-
-

Thursday, June 30, 2011

Wartawan Senior Chevy Ganda Tutup Usia

Bandung - Wartawan senior Chevy Ganda meninggal dunia sekitar pukul 13.00 di Rumah Sakit Immanuel Bandung, Kamis (30/6/2011) karena sakit. Wartawan yang telah mengabdi hingga 35 tahun itu, terakhir merupakan wartawan Pos Kota.

Chevy Ganda memulai karirnya di Harian Pos Kota pada tahun 1980. Ia menjadi koresponden Pos Kota untuk wilayah Jawa Barat. Sebelumnya selama lima tahun ia jadi penulis lepas di Harian Suara Karya.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Chevy sempat dirawat selama empat hari di RS Immanuel karena panas dan mengalami sesak, hingga tak sadarkan diri.

Menurut rencana, jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di Komplek Giri Asih, Jalan Girisari No 9 Ujung Berung Bandung

'Pak Haji' sapaan Chevy di kalangan wartawan, merupakan sosok bapak bagi wartawan di Bandung. Ia hampir dekat dengan semua wartawan, baik yang lama maupun baru. Selera humornya kadang mengocok perut. Jarang terlihat ia marah.

Pak Haji meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Rencananya besok pagi ia akan dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya. Selamat jalan Pak Haji, semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT

(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Juli Ini, BPS akan Survei Penduduk Berbasis Keluarga

Bandung - Mulai Juli ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei besar untuk data mutakhir dan terinci tentang keluarga di Indonesia. Nantinya data tersebut akan dijadikan rujukan berbagai program pemerintah.

Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi saat ditemui usai mengikuti acara puncak Peringatan Hari Kelurga Nasional 2011 di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/6/2011).

"Iya, jadi akan ada survei yang berbasis keluarga untuk berbagai kepentingan. Survei ini akan mulai dilakukan pada bulan Juli ini oleh BPS," ujar Gamawan.

Ia pun meminta dukungan pada pemda di seluruh Indonesia untuk survei ini. Data hasil survei nanti akan dijadikan basis data untuk berbagai program pemerintah. Ia mengaku, selama ini ada perbedaan data untuk berbagai program.

"Dengan survei itu nanti kita akan mengetahui berapa sebenarnya keluarga yang miskin sampai pekerjaan anggota keluarga. Sehingga jangan ada lagi data yang digunakan bervariasi. Untuk KB pakai datanya lain. Keluarga miskin juga datanya lain. Perumahan pakai data lain. Nah, dengan pendataan yang dilakukan nanti semua akan pakai satu data," tuturnya.

Hasil data survei nanti dikatakan Gamawan, akan berimplikasi pada arah kebijakan pememerintah ke depan. "Implikasinya luas, misalnya bagaimana pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, kualitas keluarga bahagia sejahtera, perumahan, dan lain-lain," katanya.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Dipecat karena Kenakan Jilbab, Hani Pun Gugat Ritel Beken

Dipecat karena Kenakan Jilbab, Hani Pun Gugat Ritel  Beken

REPUBLIKA, SAN MATEO - Habis sudah kesabaran Hani Khan. Ia semula diperkenankan mengenakan jilbab oleh manajer tempatnya bekerja, sebuah perusahaan ritel pakaian papan atas Abercrombie & Fitch, asal warnanya sesuai seragam perusahaan. Namun belakangan, ia dipersulit karena jilbabnya, bahkan kemudian berujung pemecatan.

Maka di pengadilan federal, ia menyeret kasusnya. Ia menggunakan dasar kebebasan mengekspresikan agama sebagai dasar gugatan.

Hani Khan mengatakan seorang manajer di cabang Hollister di Mall Hillsdale di San Mateo, Amerika Serikat mempekerjakan saat dia mengenakan jilbabnya. Manajer itu mengatakan "OK" untuk memakainya asalkan itu dalam warna perusahaan, kata Khan.

Empat bulan kemudian,  seorang manajer distrik dan manajer sumber daya manusia bertanya apakah ia bisa melepaskan jilbab saat bekerja. Lajang 20 tahun ini menggeleng. Dia kemudian diskors dan dipecat karena bersikeras menolak untuk melakukannya.

Ini bukan kali pertama Abercrombie melakukan diskriminasi. Belum lama ini, gugatan class action dilakukan oleh karyawan kulit hitam, Hispanik, dan Asia dan pelamar pekerjaan yang ditolak "karena alasan etnis". Perusahaan mengakui diskriminasi itu tidak ada, meskipun menerima saran pemerintah untuk  melaksanakan program dan kebijakan baru demi meningkatkan keragaman.

"Tumbuh di negara di mana hukum menjamin kebebasan beragama, saya merasa dikecewakan," kata Khan, sekarang mahasiswi ilmu politik, pada sebuah konferensi pers. "Kasus ini adalah tentang prinsip-prinsip dan hak untuk dapat mengekspresikan agama secara bebas dan dapat bekerja di negara ini."

