahayangna,nepi ka pinanggih ku sorangan hartina,nungguan nepi ka ikhlas narimana. Hiji guru lain ti bangsa manusa,dibantuan ku baturna opat welas ayana, dikudukeun nalingakeun jeung ngagiring jalana,nepi ka siap jang ngalalana.

Guru nu nunjukeun kudu kumaha,guru nu nunjukeun aturan agamana,guru nu nerangkeun rek kumaha,guru nu menerkeun mun aya salahna.
Guru nu jadi guru baheula,nu kungsi ngaguruan karuhuna,nu mingpin Karajaan Tatar Sunda, nu kaamanatan ngajaga jeung ngariksa. Sugan jeung sugan laksana,kajeun geus tangtu loba hahalangna,mugi Allah ngalangsarkeun jalana,dibarengan keukeuh pageuh nyekel akidahna.

Alhamdulillah hiji dua panggih jeung buktina,hiji dua kabuktian caritaan guruna, hiji dua aya nu milu sairing ngusahakeunana,hiji dua ka ubaran nalangsana.
Ngoreh kasundaan nu tinggal sesana,mapay galeng neangan nu sarua nyaah kana kasundaanna,ngasruk leuweung dibarengan kaludeung,bari memener jalma nu keur baluweng. Nyoba ngageuing urang sunda nu sakitu reana,nyalukan geura buru inget barangbang semplak dina sirahna,ngarah teu geura leungit ciri nu mustari dina dirina.
Lain ngarasa asa pang sundana,lain ngarasa asa pang bisana,lain ngarasa asa pang aingna,tapi ngarasa nyaah ka kasundaana.

Geus aya nu tiluan maturan,kari nungguan tinekanan,bari tetep inget kana wiwitan,euweuh mahluk nu aya dina kalanggengan. 12 Pun Sapun Kuring Jurungkeun,nyampeur nu dihandeuleumkeun,tunda poho nu bareto,nu mangkuk di saung butut. Menta dijurungkeun ku nu diamanatan,muka sesa nu dihandeuleumkeun di daratan,nu ampir kapopohokeun jaman,kajadian di saung jalma duaan.
Sakabeh carita geus ngaruntuy jeung buktina,mang taun-taun diebrehkeun sawareh-sawareh,istuning runtuyan carita nu loba hartina,sajarah Pajajaran nu geus pageuh katoreh. Tadina hate teu narima bari mangmang ,nempo untuyan sajarah jiga di awing-awang,anging kersaning Gusti geuning bisa kasawang,dibarengan muntang ka Pangeran bisi nyalimpang. Ngan ukur bisa sumujud ka Nu Kawasa,padahal diri teu rumangsa bisa,mugia tinekanan ka nu jadi mangsa,ngawujudkeun amanat ngadegkeun deui ieu bangsa. Jang sakabeh urang sunda,nu ngarasa rahayat sunda,ulah poho aranjeun sunda,geura wani ngaku bangsa sunda

(Serat :20) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 3

Kacaritakeun
Baduga mulang bari mawa kamelang,geuning manahna saparat ngalalana kalah mawa kamelang,geuning nu tadina tandang malik jadi manggul kahariwang,

Baduga beak dengkak mulak-malik uteuk jang ngaleungitkeun nu jadi baluang. Dimimitian ku tekad awaking hayang ngudag nu sajati,Baduga mulang ka lembur mawa hiji bukti,yen diri manusa sakumaha wae disebutna sakti, euweuh nu bisa nandingan ajaran ieu nu bakal mawa mukti.
Bari ngaliwatan poe-poe nu jadi sesa,Baduga ngamimitian muka hate jang papatah Nu Maha Kawasa,beuki jero asa beuki euweuh tangan pangawasa, hate melang bisi teu kaburu mayaran dosa.

Dibarengan ku niat anu kuat,Baduga muntang menta diajar nepi ka parat, ngarah bisa bisa tengtrem nyanghareupan sakarat,ngarah kaburu keneh bebekelan nyanghareup akherat. Ku kersana Nu Maha Kawasa,sobat dalitna tungtungna balaka bari teu maksa,ngaenyakeun eta ageman jang nyalametkeun bangsa manusa,ngarah di akherat engke teu meunang siksa.
Ki Santang leukeun nuturkeun ti taun ka taun nu geus kaliwat, hayang milu menerkeun kahirupan Baduga nu jadi sobat,nepi ka tinekanan baturna tobat, sujud syukur ka Allah dipaparin waktos teu nepi ka telat. Robah jaman,robah mangsa,robah cara nempo dunya,emutan Baduga teu ngan ukur ngudag-ngudag dunya,geus ngamimitian nyawang alam saenggeus alam dunya, bari diomat-omatan sobatna ulah ninggalkeun kawajiban dudunya.

