-
-

Tuesday, September 13, 2011

Asyik! 4 Siswa SMP Peserta LPI akan Diberangkatkan ke Madrid

Bandung - Empat siswa SMP yang jadi peserta Liga Pelajar Indonesia (LPI) punya kesempatan menimba ilmu sepakbola di Madrid, Spanyol. Sebelum berangkat ke sana, mereka akan menjalani Lipiocamp, semacam pemusatan latihan, di Sekolah Ragunan, Jakarta.

"Empat orang terpilih akan kami berangkatkan ke sana. Nanti ada seleksi ketat," ujar Wakabiro Pertandingan LPI Pusat Yeyen Tumena dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Selasa (13/9/2011).

Mereka yang akan berangkat ke Madrid adalah siswa SMP yang sekolahnya sempat mengikuti LPI. Tidak hanya sekolah yang lolos ke babak utama, siswa yang sekolahnya hanya sampai di babak penyisihan pun punya kesempatan sama.

"Untuk menjaring mereka yang akan berangkat ke Spanyol, kita membuka pintu lebar-lebar," ucapnya.

Dari seluruh peserta LPI, termasuk yang tidak lolos ke babak utama, tim dari LPI sudah melakukan penilaian terhadap para pemain. Hasilnya, nanti akan dikumpulkan 132 orang untuk menjalani Lipiocamp di Sekolah Ragunan, Jakarta.

"Dari 132 akan kami seleksi lagi jadi delapan orang. Dari delapan orang ini kemudian mengerucut jadi empat orang," tuturnya.

Yeyen menjamin, proses penilaian terhadap para pemain akan berjalan fair. "Jadi tidak akan ada pemain-pemain titipan. Untuk menjaringnya kami juga sudah menugaskan talent scouter (pencari bakat - red)," pungkasnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Staf KPA Jabar Sembunyikan Sabu di Kaus Kaki dan Dompet

Bandung - Bertugas mendampingi para napi LP Banceuy yang terjangkit HIV/AIDS, malah dimanfaatkan oknum staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar Asep Suryana (34). Ia tepergok menyelundupkan sabu seberat 22 gram ke LP Banceuy. Untuk mengelabui petugas LP, Asep menyimpan barang haram tersebut di dompet dan kaus kaki.

Keberadaan tersangka Asep di LP Banceuy selama ini ialah sebagai aktivis KPA Jabar dan bertugas melakukan pendampingan terhadap napi yang terjangkit HIV/AIDS di ruang perawatan penjara tersebut.

Petugas LP Banceuy yang sebelumnya mendapat info bakal ada transaksi narkotik di dalam sel, bergegas berkoordinasi dengan Ditnarkoba Polda Jabar. Petugas menggeledah Asep dan menemukan barang bukti berupa satu paket plastik sedang seberat 21,7 gram dan satu paket plastik kecil seberat 0,8 gram.

"Paket kecil disimpan di dompet dan paket sedang disembunyikan di kaus kaki sepatu sebelah kanan," kata Dirnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono di Mapolda Jabar, Selasa (13/9/2011).

Dia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan penyidik, tersangka Asep berencana membawa masuk sabu ke dalam penjara. Sabu sebanyak itu diambil Asep dari Cipaganti Travel di Jalan Pasteur, dalam bentuk paket kado.

Kepada polisi Asep mengaku kalau barang haram tersebut merupakan pesanan salah satu napi LP Banceuy yakni Kresno. "Total sabu itu senilai lebih 20 juta rupiah. Saat ini harga sabu per gramnya yaitu 1,8 juta rupiah," papar Hafriyono.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Sesar Cimandiri-Lembang Masih Tergolong Aktif

Oleh: DICKY MAWARDI
WARGA Bandung pasti masih ingat pada pernyataan mengejutkan pakar geoteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Danny Hilman Natawidjaja bahwa Kota Bandung dan sekitarnya bisa diguncang gempa besar berkekuatan 7,5 skala Richter (SR). Ancaman ini bisa muncul, jika terjadi pergerakan di sejumlah lempeng penyusun patahan atau Sesar Cimandiri-Lembang. Jika ini terjadi, gempa besar tersebut akan mengguncang cekungan Bandung.