Abercrombie membela diri, dengan mengatakan keragaman di toko-tokonya yang "jauh melampaui keragaman dalam populasi Amerika Serikat".

"Kami mematuhi hukum mengenai akomodasi agama yang wajar, dan kami akan terus melakukannya," kata Rocky Robbins, penasihat umum perusahaan. "Kami yakin bahwa ketika hal ini dicoba, juri akan menemukan bahwa kita telah sepenuhnya mematuhi hukum."

Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik AS di San Francisco datang setelah Komisi Equal Employment Opportunity memutuskan pada bulan September bahwa Khan dipecat secara ilegal. Gugatan Khan diajukan dalam hubungannya dengan gugatan EEOC.

Bagi Muslimah berjilbab, ini kali kedua dikecewakan perusahaan itu. Pada tahun 2009, Samantha Elauf, yang berusia 17 tahun pada waktu itu, mengajukan gugatan federal di Tulsa, Oklahoma, menyatakan perusahaan menolak dia untuk pekerjaan karena dia mengenakan jilbab.


sumber : www.republika.co.id

Suasananya Seperti Nyepi di Bali: Muslim India Peringati Isra Mi'raj dengan Menghabiskan Malam di Masjid

Suasananya Seperti Nyepi di Bali: Muslim India Peringati Isra Mi'raj dengan Menghabiskan Malam di Masjid

REPUBLIKA, MUMBAI - Banyak Muslim di kota Mumbai menghabiskan Rabu malam dalam doa-doa di masjid-masjid dan surau. Suasananya seperti Hari Raya Nyepi di Bali, dimana Muslim meminimalisasi diri untuk berada di luar rumah atau masjid dan meluangkan banyak waktu untuk berkontemplasi dan berdoa.

Mereka melakukannya untuk memperingati Isra Mi'raj, kenaikan Nabi Muhammad berabad silam ke akhirat.

Tempat ibadah di kota itu menampung jamaah dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Masing-masing khusyuk dalam doa.

Di India, Isra Mi'raj diperingati sebagai 'malam sakral' ketika Nabi diyakini telah melakukan perjalanan ke surga dan kembali. Menurut Quran, ini adalah acara khusus dalam kehidupan Nabi. Disebut "perjalanan malam" - Nabi memulai perjalanan dari Makkah ke Masjid Aqsa di Jerusalem dan dari sana ke surga. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah kenaikan Nabi ke surga adalah perjalanan tubuh atau pengalaman spiritual, semua orang mengakui pentingnya acara ini.

"Ini adalah malam yang diberkati ketika Nabi pergi ke surga dan menemui nabi-nabi lain, termasuk Musa dan Ibrahim. Ini adalah malam ketika Nabi menerima perintah tentang berapa kali umat Islam harus shalat dalam sehari. Banyak Muslim mencari pengampunan dari Allah pada malam ini, "kata ulama setempat, Maulana Mahmood Daryabadi.

Dikatakannya, saat Nabi kembali dari Mi'raj dan menyebutkan pengalaman spektakuler pada orang-orang di sekelilingnya, banyak dari mereka tidak percaya. Kemudian mereka pergi ke Abu Bakar, sahabat Nabi, yang juga menjadi khalifah pertama setelah kematian Nabi dan bertanya apakah dia percaya. Abu Bakar mengatakan ia percaya.

Sama seperti Abu Bakar RA, Muslim India adalah Muslim yang percaya pada perjalanan suci Rasulullah itu. "Selain mencari pengampunan, malam ini kami khusus berdoa untuk membangun perdamaian," tambah Daryabadi.


sumber : www.republika.co.id

Ungkapkan Rasa Sayang, Katakan I Love U Pada Anggota Keluarga

Bandung - Pada puncak acara peringatan Hari Keluarga 2011 di Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung Barat Kamis (30/6/2011), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengimbau keluarga di Indonesia untuk sering mengungkapkan rasa sayang pada anggota keluarganya masing-masing.

"Mari kita ucapkan i love you pada semua anggota keluarga. Seperti pada suami, istri dan anak-anak. Asal jangan sama istri tetangga," ujar Sugiri sambil berseloroh saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Karena esensi dari Hari Keluarga adalah untuk lebih memaknai arti keluarga. Momentum peringatan Hari Keluarga, kata Sugiri, hendaknya menjadi bahan renungan bersama bagaimana membentuk keluarga yang berkualitas.

"Untuk merealisasikan keluarga ideal, setiap anggota keluarga harus tahu, mau dan mampu menggunakan potensi dan kemandiriannya dalam memahami dan melaksanakan fungsi keluarga," tuturnya.