Baduga tungtungna nyekel pageuh ageman ka-Islam-an. Nu bakal mawa robah sajarah 13 kahareupna rahayat Pasundan,silih genti jeung Santang nyiarkeun ieu ageman,babarengan naratas jalan jang ngadegkeun kabeneran.
Mimiti eta Baduga ngarobah ngarana,di julukan Sunan Rohmat ayana, dimakamkeun haying jiga rahayatna,ngan ukur menta do¢a ti anak-anakna. Gelar anyar jang ngukir kayakinan anyar, Tah ayeuna geus diterangkeun Baduga teh siliwangi nu disebut Sunan Rohmat tea.

(Serat :21) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 4

Moal enya ari karajaan talukanana boga masjid agung, ari pamarentah pusatna teu boga? Lamun pamarentah daerah kabeh Islam, maenya pamarentah pusat Hindu? Intina pamarentah pusat pasti Islam, rajana oge. Sri Baduga Maharaja teh Islam,mun hayang bukti,tingali karajaan talukana, Islam lain? Mun Hindu,sunda bakal didominasi ku Hindu,aya tapak arca-arca Hindu. Eta buktina ! Eta buktina !

(Serat :22) Siliwangi Ki Santang - Kunaon Pajajaran Leungit?

Penghianatan ti jero istana,kalakuan Satria Hideung,leuwih ngora ti Sri Baduga Maharaja,anak bibina…,lalim,mawa pasukan rorokidul,siluman-siluman jabrig saawak-awak,bentrok maung jeung pasukan rupa-rupa bentukna. Pajajaran luhur gunung,dihandapna dikuriling sawah-sawah, maung-maung diposisi sawah-sawah,dayeuh geus dikepung, luareun sawah-sawah,euweuh jalan kaluar. Pasukan musuh mawa siluman-siluman. Dibantuan rorokidul,dayeuh dikepung, Bakal loba korban,Sri Baduga Maharaja jeung nu tetep satia ngaraleungit,kabur ka kidul,malipir gunung,ngajauhan dayeuh.
Dayeuh paburisat,rahayat kalabur,nu nyesa pasukan Satria Hideung,kabingungan,dayeuh ngemplong euweuh eusian. Musuh ngabagi,ngudag ka lima jalan,dayeuh molongpong,Ki Santang nutup ku halimunan,jadi leuweung geledegan. Musuh paburisat beuki teu ngartieun. Ngarumpul di hiji tempat luareun dayeuh nu nepi ka ayeuna pinuh ku siluman,nungguan mangsa muka halimunan.
Ayeuna eta tempat jadi tempat pamujaan,jang nyegik,melet jeung sajabana. Nu ku aranjeun dideukeutan kamari bari leumpang opatan. Curug tujuh. Tisemet eta Ki Santang ngarasa dinyerikeun Nyi Dewi, pangawasa laut kidul.. Nu ayeuna beuki ngarajalela,ngawut-ngawut akidah manusa. Dayeuh tetep dikepung. Nu ngadeukeutan atawa boga niat napak tilas ka dayeuh bakal digoda, dipengkolkeun ka tempat muja. Siluman-siluman disebar neangan nu bisa muka dayeuh. Can kapanggih. Eta nu dipikahariwang Ki Santang. 14 Kunaon bet titah bisa nyumput dinu caang. Can kuat ngalayanana,moal bisa ngalawan siluman-siluman eta ngan ku opatan,komo bari teu yakin mah. Matak cilaka. Ulah nanyakeun ka Ki Santang kunaon can muka. Tingali ka aranjeun opatan,tingali diri, can siap anjeun,loba kasieun,teu wani. Padahal geus waktuna,kudu pageuh pacekel-cekel leungeun. Anjeun teu nyaho naon nu bakal disanghareupan engkena. Siluman. Nu kungsi ngancurkeun Pajajaran. Ulah nyalahkeun guru kuring. Anggur giatkeun diri,meungpeung aya keneh umur. Sing boga tapak nu mulia jang balarea saencan aranjeun tilar dunya.


(Serat :23) Siliwangi Ki Santang - Keur Nu Dicalukan.