"Sesar Cimandiri-Lembang masih tergolong aktif. Yang menjadi masalah terbesar, sesar ini dikelilingi wilayah padat penduduk, seperti Kota Bandung dan Kota Cimahi," kata Dr. Danny Hilman Natawidjaja, usai Seminar Mitigasi Bencana Geologi di Hotel Horison, Kota Bandung, belum lama ini.

Sontak pernyataan Danny Hilman itu menuai berbagai tanggapan, baik yang pro maupun kontra. Setelah empat bulan berlalu, nama Sesar Lembang dalam satu pekan terakhir kembali disebut-sebut. Sesar Lembang yang muncul kepermukaan tanah memiliki panjang 22 kilometer tersebut dikait-kaitkan dengan bencana gempa yang melanda Desa Jambudipa, Pasirhalang, dan Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang terjadi menjelang lebaran lalu.

Peneliti kegempaan purba dari LIPI Eko Yulianto menduga sumber gempa berasal dari sesar atau patahan lembang. Analisis sementaranya itu berpatokan pada lokasi kerusakan yang berdekatan dengan sesar aktif yaitu Sesar Lembang.

Sesar Lembang secara morfologi diekspresikan berupa gawir(tebing) sesar (fault scrap) dengan dinding gawir menghadap ke arah utara. Memanjang dari Cisarua ke Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan catatan LIPI, di sekitar Sesar Lembang pernah terjadi gempa dasyat sekitar 2000 tahun lalu dengan kekuatan 6,9 skala richter, dan 500 tahun lalu dengan kekuatan 6,7 skala richter.

Timbul pertanyaan apakah ada keterkaitannya antara gempa bumi dengan keberadaan daerah sesar?

Kalau mengutip tulisan dari Geodisi ITB, hasil penelitian ahli kebumian menyimpulkan bahwa hampir 95% lebih gempa bumi terjadi di daerah batas antar lempeng kerak bumi dan di daerah sesar [Mori, 2004]. Gempa bumi yang terjadi di daerah sesar dapat melahirkan sejumlah bencana, misalnya korban jiwa, kerusakan pada berbagai struktur bangunan, longsoran, dan lain-lain. Korban jiwa bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu jiwa, dan kerugian materi dapat mencapai ratusan juta dolar Amerika.

Namun, terlepas dari seberapa besar kekuatan Sesar Lembang sudah saatnya dari sekarang pemerintah, pakar kegempaan, badan yang berwenang, sampai stakeholder yang mengetahui tentang masalah kegempaan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat. Sebab fakta di lapangan, masyarakat Cisarua, Parongpong, dan Lembang yang jelas-jelas tinggal di sekitar Sesar Lembang sebagian besar buta tentang Sesar Lembang.

Masyarakat banyak yang tidak tahu bahwa tebing batu yang menjulang membelah kawasan Bandung Utara adalah sebuah sesar atau fault scrap. Mereka tahunya tebing batu itu hanyalah bukit batu biasa yang tidak begitu menarik.Pengetahuan yang rendah tentang Sesar Lembang, bisa dibuktikan dari menjamurnya bangunan rumah, vila, dan bangunan bisnis lainnya tepat di samping sesar aktif tersebut. Aktivitas kehidupan yang tumbuh di Sesar Lembang kian hari malah kian bertambah.