Mulai tahun 2011 ini Hari Keluarga Nasional yang sebelumnya disingkat Harganas pun berganti sebutan menjadi Hari Keluarga. Acara puncak peringatan Hari Keluarga 2011 ini dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pelaku Bom ATM BNI Tak Punya Kemampuan Bikin Bom Rakitan

Bandung - Pelaku pelempar bom molotov di ATM Bank BNI Jalan Dipatiukur dini hari tadi diduga berasal dari kelompok NII, tapi bukan NII KW9 yang dinilai hanya kelompok dengan motif penipuan. Pelakunya sendiri diduga belum bisa membuat bom rakitan sehingga menggunakan bom molotov dalam aksinya.

Hal itu dikemukakan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh, NAD, Al Chaidar. "Kelompok ini belum punya kemampuan merakit bom," kata Chaidar kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam diskusi nasional 'Pengaruh Terorisme Dalam Media Massa' di Aula Kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kamis (30/6/2011).

Chaidar sendiri belum bisa memastikan dari kelompok NII daerah mana pelakunya berasal. Jika dianalisis, kelompok NII yang ditangkap di kawasan Cibiru, Bandung, beberapa waktu lalu punya kemampuan beda dengan pelaku bom ATM BNI.

"Setahu saya kelompok Cibiru sudah punya kemampuan untuk buat bom (rakitan). Tapi kelompok (NII) lain juga masih ada yang gunakan bom molotov dalam aksinya," jelas Chaidar.

Menurut Chaidar, kelompok NII ada 14 faksi. Setiap faksi 'bersaing' untuk membuat teror. Sehingga, ia mengaku sulit memprediksi dari kelompok atau faksi mana pelaku bom molotov ATM BNI berasal.

"Dia kan ada 14 faksi. Masing-masing faksi ingin tunjukkan eksistensinya. Bagi mereka, kalau ada (faksi) lain melakukan teror bom, ada semacam persaingan (dengan faksi lain)," tandas Chaidar.

Chaidar menambahkan, pihaknya saat ini akan mempelajari kasus bom molotov ATM BNI untuk memastikan dari kelompok mana pelakunya berasal.

Sementara terkait aksi teror bom molotov, sambung Chaidar, hal itu juga pernah terjadi di Manado sekitar tiga bulan lalu. "Serangannya sama seperti itu," ucap Chaidar.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pelaku Bom ATM BNI di Dipatiukur Anak Muda

Bandung - Pelaku ledakan bom molotov di ATM BNI di halaman Toko Rabbani Jalan Dipatiukur No 44 Bandung, diduga kuat anak muda. Namun belum jelas apakah pelaku adalah pria atau wanita. Pelaku berkulit putih, tanpa kumis, dan tanpa kacamata.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh wartawan dari sumber kepolisian, pelaku mengenakan helm half face merah dan jaket parasit hitam. Pelaku juga mengenakan celana panjang hitam yang bagian bawahnya dilipat sedikit. Pelaku mengenakan sepatu kets.

Pelaku pun mengenakan tas selendang hitam yang bagian dalamnya berwarna merah. Tas itu ia simpan di bagian dada.

Aksi pelaku ini terlihat pada CCTV dalam bilik ATM. Pelaku masuk ke ATM sekitar pukul 02.12 WIB, sementara ledakan terjadi pukul 02.15 WIB.


(ern/ern)


sumber : bandung.detik.com

Kenapa Meninggalkan Shalat?

Kenapa Meninggalkan Shalat?

Oleh: Abi Muhammad Ismail Halim


Di dalam kitab Fiqus-Sunnah dikutip sebuah diskusi mencekam tentang orang yang meninggalkan shalat.  Di dalam Thabaqat asy-Syafi'iyah disebutkan bahwa Syafi'i dan Ahmad RA pernah berdiskusi tentang hukumnya orang yang meninggalkan shalat.

Berkata Syafi'i:  “Hai Ahmad, apakah menurut pendapat Anda ia kafir?”.  Ujar Ahmad:  “Memang”.  Syafi'i:  “Jika ia kafir, bagaimana caranya masuk Islam?”.  Ahmad:  “Hendaklah ia mengatakan:  Laa ilaha illallah Muhammadarrasulullah”.  Syafi'i: “Orang itu masih mempertahankan ucapan tersebut dan belum pernah meninggalkannya”.  Ahmad:  “Kalau begitu, ia masuk Islam dengan melakukan Shalat”.  Syafi'i:  “Shalat orang kafir tidak sah, dengan itu ia tak dapat dikatakan masuk Islam”.  Maka Ahmad pun diam, dan semoga kedua imam itu diberi rahmat oleh Allah SWT.