Bisi aranjeun hayang leuwih telek kana diri aranjeun sorangan,kuring InsyaAllah bisa mantuan mapay nu ku aranjeun geus kungsi kaliwatan,sakalian nunjukeun yen kami teh lain heuheureuyan,istuning ngalengkah satekah polah ngusahakeun jang nyukcruk galur ngarah bisa ngadeg deui urut Pajajaran.. Kanggo Ceu Ambu, saha nu boga dedegan lalaki sedeng eta ? Dedegan kyai seseg,osok mere papatah nu niiskeun hate lain? Osok datang kana ngimpi lain? Make baju bodas, panjang nepi ka satengah bitis,sok disebut Ki Haji lain? Geus lawas bareng ngabaturan lain?
Kang Ema, kalem,pinuh kayakinan,sarua anjeun oge keur nungguan,hayang bisa muka nu jadi wiwitan. Hayu urang geura ngamimitian,didasaran ku sarua nyaah kana kasundaan. Bisi aya nu can kapanggih nu ku anjeun diteangan,sugan kuring oge bisa saeutik mantuan,ngarah mangfaat kana kasundaan,kuring aya.

Kang Tirta, kuring nyaho anjeun geus boga jawaban,ulah salempang nepikeunbebeneran, geura milu babagi nanjeurkeun Kasundaan,geus mangsana urang ngalengkah babarengan. Kuring apal anjeun geus lawas nungguan,ieu mangsa jadi kanyataan, kajeun teu kaharti mun dipikiran,ulah ngan ukur dijadikeun lamunan.

Kang Tirta, kuring nyaho anjeun boga jawabana,ulah hariwang geura tepikeun kabalarea, salam ka anu sok mere anjeun beja. Urang bareng ngaguar deui sajarah sunda, nu geus lila ngacapang ku reka-reka. Kuring bakal datang,sugan saeutik bisa mere caang, ngarah mere hiji kayakinan,nu ayeuna ngan ukur kasawang. Kuring wakil ti Sancang, nepikeun nu kudu ditepikeun,ngajaga nu kudu dijaga,mulangkeun nu kudu mulang.

Salam ti kuring saparakanca. Ua Duq, ulah era miluan,da nu kieu mah moal kaharti ku akal pikiran. Sabab urang sakabeh mahluk ngan saeutik nu dibikeun ka urang-urang,uteuk urang aya watesna,moal bisa maca kajadian sakabeh alam. Anjeun ge pan teu bisa nerangkeun kunaon sok kaimpikeun jalma make komprang hideung,iket hideung,barangbang semplak,nu sok rajeun datang nepungan,kajeun ngan kana ngimpi anjeun wungkul? Ulah era,lain ukur anjeun nu ngalaman,sing tumarima dicalukan.

Mang Ucup, bisi panasaran elmu naon wae nu aya di Pajajaran,kersaning Gusti sugan kuring bisa mantuan.

(Serat :24) Siliwangi  Ki Santang - Kanggo Nu Dicalukan

Kang Ema, ke oge datang.
Ua Duq, Susuktunggal lin? Ceuk Ki Barangbang Semplak nu sok make iket? AyaSanding Taman, Nyi Galuh,Dewi Anggraeni,Siti Masyitoh,Siti Hotijah,nu mana? Inget kuring lain Baduga,kuring nyaho mun harita dibejaan ku Baduga. Nu dirusiahkeun manehna ka kuring mah teu nyaho.

Kang Iman, lain incuna incu Baduga nu hianat teh,tapi ti anak bibina,dedegana jangkung leutik, boga hubungan deukeut jeung Majapait,rorokidul,teu dibantuan ku Gunung Jati. Baduga awakna teu jangkung. Rada lintuh.

Kang Iman, Lemah Dewasasana,Jaya Dewata,Jaka Lalana,Dewa Jagat Nata,jeung sajabana mah ngan ukur landihan…Kuring leuwih ngeunah nyebut Sunan Rohmat. Saha nu kungsi hirup jaman baheula,nepi ka nyaho taun-tauna. Karunya teuing Baduga diduruk ditungtung hirupna,padahal anjeuna mulang dibarengan katenangan dina bathina. Saha nu nyaksian Baduga sapopoena,nepi ka apal bukur-bukurna,watir teuing disangka euweuh jasana,padahal boga ngaran nu sakitu ahengna. Saha nu milu nempo jalan hirupna, nepi ka yakin asa milu ngalamana,deudeuh teuing disangka jalma loba dosana, padahal gede baktina.

Kang Agus, ari Batarakarang di jaman kiwari rek dipake jang naon? Jang narik harta? Aya anu kabuktian? Moal..Batarakarang loba dipake jang nyedot duit 16 jsb. Disebut BK. Elmu nu dipiboga Sri Baduga keur can pindah ka Islam,kadugalan oge. Dipiceun teu dipake saenggeus asup Islam.Aya jimatna,bentukna jiga kalong. Hirup mun dibere getih.

(Serat :25) Siliwangi Ki Santang - Kanggo Nu Dicalukan.