Mengapa itu bisa terjadi? Keindahan panorama alam kawasan Bandung Utaralah yang menjadi magnet bagi orang untuk sekadar berwisata, malah dijadikan tempat tinggal. Bahkan di mata seorang pengusaha, keindahan alam Bandung Utara sebagai potensi bisnis menjanjikan. Mengenai potensi bencana yang dikandungnya, tampaknya orang tidak terlalu begitu memikirkan. (Wartawan Galamedia)**

Darso Dikenang sebagai Dewa Calung Legendaris

Bandung - Seniman Sunda mengakui kehilangan sosok Darso yang namanya begitu melekat di seantero Jawa Barat. Bagi rekan sejawatnya, 'Dewa Calung' yang musiknya bergenre Pop Sunda ini merupakan seorang legenda.

"Saya mewakili seniman sangat kehilangan Kang Darso. Ia ialah legenda dan master musik Pop Sunda," kata Esa Poetra yang mewakili seniman saat memberikan sambutan usai pemakaman umum warga Cibisoro, di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9/2011).

Esa menuturkan, kendati berada di jalur Pop Sunda, Darso sudah sepantasnya disejajarkan dengan tokoh musik Indonesia. Segudang karya musik milik Darso begitu akrab di telinga semua kalangan. Bahkan penggemarnya tersebar di luar negeri.

"Kang Darso ini legenda musik Indonesia. Dia fenomenal," papar Esa.

Kepala Desa Gandasari Syarif yang mewakili warga setempat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Darso. Bagi warga sekitar, kata Syarif, sosok Darso sangat ramah dan mudah bergaul dengan semua unsur lapisan masyarakat.

"Kang Darso itu figur yang merakyat dan familiar. Ia menyempatkan waktu bermain bola dengan anak-anak dan warga sekitar. Santun terhadap semua orang. Kami merasa kehilangan," ucap Syarif.

Perwakilan keluarga dalam sambutannya menghaturkan maaf sedalam-dalamnya bila semasa hidup Darso memiliki khilafan. "Kami juga berterima kasih kepada ratusan pelayat yang hadir ke pemakaman," ucap salah satu pria yang ditunjuk berbicara mewakili keluarga.

Ratusan kerabat, seniman dan warga hadir di lokasi pemakaman. Saat proses pemakaman, tidak terlihat para pejabat dari Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, di tempat peristirahatan Darso.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Berjiwa Besar

Berjiwa Besar

Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin


Allah SWT berfirman dalam QS Fussilat (41): Dan tidak lah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan di antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar (berjiwa besar) dan tidak dian u gerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

Ayat ini secara tegas memberikan pedoman dan petunjuk tentang kebaikan dan keburukan serta sikap dan tata cara menghadapinya. Pertama, kebaikan, seperti keadilan, kesejahteraan, keindahan, dan kemanfaatan tak akan pernah sama dengan keburukan, seperti kezaliman, kesenjangan, dan kemudharatan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senang memproduksi dan melahirkan kebaikan-kebaikan yang bermanfaat, baik bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, maupun masyarakat dan bangsanya.

Ketika ia menjadi pejabat, misalnya, ia akan menjadi pejabat yang adil yang selalu berusaha menegakkan keadilan dan kejujuran serta berorientasi pada kepentingan masyarakat dan bangsanya. Ia berusaha keras menghindarkan diri dari perbuatan zalim, khianat, dan korup yang merusak tatanan kehidupan masyarakat.

Ketika ia berusaha memiliki harta, ia akan berusaha mendapatkannya dengan cara yang halal dan bersih yang jauh dari penipuan, penggelapan, dan pengkhianatan. Ketika ia bermuamalah dengan sesamanya, ia berusaha dengan muamalah hasanah yang mencerminkan nilai-nilai keislam an yang menjadi pandangan hi dupnya. Ia akan berusaha menjenguk tetangganya yang sakit, memberi pertolongan pada orang yang mem butuhkan, memperhatikan kehidupan orang-orang fakir miskin, anak-anak yatim, serta kaum dhuafa lainnya.

Kedua, ketika menghadapi ketidakbaikan/ keburukan yang diterimanya dari orang lain, seperti sikap-sikap sinis, apriori, dan selalu disalahkan, orang yang beriman tidak serta-merta membalasnya dengan sikap serupa. Kadang kala ia pun membalasnya dengan kebaikan. Ketika orang lain memutus kan tali persaudaraan, ia berusaha menyambungkannya kembali.