Membaca kisah itu aku teringat kembali nasihat Buya Hamka tentang shalat.  Nilai shalat itu kata beliau, ibarat angka satu di depan angka sepuluh, seratus, seribu, sejuta, semilyar atau bahkan lebih dari itu.  Kalau tidak ada angka satu di depan (atau nol shalatnya), maka berapapun angka nol di belakangnya, tidak akan ada gunanya.  Pantaslah jika demikian, karena bagi seorang muslim, shalat adalah amal yang mula-mula akan diperhitungkan, bukan kebaikan lainnya.

Memang berat mendirikan dan memelihara shalat.  Bahkan yang mengerjakan shalat pun masih kerap melalaikannya.  Apalagi iman kadang naik dan turun, hati sering berbolak balik.  Belum lagi kesibukan yang tak kunjung usai membuat waktu terasa kian sempit.  Tak terasa, shalat wajibpun akhirnya ditinggalkan juga.

Suatu hari, seorang pernah menasehatiku.  “Berusahalah untuk sedapatnya mengerjakan amalan sunah, karena ia adalah hadiah dari Allah, sekaligus benteng imanmu”.  Terus terang aku kurang dapat memahami kalimat pendek yang disampaikan dengan tulus itu. Yang pernah kupelajari di buku-buku pelajaran agama adalah bahwa, sunnah artinya jika dikerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa, amat sederhana.  Tapi apa maksudnya amalan sunnah dapat membentengi iman?

Ketika badan sedang  tak sehat, waktu tak banyak, tenggat waktu mendesak, baru sedikit demi sedikit kupahami maknanya.  Ketika badan sedang payah, atau kesibukan sedang memuncak, kadang kita terpaksa harus mengurangi ibadah.  Seorang yang terbiasa beramal sunnah tentu amal sunnahnya-lah yang mula-mula terpangkas saat imannya sedang turun, sehingga selamatlah amal wajibnya.  Jika kemudian diperbaharui lagi imannya, maka kembalilah dia ke tingkat semula.  Tetapi jika terus menurun, masih ada benteng amalan sunnah selanjutnya.  Shalat sunnah rawatib misalnya, akan menjadi benteng shalat wajib 5 waktu.  Demikian pula bacaan sunnah di dalam shalat wajib, menjadi benteng dari bacaan dan perbuatan wajib di dalam shalatnya.

Baru kusadari bahwa, kalau saja seseorang hanya sekedar melakukan amalan wajib saja (minimalis), maka dalam kondisi tertentu, ia akan berada di dalam bahaya.  Kalau shalat wajib sudah ditinggalkan, maka apa lagi nilai hidup kita di sisi Allah.  “Ya Robb, ampunilah hamba-Mu yang sering menganggap ringan dosa meninggalkan shalat, melalaikan, bahkan meninggalkannya, baik terang-terangan ataupun tersembunyi, sengaja maupun tidak”. Wallahu 'a'lam,

Penulis adalah sahabat Republika Online di Texas


sumber : www.republika.co.id

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Pemboman ATM BNI Bandung

Bandung - Sebuah mesin ATM BNI di halaman toko Rabbani, Jl Dipatiukur, Kota Bandung, dibom sekitar pukul 02.15 dini hari tadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (30/6/2011), ledakan hanya menghancurkan mesin ATM BNI. Ledakan tidak melukai orang karena keadaan di sekitar lokasi sedang sepi dari pejalan kaki, maupun pengguna ATM.

Hingga pukul 06.30 WIIB, polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno juga sudah hadir di lokasi untuk memantau.



(lrn/afz)


sumber : bandung.detik.com

Index Berita

Tingkat Kebobolan Kiper Cukup Tinggi

Tingkat Kebobolan Kiper Cukup Tinggi

Posisi penjaga gawang menjadi perhatian serius. Pasalnya, dari tiga kiper yang ditampilkan PERSIB pada LSI 2010-2011, angka kebobolannya sudah sangat mengkhawatirkan. Dari statistik penampilannya, Markus Haris Maulana, Cecep Supriyatna, dan Dadang Sudrajat, jika dirata-ratakan, mereka selalu kebobolan dalam setiap laga. Bahkan, Dadang yang tampil 222 menit dalam 3 pertandingan, rata-rata kebobolannya berada di angka 44,4 menit per gol. Itu artinya, dalam setiap pertandingan, kiper yang akrab disapa Bucek ini kebobolan dua gol.

Meski berstatus penjaga gawang nomor satu Indonesia, rata-rata kebobolan Markus pun tergolong sangat buruk. Dalam 19 penampilannya dalam waktu 1.553 menit, gawang Markus kebobolan 29 gol, atau bobol setiap 53,6 menit. Meski agak lumayan, yaitu 82,8 menit setiap gol, rata-rata kebobolan Cecep pun masih terjadi dalam setiap laga. Pelatih kiper, Anwar Sanusi sudah mengisyaratkan evaluasi serius di posisi penjaga gawang ini. ***

STATISTIK PENAMPILAN PENJAGA GAWANG PERSIB DI LIGA SUPER INDONESIA 2010/2011
NO.