Kuring nonggerak, saacana menta dihampura ka balarea,rumasa make basa nu garihal karasana, supaya euweuh nu ngarasa dibeda-beda,kuring ngahaja make basa sunda nu ayeuna. Kuring nonggerak,teu ngarasa mikaboga elmu luhung ayana,kuring ngan ukur makhluk biasa, nu sapopoe kumalendang di alam dunya,nuturkeun cai kamana ngucurna. Kang Agus Pakusarakan, eta ajian kungsi jadi cecekelan sobat kuring, Ngan hanjakal dipake bari ngandelkeun bantuan bangsa kuring, eta oge nu teu ngarti kana aturan,da sabenerna teu meunang dina agama. Kuring teu wawuh jeung nu sabangsa kitu,kajeub ajiana kuring bias,lain mawa waluya.
Kang Iman, kuring hormat jeung muji kana kategesan anjeun ngeunaan Baduga (Siliwangi), keun urang teundeun mun manggihan nu beda,urang gedekeun jeung hijikeun nu sarua, sabab urang kudu taki-taki mapag mangsa kahareupna. Kuring bungah nu euweuh papadana,geuning loba keneh urang sunda nu nyekel kasundaana, eta tanaga nu teu leutik gunana,jang ngalengkah nimukeun deui jati diri sunda nu ampir euweuh dikieuna.
Sakali deui Kang Tirta, keun kuring nu rek tandang,teu kudu ngahaja datang ka Sancang,kuring ti Sancang tilu ngawakilan sakabeh sancang, kuring katitipan salam sadulur ti Ki Santang.
Kang Ema,tuturkeun we caritana,ke oge bakal pinanggih jeung anu kuduna,tuturkeun we caritana.

Kang Roche, budak cicingeun hayang disebut budak baong? Teu kudu hariwang kuring bakal sabisa-bisa noong, ke oge ngalaman nu sok rajeun ngaliwat kana pikiran,sugan jeung sugan ku Allah diijinan. Kuring muji kana pikiran nu panasaran, sabab bakal metot jelema jang neangan, ngorehan sesa-sesa nu bakal jadi cecekelan, ngarah teu kasasab ka alam kangeunahan. Kang Dekky Mulyadi, nu ngawakilan budak kiwari mentingkeun eusi nu pondok bari nyari,teu ngan saukur hayang kaciri, mugi pinanggih jeung jati diri. 17 Waliwis Bodas, hiber di awang-awang,boga hate nu kerep baluang,nuturkeun indung suku mapay- mapay alam anu ngambang, muga anjeun hirup mawa seungit kembang. Waluya, hiji ngaran nu diudag ku sakabeh jalma di dunya,hampura kuring teu wani muka anjeun boga sukma,ari teu diijinan ku nu mikabogana.

Netta, Sunda bakal pinanggih deui jeung kadigdayaan,asal urang teu poho kana wiwitan, teu miceun nu geus jadi ciri kasundaan,teu ngaleungitkeun jasa jalma nu kungsi ngagedekeun Pajajaran.

Kang Kumincir, hampura kuring teu pati apal anjeun saha,ngan kuring teteg na hate anjeun jalma nu moal ngasaha-saha,kuring aya ukur ngahaok supaya sunda ngarasa lain nu saha, ngajak urang sunda leuwih ngahareupkeun usaha. Nitip salam ka urang lembur,kudu bisa duduluran kajeun lain dulur,urang babarengan geura nyukcruk galur,muka deui jalan jang ngaraketkeun sakabeh urang sunda sing asa jadi dulur.

Ceu Roro, hampura mun kuring salah tetempoan,ngan kuring tetep gede harepan,teu kahalang umur nu geus elat-elatan,urang mangfaatkeun sugan teu kahalangan. Hampura kanu geus disebutan ngan teu kaburu dikorehan,sugan isuk jaga aya mangsa digeroan.

(Serat :26) Siliwangi Ki Santang - Cirebon Menta Misah.

Cirebon menta misah lain kusabab Pajajaran lain Islam,aya hiji satria nu hayang leuwih meunang kakawasaan,ngahiji jeung karajaan tatangga nu geus lila mumusuhan, niupan hasutan supaya teu ngaku deui ka raja Pajajaran. Geus kasawang ku Siliwangi saacana, aya kajadian nu bakal ngarusak karajaana,kusabab Siliwangi boga hate nu wicaksana, milih malipir ngarah teu loba nu jadi korbana. Siliwangi geus teu pati ngagungkeun dunya, teu kabita ngan ukur ngudag-ngudag dunya,Siliwangi geus loba tafakur nyiapkeun bekel saenggeus dunya,ngarah tegep teger mun geus mangsana ninggalkeun dunya.

(Serat :27) Siliwangi Ki Santang - Deudeuh Teuing Sunda.