Ketika orang lain enggan berkunjung kepadanya, ia berusaha mengunjunginya. Ketika orang lain berlaku kikir kepadanya, ia berusaha untuk bermurah hati kepadanya. Sikap yang semacam inilah yang dianjurkan oleh ayat tersebut sehingga menyebabkan perubahan keadaan, yang asalnya membenci menjadi mencintai dan yang asalnya menjadi lawan dan musuh bisa menjadi sahabat setia yang senasib dan sepenanggungan.

Tetapi, ayat tersebut mengingatkan kepada kita bahwa sikap-sikap yang semacam ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang mendapatkan anugerah Allah SWT, memiliki jiwa besar, kesabaran, dan keuletan yang tinggi.

Sejatinya, ibadah-ibadah dalam Islam seperti puasa pada bulan Ramadhan yang lalu, salah satu tujuan utamanya menjadikan kaum Muslimin orang-orang yang bersabar dan berjiwa besar. Semoga kita semua termasuk ke dalam kelompok orang yang dipuji Allah SWT pada ayat tersebut.


sumber : www.republika.co.id

Doel Sumbang: Darso itu Inspiratif dan Selalu Bawa Tawa

Bandung - Artis dan seniman Sunda Doel Sumbang mengaku merasa kehilangan sosok sahabat dan panutan atas wafatnya Darso, Senin (12/9/2011). Doel menyebut, Darso merupakan sosok seniman yang menginspiratif dan selalu membawa tawa dalam setiap kesempatan.

"Almarhum Darso buat saya adalah inspirator. Tahun 70-an waktu saya SMP dan ikut kesenian, grup calung Darso, namanya Layung Sari jadi panutan," ujar Doel saat ditemui di rumah duka.

Mengenal Darso secara pribadi, Doel mengungkapkan bahwa Darso selalu bisa membawa tawa dalam setiap kesempatan. "Di lingkungan pertemanan, dia itu pembawa tawa. Itu yang selalu saya tangkap," kata Doel yang datang dengan pakaian serba hitam itu.

Doel mengungkapkan, sebagai musisi, Darso juga menurutnya dinilai punya tanggung jawab moral pada lagu. Ia menyebut,ada 4 lagu miliknya yang dibawakan kembali oleh Darso dan hasilnya lebih baik. Bahkan hingga saat ini lagu-lagu tersebut masih sangat dikenal masyarakat. Diantaranya yaitu lagu Anak Jeger dan Dina Hamparan Sajadah.

"Dia itu orang yang punya loyalitas pada profesinya. Tidak terbawa angin. Makanya dia pantas disebut sebagai maestro atau the legend. Selain itu Darso itu punya grassroot yang kuat," katanya.

Terakhir, Doel mengaku bertemu dengan Darso sebelum bulan puasa. Mereka berdua tampil dalam acara yang sama. Namun saat itu Darso tidak menampakkan tanda-tanda sedang sakit, atau bercerita tentang sakit.

"Dia waktu itu cuma bilang kalau ingin hidup lebih rileks. Tidak mau terburu-buru mencari uang. Hampir semua pengalaman sama dia itu manis. Mudah-mudahan meskipun secara fisik enggak ada. Tapi spirit masih terus ada," katanya.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Banyolan Darso Buat Dia Disukai Banyak Orang

Bandung - Banyak orang yang merasa kehilangan sosok The Legend of Pop Sunda Darso. Pribadi Darso yang dikenal mudah dekat dengan siapa saja dengan celetukan-celetukannya yang khas, membuat dia banyak disukai orang.

Seperti yang dituturkan sejumlah teman sesama seniman yang datang melayat ke rumah duka. Meski dirundung duka karena kehilangan sahabat, namun mereka masih bisa menceritakan celetukan-celetukan almarhum yang nyeleneh dan mengundang tawa.