NAMA
MAIN
MENIT
BOBOL
MENIT/GOL
23

Rizky Subagja

0
0
0

0
32

Dadang Sudrajat

3

222
5

44,4
55

Cecep Supriyatna

9

745

9

82,8
81

Markus Haris Maulana

19

1553

29

53,6



sumber : persib.co.id

Wednesday, June 29, 2011

Index Artikel

Rumah Keluarga Indonesia, Alternatif Solusi Problem Keluarga

Bandung - Pada Hari Keluarga Nasional (Harganas), DPW PKS Jawa Barat meresmikan pojok pelayanan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di Sekretariat DPW PKS Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta Bandung, Rabu (29/6/2011). Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Jawa Barat diharapkan bisa menjadi alternatif solusi bagi problem keluarga. Selain itu, RKI diluncurkan sebagai bentuk kegiatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

Ketua DPW PKS Jabar H Tate Qomaruddin Lc menyatakan, RKI merupakan program unggulan yang ditetapkan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PKS Jabar. Program RKI diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Sekretariat DPW PKS Jabar Jalan Soekarno Hatta Bandung, Rabu (29/6/2011).

"Kita berharap program-program yang digulirkan RKI Jabar ini dapat menjadi salah satu cara dalam membantu pemerintah untuk memecahkan problematika keluarga yang ada di masyarakat," kata Tate dalam rilis yang diterima detikbandung, Rabu (29/6/2011).

Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jawa Barat Hj Ummi Utami Dewi SP selaku penanggung jawab RKI tingkat wilayah mengatakan, para konselor yang berkompeten dalam masalah keluarga akan bertugas mengisi program pelayanan Pojok RKI ini.

"Selain itu arena penitipan anak (daycare) yang dilengkapi dengan aneka fasilitas permainan anak dan pengasuh juga disediakan di sini," imbuhnya.

Ummi menambahkan, untuk tahun 2011, RKI baru di tingkat provinsi. Rencananya, tahun depan target pendirian RKI meluas ke skala kota dan kabupaten.

“Selain itu juga akan dilakukan pembentukan Komunitas Sahabat Keluarga di 26 DPD PKS se Jawa Barat, sebagai sarana penguatan ketahanan keluarga Jawa Barat”, imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPW PKS memberikan penghargaan kepada 3 keluarga kader teladan. Kriteria keluarga kader teladan di antaranya meliputi usia pernikahan di atas sepuluh tahun, keluarga harmonis dengan keterbatasan yang ada tetap istiqamah dan produktivitas dakwah tinggi, serta`mampu mengembangkan potensi anak baik akademis maupun nonakademis.

Penerima penghargaan keluarga kader teladan masing-masing pasangan Ustaz Muhammad Ibrahim-Entin Kartini dari Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Suparman-Reni Susanti dari Cikampek Kabupaten Karawang, serta Drs Harom Ruslan-Erna Mahendrawati dari Cipanas Kabupaten Cianjur.

(tya/tya)


sumber : bandung.detik.com

Lomba Kesenian Tradisional di Lapangan Gasibu

ADE BAYU INDRA/"PRLM"ADE BAYU INDRA/"PRLM" PESERTA dari Kecamatan Gedebage menampilkan kesenian rampak kendang, saat mengikuti lomba kesenian tradisional, di Lapangan Gasibu, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (29/6). Acara yang diikuti sepuluh Kecamatan se-Kota Bandung itu, sebagai salah satu upaya memasyarakatkan dan melestarikan kesenian tradisional.* Fotografer:  ade bayu 1
sumber : www.pikiran-rakyat.com

Jangan Ada Intervensi dalam RUPSLB Bank BJB

Bandung - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) yang akan digelar akhir bulan Juli 2011 ini diharapkan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Aspirasi ini disampaikan oleh kalangan pengusaha di Jabar yang diwakili oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jabar. Dalam keterangan tertulisnya kepada detikbandung, Rabu (29/6/2011) Wakil Ketua Kadin Jabar Djonny Andhela berharap RUPSLB Bank BJB bersih dari intervensi pihak manapun agar tidak mengganggu kinerja keuangan bank itu ke depannya.

"Perbankan menjalankan bisnis kepercayaan, sehingga nasabah dan investor terus mencermati setiap perkembangan yang terjadi. Bahaya kalau bank mendapatkan intervensi, karena akan mencederai kepercayaan nasabah. Hal terburuk yang bisa terjadi ialah adanya penarikan dana pihak ketiga dan harga sahamnya jatuh," katanya, Selasa (28/6).

Berdasarkan pengumuman resmi Bank BJB, RUPSLB akan diselenggarakan pada Senin (25/7/2011) di Bandung. Agenda RUPSLB itu antara lain perubahan anggaran dasar perseroan dan pengangkatan direksi serta komisaris.