Kajadian kaluar tina kepungan geus lain kaanehan,loba kaalaman ku jalma-jalma kiwari nu milu peperangan,kunaon bet dianggap carita bobodoan,padahal ngaleungitna eusi dayeuh harita bener kanyataan. Teu kudu bingung kunaon Cirebon menta pipisahan,kajeun sarua Islam tapi beda prakprakan,katambah aya hiji jalma nu hayang kakawasaan,nepi ka tega menta bantuan raja nu ngamusuhan. Teu kudu disumput-sumput ratu laut kidul milu ngarusak Sunda,da kajeun kumaha geus loba pisan buktina,komo dicampur-campur jiga ajaran agama,beuki jauh mengkol hate jalma. Ka sakabeh urang Sunda,nu ngaku atawa henteu anjeun Sunda,sakeudeung deui moal aya bangsa Sunda,sakeudeung deui Sunda tinggal carita. Kuring ngan ukur bisa ngajak nempo diri,kuring ngan ukur nitah geura nempo ciri,saencan leungit ieu nagari,jiga beuki leungitna ngaran Dewi Sri. Geura sosonoan kana kecap Sunda,sabab Sunda bakal euweuh dikieuna,jiga kacontoan ku loba bangsa di dunya,nu ayeuna ngan ukur tinggal ngarana.

Deudeuh teuing sobat kuring Siliwangi,sakitu kungsi boga ngaran anu wangi,geuning bangsa anjeun bakal leungit ti ieu bumi,ngabarengan leungitna dayeuh diteureuy bumi. Pileuleuyan Sunda,pileuleuyan Baduga,nasib anjeun teu beda,ngan ukur jadi legenda. Geuning nu wani teu loba,ngan ukur saeutik nu nyaah ka Sunda,moal cukup jang ngalawan angkara,nu hayang keungit ieu Sunda.

Ki Santang lain mahluk abadi,sarua jeung urang sarerea teu abadi,kawatesan ku umur nu ditangtukeun ku Gusti,boa isuk geto Ki Santang mulang ka Gusti


(Serat :28) Siliwangi Ki Santang - Deudeuh Teuing Siliwangi.

Hiji mangsan lahir ka dunya hiji budak lalaki, leutik tur istuning ririwit eta budak lalaki, matak pikahariwangeun indung bapana, euweuh nu nyangka eta budak bakal terus aya dikieuna.

Ti leuleutik eta budak beda pipikiran, ngaleuwihan tina umurna, katempo beda jeung jelema sakurilingna. Siliwangi leutik niliktik hirup di alam pikirana sorangan, lolobana euweuh jalma nu bisa ngabaturan, kusabab loba pisan nu teu kaharti ku akal pikiran.
Mang taun-taun Siliwangi ngarasa sosoranganan, bongan mun mikir siga sakahayang sorangan, jiga nu teu malire kana omongan babaturan, kusabab Siliwangi bisa nyawang nu acan ka alaman.

Kersaning Gusti nu masihan widi, Siliwangi bisa marentah lemah-seuneu-angin jeung cai, boga kakuatan diri nu moal kaharti, Siliwangi gede jadi manusa nu bener-bener sakti.

Dina kahirupan nu loba sorangan, tungtungna pinanggih jeung nu sadia maturan, hiji makhluk nu beda kaayaan, istuning eta sobatna sabar ngabaturan.

Kapeurih dina kahirupana nu asa sosoranganan, ka ubaran ku hadirna sobat nu kerep ngadatangan, babaturan nu teu petot mamatahan, mere papatah nu mana nu meunang jeung teu meunang dilakonan. 19 Siliwangi leutik gubrag ka dunya, ririwit teu nyana bakal terus ngalalana, anging kersana Nu Maha Kawasa, kajeun jiga teu daya eusi awakna beda.

Siliwangi geus bisa ngahijikeun raja-raja satatar Sunda, anu cenah mah pangaruhna nepi ka Sumatra, kunaon saenggeus anjeuna tilar dunya, Sunda bakal ukur tinggal ngarana?

Deudeuh teuing anjeun Siliwangi Raja Sunda, dibere gelar anu mere wawangi ka nagari Sunda, ayeuna bet aya nu norehkeun anjeun ngarusak Sunda, nepi ka tega anjeun disebut mawa angkara murka.

Bener anjeun lain jalma sampurna, ngan kuring apal anjeun gede jasana, bisa mingpin Sunda nepi ka puncak jayana, bisa ngawangun tatar Sunda nu dipikaseuseub kutatanggana.

Deudeuh teuing Siliwangi sobat kula, geuning nu ceuceub ka anjeun beuki dieu beuki loba, geuning ngan saeutik urang Sunda nu masih keneh ngarasa anjeun urut raja Sunda nepi ka euweuh rahayat Sunda nu apal anjeun dimakamkeun dimana. Geura ngaca ka nagari Cina, nepi ayeuna apal tulisanana, bari susulumputan na jero hatena ngajungjung carita raja-rajana, teu kawas urang Sunda nu teu apal tulisan Sunda kumaha, jeung na jero hatena embung ngaku carita rajana.