"Darso sering ngomong, 'Naha nya urang teh payu wae'. Atau 'Naha ieu teh duit teu beak-beak'," kata pelawak sunda Kurniawan atau biasa dikenal dengan panggilan Anton Abok.

Padahal menurutnya, ia dan Darso sama-sama tahu bahwa Darso pun mengalami masa-masa sulit.

Bahkan saat mendengar kabar bahwa Darso meninggal dunia, rekan-rekan sesama seniman sempat tak percaya, karena kerap bercanda.

"Soalnya selama ini kalau ada yang nanyain kabar seniman senior, kita -termasuk almarhum Darso- sering bercanda dengan bilang 'maot meureun'. Makanya tadi sempet pada engga percaya," katanya.

Begitu juga dengan Rika Rafika, penyanyi pop sunda itu mengaku kenal dekat dengan Darso, karena memang pribadi Darso yang tak merasa dirinya artis. "Dia itu gampang berbaur. Senang dikerubuti oleh tukang dagang. Enggak merasa artis," katanya.

Untuk urusan panggung, Darso, yang Rika tahu mengelola keuangannya sendiri. "Yang jelas Darso itu enggak ngerti transfer-transer. Langsung kontan saja," katanya sambil tertawa.

Sementara itu, bagi Wawan (45) yang merupakan supir sekaligus asisten Darso, merasa sangat kehilangan. Wawan yang telah mengikuti Darso sejak tahun 1987 itu bahkan mengaku sakit hati kehilangan Darso.

"Saya bukan kaget lagi. Tapi asa sakit hati. Soalnya selama ini saya setiap hari sama dia. Mungkin saya ini lebih dekat dibandingkan keluarga," kata Wawan yang terlihat berkaca-kaca.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Monday, September 12, 2011

'Darso Itu Unik dan Karyanya Dicintai Masyarakat Jabar'

Bandung - Kadisparbud Bandung Priana Wirasaputra menganggap Darso sebagai seniman Pop Sunda yang unik serta berciri khas. Karya musiknya yang mudah dicerna dan bersyair lucu, membuat Darso tak bisa dilupakan masyarakat Jawa Barat.

"Dia sebagai sosok yang unik, penampilannya juga unik. Karyanya sangat diminati masyarakat, artinya beliau ini sebagai seniman yang dicintai dan disukai karya karyanya," ucap Priana saat dihubungi wartawan via telepon, Senin (12/9/2011).

Priana dalam beberapa kegiatan mengaku sering bertemu Darso, sehingga mengenal dekat. Tak hanya itu, Darso yang tenar melantukan lagu 'Kabogoh Jauh' pernah menyambangi ruang kerja Priana.

"Kang Darso salah seorang yang menerimah anugrah budaya dari Kota Bandung pada 2010 lalu. Kami berharap hal-hal yang baik dari pengembangan kesenian yang sudah dilakukan almarhum, bisa diteruskan oleh generasi muda," tutup Priana.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

25 Pemain Bakal Isi Skuad Persib Musim Depan

Bandung - Setelah menunjuk pelatih, Persib mulai mempersiapkan tim untuk musim depan. Rencananya skuad Persib musim depan bakal diisi 25 orang dengan komposisi pemain lokal, asing, serta pemain muda.

"Ya rencananya antara 24 sampai 25 pemain," kata Manajer Persib Umuh Muchtar di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Senin (12/9/2011).

Di antara pemainnya pada musim lalu, Persib mempertahankan sejumlah nama. Mereka di antaranya Eka Ramdani, Hariono, Siswanto, Maman Abdurachman, Rendi Saputra, Dadang Sudrajat, Cecep Supriatna, Miljan Radovic, serta Abanda Herman.