Dia mengatakan kinerja Bank BJB sejauh ini terhitung baik, dan keberpihakannya terhadap dunia usaha semakin terlihat. Apabila terjadi guncangan di dalamnya, kata dia, dikhawatirkan akan membuat kinerja bank pembangunan daerah itu malah menjadi mundur.

Masih menurut Djonny, para pengusaha berharap bank yang berkantor pusat di Bandung ini dipimpin kalangan profesional agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi regional, bahkan secara nasional.

"Pemilihan direksi merupakan hak pemegang saham. Namun, kalangan pengusaha berharap proses pemilihannya bersih dari unsur politis. Proses pemilihan direksi juga sebaiknya mempertimbangkan prestasi dan kemajuan yang telah ditorehkan Bank BJB selama ini. Sejauh ini kinerja Bank BJB cukup baik bahkan bisa menunjukan eksistensi. Ekspansi pun banyak dilakukan dimana mana, termasuk rencana IPO," katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y. Hidayat yang meminta proses pengangkatan direksi berjalan secara profesional.

"Tanpa menyebut nama dari eksternal atau dari internal, namun calonnya harus profesional. Apakah ada jaminan kalau calon dari luar akan membawa Bank BJB lebih berkembang?," ujarnya.

Deden mengatakan pemilihan direksi merupakan agenda internal perusahaan dan pemegang saham. Oleh karena itu, lanjutnya, proses pemilihan calon direksi harus terbebas dari intervensi salah satu pihak.

Pengusaha, sambungnya, saat ini mengapresiasi kinerja keuangan Bank BJB yang terhitung baik.

"Ini terlihat dari volume usahanya yang paling besar dibandingkan BPD lain," tukasnya.

(afz/tya)


sumber : bandung.detik.com

Takwa dan Fungsinya

Takwa dan Fungsinya

Oleh: Imron Baehaqi Lc

Takwa adalah bekal hidup paling berharga dalam diri seorang muslim. Tanpanya hidup menjadi tidak bermakna dan penuh kegelisahan. Sebaliknya, seseorang akan merasakan hakikat kebahagiaan hidup, baik di dunia mau pun di akhirat apabila ia berhasil menyandang sebagai orang yang bertakwa.

Kata takwa sudah amat akrab di telinga kita. Tiap khutbah Jumat sang khotib senantiasa menyerukannya. Bahkan di tiap bulan Ramadhan, kata taqwa pun menghiasi ceramah-ceramah atau kultum-kultum yang diadakan. Taqwa adalah bekal hidup paling utama.

Ketika Abu Dzarr Al-Ghifari meminta nasihat kepada baginda Rasulullah, maka pesan paling pertama dan utama yang beliau sampaikan kepada sahabatnya itu adalah takwa. Kata Rasulullah SAW, "Saya wasiatkan kepadamu, bertakwalah engkau kepada Allah karena takwa itu adalah pokok dari segala perkara."  [Nasr bin Muhammad bin Ibrahim, Kitab Tanbih al-Ghofilin li Abi Laits As-Samarkindi]

Secara lughah (bahasa), takwa berarti: takut atau mencegah dari sesuatu yang dibenci dan dilarang. Sedangkan menurut istilah, terdapat pelbagai pengertian mengenai takwa. Ibn Abbas mendefinisikan, taqwa adalah takut berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya. [tafsir Ibn Katsir, hal. 71]

Imam Qurthubi mengutip pendapat Abu Yazid al-Bustami, bahwa orang yang bertakwa itu adalah: "Orang yang apabila berkata, berkata karena Allah, dan apabila berbuat, berbuat dan beramal karena Allah." Abu Sulaiman Ad-Dardani menyebutkan: "Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang kecintaan terhadap hawa nafsunya dicabut dari hatinya oleh Allah." [Al-Jami li Ahkamil Qur'an, 1/161]. Sedangkan Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah menegaskan, bahwa hakikat taqwa adalah taqwa hati, bukan takwa anggota badan." [lihat: Ibn Qayyim al-Jauziyyah, kitab al-Fawaid, hal.173]

Umumnya, para ulama mendefinisikan taqwa sebagai berikut: "Menjaga diri dari  perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji dan dosa-dosa besar, serta berperilaku  dengan adab-adab syariah." Singkatnya, "Mengerjakan ketaatan dan menjauhi perbuatan buruk dan keji." Atau pengertian yang sudah begitu populer,  taqwa adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.

Dari definisi-definisi di atas menunjukan bahwa urgensi taqwa sudah tidak diragukan lagi, apalagi Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW. secara berulang-ulang menyeru kita supaya bertaqwa. Khusus bagi orang-orang yang bertakwa, Allah telah menjanjikan berbagai  macam keistimewaan atau balasan atas mereka, di antaranya: pertama, bagi siapa saja yang bertaqwa kepada-Nya, maka akan dibukakan baginya jalan keluar ketika menghadapi pelbagai persoalan hidupnya. (QS Ath-Thalaq: 2).