Kuring ngan ukur bisa ngalengis bari nyurucud cimata, ngaheruk nuturkeun carita anjeun ayeuna, mun anjeun ayeuna aya keneh dikieuna, istuning anjeun bakal ngahelas kungsi diborojolkeun ka dunya.
Haturan simkuring Suadma, Haturnuhun kuring disebut Aswatama, kuring bungah disangka ngarang-ngarang carita, kuring ngan ngajak aranjeun geura nyaring jadi urang Sunda jiga baheula.
~Wassalamu’alaikum wr wb..
Kuring Nonggerek~

(Serat :29) Siliwangi  Ki Santang - Tanda Kembang 1.

Sampurasun,kuring ti Sancang Pakidulan, hampura kuring teu bisa nyebutkeun ngaran, sabab aya nu keur ditungguan, mantuan nu ngoreh dina pasesaan.
Kalakay jeung tutunggul, meunang pancen beurat kudu dipanggul, bari kudu pageuh leumpang lempeng luhur tanggul, bari keukeuh sirah kudu tungkul.
Kuring Kule, kuring ngagiring ieu jalma, ngarah bisa muka nu geus lawas teu bisa kabuka. dayeuh muka digantian ieu kembang.

(Serat :30) Siliwangi Ki Santang - Tanda Kembang 2.

Sampurasun,kuring ti Sancang Pakidulan, hampura kuring teu bisa nyebutkeun ngaran, sabab aya nu keur ditungguan, mantuan nu ngoreh dina pasesaan.
Kalakay jeung tutunggul, meunang pancen beurat kudu dipanggul, bari kudu pageuh leumpang lempeng luhur tanggul, bari keukeuh sirah kudu tungkul.
Kuring Kule, kuring ngagiring ieu jalma, ngarah bisa muka nu geus lawas teu bisa kabuka.
Kuring ngawakilan maung hideung, nu loba kapanggih di tengah leuweung, kuring kapaksa nyumput bisi dititah jalma teu hideng, nu sarakah menta muka sesa nu dihandeuleumkeun.
Kuring mawa Tanda Kembang, jang nunjukeun ieu jalma wawakil Sancang, ke dina mangsana nyanghareup tempat nu dianggap Siliwangi ngahiang, dayeuh muka digantian ieu kembang.
Kuring ngawakilan maung hideung, nu loba kapanggih di tengah leuweung, kuring kapaksa nyumput bisi dititah jalma teu hideng, 20 nu sarakah menta muka sesa nu dihandeuleumkeun.
Kuring mawa Tanda Kembang, jang nunjukeun ieu jalma wawakil Sancang, ke dina mangsana nyanghareup tempat nu dianggap Siliwangi ngahiang,
 Sumber www.salaka.net

Menag Minta Masalah TKI dan Haji Jangan Dikait-kaitkan

Bandung - Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar problem pengiriman TKI ke Arab Saudi tidak dikait-kaitkan dengan penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji hingga saat ini telah berjalan sangat baik. Bahkan setiap tahun selalu ada peningkatan kualitas pelayanan dari Arab Saudi pada jamaah Indonesia.

Hal itu diungkapkan Suryadharma Ali saat ditemui di Gedung Sate Jalan Diponegoro, Senin (27/6/2011). "Saya minta dipisahkan antara TKI dan haji. TKI memang ada persoalan, tapi Haji alhamdulillah tidak ada masalah," ujar Suryadharma.

Ia menuturkan hubungan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah Haji selama ini telah terjalin dengan sangat baik.

"Misalnya pada tahun kemarin, untuk pembuatan visa 235 ribu jamaah diselesaikan dalam waktu 1 bulan. Ini luar biasa, sangat memuaskan hubungan ini," katanya.

Suryadharma pun kembali menjelaskan peningkatan kualitas pelayanan haji lainnya. Misalnya pada tahun tahun 2009 di ring 1 yang jaraknya 2 km dari Masjidil Haram baru 27 persen dari total jamaah. Sementara di ring II yang jaraknya jarak 2 ribu meter sampai 7,5 km sebanyak 73 persen

"Pada 2010 di ring I meningkat jadi 63 persen, lalu di ring II 37 persen dan jaraknya yang semula sampai 7 km kini berkurang jadi 4 km," jelasnya.

Begitu juga di 2009 di Madinah, di Markazia yang berjarak 500-600 meter dari Masjid Nabawi yang semula 73 persen meningkat menjadi 95 persen di 2010. Belum lagi hubungan di bidang pendidikan dan pengembangan Quran.