Kedua, memperoleh rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS At-Thalaq:3). Ketiga, dimudahkan segala urusannya (QS Al-Thalaq:4). Kelima, diampuni segala dosa dan kesalahannya, dan bahkan Allah SWT. akan melipatgandakan pahala baginya (QS Al-Thalaq: 5). Keenam, orang yang bertaqwa tidak akan pernah merasa takut, mengeluh, was-was  dan sedih hati (QS Yunus: 62-63). Ketujuh, mereka yang bertaqwa akan memperoleh berita gembira (al-busyra), baik di dunia maupun di akhirat (QS Yunus: 64).

Di samping memberikan motivasi, janji-janji yang terkandung dalam ayat-ayat di atas juga menjelaskan tentang keutamaan taqwa dan fungsionalnya terhadap problematika kehidupan seorang  muslim. Oleh sebab
itu, tidak semestinya bagi seorang muslim atau mukmin memandang remeh perkara ini. Pasal, taqwa berfungsi sebagai bekal hidup yang paling esensial dan substansial.

Lebih-lebih, bagi seorang pemimpin yang sedang memikul amanah dan tanggung jawab, bekal ketaqwaan tentunya sangat diperlukan. Tidak mustahil, seorang pemimpin, apa pun posisi dan levelnya akan  mampu  menunaikan tugas-tugasnya dengan baik, menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya serta dapat mencapai tujuan kolektifnya, apabila pemimpin tersebut membekali dirinya dengan ketakwaan kepada Allah.

Ibadah puasa Ramadhan tahun ini sudah hampir tiba. Kehadirannya merupakan momentum yang sangat berharga bagi kita untuk bermuhasabah dan berlomba-lomba dalam memperbanyak amal kebajikan sehingga kita betul-betul termasuk golongan insan bertakwa.  Wallahu'alam bis shawab.

Penulis adalah Ketua Bagian Dakwah dan Tarjih PCIM Malaysia

 


sumber : www.republika.co.id

Risnandar: Manajemen Persib Tidak Paham Sepakbola

Bandung - Manajemen Persib dan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dinilai tidak memahami sepakbola. Hal itu yang membuat prestasi Persib musim ini terpuruk dan hanya mampu finish di posisi 7 klasemen akhir LSI.

"Yang saya lihat, di manajemen tidak ada yang paham dengan sepakbola. Mereka hanya sekedar suka sepakbola," tegas mantan pemain belakang Persib era 1970-an, Risnandar Soendoro saat ditemui detikbandung di Kantor Pengcab PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame, Rabu (29/6/2011).

Selain tidak paham sepakbola, manajemen Persib pun dinilai Risnandar terpecah. Hal itu terlihat dari penunjukkan pelatih Daniel Darko Janackovic oleh konsorsium, sementara manajemen tim tidak menginginkan sosok pria berpaspor Prancis itu.

"Mungkin ada ego masing-masing. Kalau ada kesepakatan sejak awal (antara manajemen dan konsorsium) soal pelatih ini, semuanya akan berjalan mulus," jelas Risnandar.

Bahkan tidak cukup di situ, Daniel kemudian diganti Jovo Cuckovic. Selanjutnya, posisi Jovo pun digantikan Daniel Roekito.

"Sangat luar biasa, dalam satu musim kompetisi ada tiga pelatih yang gonta-ganti menangani Persib. Ini kan jadi pertanya, ada apa, kenapa," sindir Risnandar.

Pergantian dari satu pelatih ke pelatih lain, jelas menimbulkan dampak negatif bagi tim. "Bagaimana bisa bikin suatu tim bagus, sementara gesekan di manajemen berakibat fatal terhadap pemain dan tim," katanya.

Risnandar mengingatkan, hal semacam itu jangan kembali terjadi dalam persiapan Persib musim depan. Manajemen dan seluruh unsur tim harus punya visi-misi serta kesepahaman. "Kalau caranya seperti itu, akan saling tarik-menarik," tandasnya.

(ors/tya)


sumber : bandung.detik.com

Peserta Konferensi Rajab Bayar Tiket Masuk Si Jalak Harupat

Bandung - Meski berstatus peserta, namun para anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengikuti Konferensi Rajab yang digelar DPD I HTI Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung ternyata dikenakan biaya masuk untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Acara HTI sejak awal punya ciri khas, kita tidak terima dana atau bantuan uang dari eksternal. Makanya kita kenakan tiket masuk, hitung-hitung peserta mengorbankan sebagian rezekinya untuk berjuang," ujar Ketua Bidang Humas Panitia Konferensi Rajab HTI Jabar Nazar Ali di sela kegiatan, Rabu (29/6/2011).

Dijelaskan Nazar, kegiatan Konferensi Rajab cukup membutuhkan biaya besar. Makanya, uang dari penjualan tiket akan digunakan untuk menutupi biaya penyelenggaraan.

"Tidak hanya peserta, panitia juga membayar tiket dan semuanya ikhlas," ungkapnya.

Nazar mengatakan, biaya masuk untuk kelas reguler adalah Rp 50.000, VIP Rp 250.000. "Dan untuk yang ingin sambil berinfak karena punya rezeki lebih bisa mengeluarkan Rp 1 juta," jelasnya.

Selain menutupi biaya kegiatan, uang hasil penjualan tiket digunakan untuk biaya perjuangan dakwah. "Yang jelas ini untuk kegiatan dakwah," tuturnya.

Pantauan detikbandung, di setiap pintu masuk tersedia tempat penjualan tiket. Sebelum masuk para peserta diharuskan membeli tiket masuk. Hingga pukul 11.30 WIB, jumlah peserta konferensi ada sekitar 15 ribu orang.

(ors/tya)


sumber : bandung.detik.com

Pencak Silat Meriahkan Konferensi Rajab di Si Jalak Harupat

Bandung - Aksi pencak silat yang dibawakan sekitar 50 anak memeriahkan Konferensi Rajab 1432 H yang digelar DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (29/6/2011).

Begitu masuk ke lapangan sekitar pukul 08.30 WIB, para jagoan cilik itu disambut tepuk tangan meriah dan alunan takbir. "Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar," teriak para peserta di tribun stadion.

Sekitar 15 menit dari aksi pencak silat tersebut, kemudian masuk lebih dari 50 anak lainnya dengan memakai baju putih dan sebagian lagi berwarna hitam. Hal itu pun membuat sekitar 15 ribu tamu undangan yang hadir di stadion memberi tepuk tangan dan takbir.

Tidak hanya memasuki lapangan, mereka juga mengelilingi lapangan sambil membawa bendera kecil berukuran sekitar 5x5 centimeter berwarna putih.

Pantauan detikbandung, di area stadion terlihat sebuah pangging berdiri di dekat tribun utara. Sementara tribun utara tersebut tidak diisi tamu undangan.

Namun, tribun lain sudah ditempati cukup banyak tamu undangan dari berbagai daerah. Terlihat, tamu undangan laki-laki dipisahkan tempat duduk dengan tamu perempuan. Tamu laki-laki menempati tribun VIP, samping selatan dan utara, serta tribun selatan. Sementara perempuan ditempatkan di tribun timur.

Hingga pukul 09.00 WIB, para tamu undangan masih berdatangan. Mereka yang sudah hadir di stadion di antaranya berasal dari Banjar, Ciamis, Kota dan Kabupaten Bandung. Usai salah satu rangkaian dari pembukaan tersebut, terdengar lantunan ayat suci Al-Quran.


(ors/tya)


sumber : bandung.detik.com

Mengenal Sejarah Aksara Sunda Bag 2

Sistem penulisan Aksara Sunda Baku

 Aksara Swara



1. = a = é = i = o

2. = u = e = eu

b. Rarangkén di bawah huruf


1. panyuku, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [u].
Contoh: = ka → = ku.

2. panyakra, menambah konsonan [r] di tengah suku kata.
Contoh: = ka → = kra.

3. panyiku, menambah konsonan [l] di akhir suku kata.
Contoh: = ka → = kla.

c. Rarangkén sejajar huruf


1. panéléng, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ɛ].
Contoh: = ka → = ké.

2. panolong, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ɔ].
Contoh: = ka → = ko.

3. pamingkal, menambah konsonan [j] di tengah suku kata.
Contoh: = ka → = kya.

4. pangwisad, menambah konsonan [h] di akhir suku kata.
Contoh: = ka → = kah.

5. patén atau pamaéh, meniadakan vokal pada suku kata.
Contoh: = ka → pamaeh = k.


Angka



- = 1 = 2

- = 3 = 4

- = 5 = 6

- = 7 = 8

- = 9 = 0


Dalam teks, angka diapit oleh dua tanda pipa | ... |.
Contoh: || = 240


Tanda baca


Di masa sekarang, aksara Sunda menggunakan tanda baca Latin. Contohnya: koma, titik, titik koma, titik dua, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip, tanda kurung, tanda kurung siku, dsb.


Sumber


1. Juniarso Ridwan : Perda Kebudayaan yang Terkesan Chauvinistik, Pikiran Rakyat 4 Desember 2003.
2. Tedi Permadi : Aksara Sunda dan Soal Lainnya, Pikiran Rakyat 15 Februari 2004.
3. Atep Kurnia : Jasa Tuan Hola Buat Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 10 November 2007.
4. Djasepudin : Memasyarakatkan Aksara Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 07 April 2007