"Jadi tidak ada masalah, tidak ada kaitannya antara problematika TKW dengan penyelenggaraan ibadah Haji. Kita berharap tidak dikait-kaitkan," katanya.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Musim Depan, Manajemen Persib Jangan Intervensi Pelatih

Bandung - Musim depan, manajemen Persib diminta untuk tidak mengintervensi pelatih yang menangani tim Maung Bandung. Sebab, dari segi teknis pelatih pasti punya kemampuan meracik tim, sementara manajemen tidak.

"Harapan saya Persib musim depan tidak ada intervensi dari manajemen terhadap pelatih. Tolong beri keleluasaan penuh pada pelatih," tegas Giantoro, mantan libero Persib era 1970-an saat ditemui detikbandung di Kantor Pengcab PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame, Senin (27/6/2011).

Musim ini, Persib punya komposisi pemain terbaik dibanding tim lain di Indonesia. Pemain asing, timnas, mantan pemain timnas, hingga pemain muda berkualitas duduk di skuad 'Maung Bandung'. Namun prestasi Persib tidak segemilang materi pemain yang dimiliki.

"Saya berpikir manajemen terlalu banyak intervensi pada pelatih, misalnya dalam perekrutan pemain dan pemain yang diturunkan di pertandingan. Padahal seharusnya pelatih tidak diintervensi," jelasnya.

Untuk musim depan, pelatih pun sebaiknya diberi kebebasan untuk merekrut pemain yang diinginkannya. "Pelatih sebaiknya dibebaskan merekrut pemain sesuai kebutuhannya," kata Giantoro.

Jika diberi kebebasan sejak awal, manajemen dan publik bisa melihat gagal atau tidaknya pelatih menangani 'Maung Bandung'.

Sebab jika ada campur tangan manajemen dalam hal teknis kemudian Persib tidak berprestasi maksimal, pelatih bisa beralibi ada campur tangan pihak lain.

"Tapi kalau diberi kebebasan, manajemen bisa langsung memecat pelatih jika prestasi Persib tidak memuaskan karena pemain merupakan pilihan pelatih," jelas Giantoro.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Gambaran Keadaan Kota Sekarang dan Kenangan

"Senandung Bandung 3" Diluncurkan di UPI 

BANDUNG, (PRLM), -Bandung dalam kenangan dan kenyataan, itulah inti dari isi buku antologi puisi "Senandung Bandung 3" yang diluncurkan Minggu (26/6), di FPIPS UPI, Jln. Setiabudhi, Bandung.
Prof. Yus Rusyana yang menjadi pembahasa antologi ini mengatakan, pokok-pokok yang terkandung dalam
"Senandung Bandung 3" berupa gambaran keadaan kota sekarang dan kenangan. Berupa gambaran alam sekitar, keadaan masyarakat, kisah dan peristiwa yang terjadi masa lalu dan sekarang, peristiwa sejarah, peristiwa pribadi, yang semuanya bertolak dari kehidupan kota.
Antologi ini juga bertutur tentang keadaan politik, sosial, ekonomi, budaya, yang dihadirkan dalam sindiran dan kenyataan. Semua terungkap dalam bait dan lariknya.
Sebagai karya sastra, kata Yus Rusyana, antologi ini mengungkapkan pengalaman estetis, sikap estetis, ekspresi dan kreasi, serta wujud dengan corak umum dan khusus. Dalam kaitannya dengan pembaca, antologi mengandung tujuan yang terselubung.
Tujuan itu berupa melahirkan dunia dalam cipta untuk menggapai keselamatan, kemanfaatan, dan kenikmatan. Tampak pula sikap menyair terhadap dunia dalam berita dengan cera memahami, menyindir, mengkritik, dan tidak memusuhinya. "Saya heran juga, walaupun para penyair itu sepertinya tampak urakan dan tidak peduli tetapi dalam dunia karya mereka tidak memusuhinya kotanya," demikian kata Yus.
Sebagai wujud karangan, para penyair dalam antologi ini juga mewujud dalam karangan yang sangat memperhatikan penulisan puisi, baik bait dan larik, irama, juga purwakantinya. Dalam penggunaan bahasnya tampak pada kata, frasa, kalimat yang menunjukan kebaruan-kebaruan yang dipilihnya.
Selain diskusi, acara ini juga diisi dengan pembacaan puisi dari para penyair yang karyanya termuat dalam antologi itu. Antara lain Ottih Rostoyati, Yooke Tjuparmah Soeriamidjaja K, Sutan Iwan Soekri Munaf, Nyayu Zulfia Hikmayanti, dll
sumber pikiran-rakyat.com
Due to its elevation, the climate in Bandung is cooler than most Indonesian cities and can be classified as humid; the average temperature is 23.6 °C (74.5 °F) throughout the year.[8] The average annual rainfall ranges from 1,000 millimetres in the central and southeast regions to 3,500 millimetres in the north of the city.[3] The wet season conforms with other Indonesian regions, around November to April.

Keteladanan Umar Bin Abdul Azis

Keteladanan Umar Bin Abdul Azis

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang paling disenangi rakyatnya. Banyak ahli sejarah menjulukinya dengan Khulafaur Rasyidin kelima. Saat menjadi khalifah, Umar pernah mengambil paksa harta yang dimanfaatkan keluarga khalifah karena melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan menyerahkannya ke baitulmal.

Umar juga membuat kebijakan menghapus pegawai pribadi bagi khalifah. Umar menekankan terjalinnya kedekatan hubungan antara pejabat dan rakyat. Umar juga berhasil menciptakan kemakmuran. Hal itu tergambar dari sulitnya mencari penerima zakat sehingga harta negara yang berasal dari zakat sampai menggunung. Menariknya, meskipun rakyat hidup makmur, Umar tetap hidup sederhana. Ia pernah membuat petugas protokoler terkejut. Pasalnya, Umar menolak kendaraan dinas karena lebih memilih binatang tunggangan miliknya sendiri.

Saat Umar sakit, Maslamah bin Abdul Malik datang menjenguknya. Maslamah melihat pakaian Umar sangat kotor. Ia bertanya kepada Fatimah, istri Umar, "Tidakkah engkau mencuci bajunya?" Fatimah menjawab, "Demi Allah, dia tidak memiliki pakaian lain, kecuali yang dipakainya."

Suatu ketika, Umar memanggil istrinya yang memiliki banyak perhiasan pemberian ayahnya. "Wahai istriku, pilihlah olehmu, kamu kembalikan perhiasan-perhiasan ini ke baitulmal atau kamu izinkan saya meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku tidak suka bila aku, kamu, dan perhiasan ini berada dalam satu rumah." Fatimah menjawab, "Saya memilih kamu daripada perhiasan-perhiasan ini."

Umar juga dikenal bersih dan jujur. Diriwayatkan Amr bin Muhajir, suatu hari salah seorang anggota keluarganya memberi apel. Umar lantas berkata, "Alangkah harum aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai." Amr bertanya, "Mengapa pemberian hadiah dari orang yang masih ada hubungan kekerabatan ditolak? Padahal, Rasulullah SAW juga menerima hadiah." Umar menjawab, "Sesungguhnya, hadiah yang diberikan kepada Rasulullah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap."

Dalam situasi Indonesia seperti saat ini, keteladanan Umar patut dicontoh. Pertama, hidup sejahtera adalah hak setiap warga negara. Islam menganut prinsip keadilan, tidak ada orang miskin di tengah orang kaya. Kedua, seorang pemimpin harus menjaga amanah rakyat. Karena itu, penyalahgunaan kekuasaan harus dihindari demi terciptanya bangsa yang makmur, sejahtera, dan damai.

Ketiga, kedekatan hubungan antara pemimpin dan rakyat perlu dibangun agar aspirasi rakyat bisa diterima langsung oleh pemimpin. Keempat, di tengah ekonomi yang sedang terpuruk, pejabat negara perlu menjaga perasaan rakyat. Sebagai khalifah, Umar memilih hidup sederhana dengan kendaraan dan pakaian yang sederhana.

Bandung, the capital of West Java province, located about 180 kilometres (110 mi) southeast of Jakarta, is the third largest city in Indonesia. Its elevation is 768 metres (2,520 ft) above sea level and is surrounded by up to 2,400 m (7,874 ft) high Late Tertiary and Quaternary volcanic terrain.[2] The 400 km² flat of central Bandung plain is situated in the middle of 2,340.88 km² wide of the Bandung Basin; the basin comprises Bandung, the Cimahi city, part of Bandung Regency, part of West Bandung Regency, and part of Sumedang Regency.[3] The basin's main river is the Citarum; one of its branches, the Cikapundung, divides Bandung from north to south before it merges with Citarum again in Dayeuhkolot. The Bandung Basin is an important source of water for drinking water, irrigation and fisheries, and its 6,147 million m³ of groundwater is a major reservoir for the city.[3].

Kelima, di tengah maraknya kasus korupsi, Umar memberi teladan bahwa seorang pemimpin harus bersih dan selalu memegang prinsip kejujuran. Keenam, kekayaan seseorang tidak bisa dijadikan dasar dalam menentukan strata sosial. Strata sosial seseorang adalah sejauh mana orang tersebut memiliki kesalehan sosial.

 


sumber : www.republika.co.id