Sebelumnya, beberapa pemain Persib sudah merapat ke klub lain di antaranya Nova Arianto dan Hilton Moriera (Sriwijaya FC), Diaz Angga Putra (Persisam Samarinda). Striker Christian Gonzales juga dikabarkan bakal berlabuh ke Persisam menyusul pelatih Daniel Roekito.

Sementara mereka yang siap merapat dari klub lain adalah Toni Sucipto, M Ilham, M Nasuha, Jendri Pitoy, serta striker asal Montenegro Zdravco Dragicevic.

"Untuk lini belakang stok kita sudah cukup. Tapi kalau masih memungkinkan bisa kita tambah. Kita sedang pertimbangkan antara M Roby dan Zulkifli (Syukur)," tutur Umuh.

Selain itu, Persib bakal merekrut 5 hingga 6 pemain dari Persib U-21. Dua nama yang sudah mendekati kemungkinan berkostum Persib adalah Sigit Hermawan dan Jajang.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Watak Munafik

Watak Munafik

Oleh: Akhmad Arifin

Salah satu ciri watak munafik adalah tidak menempati janji, berkata dusta, dan amanahnya selalu dikhianati (HR Muslim). Mereka melakukan semua itu demi menyelamatkan diri dari yang ditakutkan. Mereka itu takut ditahan, disiksa, dan dibunuh. Begitu pula harta benda dan jabatannya: takut hilang! Sehingga mereka rela berdusta, ingkar janji, khianat, menipu, memanipulasi, dan mengubah kebencian yang sangat di dalam hati menjadi tampak sikap santun pada penampilannya.

Ketakutan mereka seperti takutnya seseorang mendengar guruh dan petir tatkala ditimpakan hujan lebat yang sangat disertai gelap gulita, guruh, dan banyak kilatan (QS 2: 19-20). Posisinya dihantui rasa takut yang sangat mencekam dalam hati dan selalu berada dalam ketakutan yang sangat dan mengerikan. Untuk menghapus rasa takut yang akut tersebut dan sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya (QS 9: 57). Mereka itu takut, sehingga mereka bersumpah atas nama Allah SWT (QS 9: 56) untuk dijadikan sebagai perisai (QS 63: 2).

Mereka mengira bahwa dengan menampakkan seakan-akan diri mereka beriman dan sependirian dengan setan-setan apabila berpaling (QS 2: 14), tak lain supaya mendapatkan kebaikan di antara keduanya dan bermaksud sebagai penengah di antara kaum mukmin dan golongan kuffar (QS 4: 62). Dengan sikap demikian, harapannya ingin mendapatkan ketenangan, keamanan, dan perlindungan: diri, harta dan jabatannya.

Benar saja, Allah SWT mengabulkan keinginan mereka di dunia, yakni darah mereka terpelihara, begitu pula harta bendanya. Oleh karenanya, Rasulullah SAW membiarkan hidup dan tidak membunuh Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul (tafsir Ibnu Katsir QS 2: 8-10). Padahal, mereka penantang kaum mukmin yang paling keras (QS 2: 204), penimbul kemudharatan dan pemecah belah antara orang-orang mukmin (QS 9: 107), menghalangi manusia dari jalan Allah SWT (QS 63:2), dan selalu mengolok-olok (QS 2: 14-15, 9: 64).

Posisi mereka yang kontroversi ini, tak mungkinlah menyatukan dua warna yang bertolak-belakang. Jika warna putih disatukan dengan warna hitam maka namanya tidak lagi warna putih ataupun warna hitam, dia menjadi nama warna sendiri yakni abu-abu. Sehingga kondisi mereka, di pagi hari berada dalam golongan muslim sedangkan di petang harinya menjadi sahabat golongan kafir. Begitu pula sebaliknya, di petang hari bersikap suatu keadaan sedangkan di pagi harinya dalam sikap suatu keadaan lain. Jadi, mereka tak berpendirian, tidak punya pegangan, plin-plan, tulalit, bimbang, dan ragu-ragu. Bagaikan perahu yang terombang-ambing ditiup angin yang sangat kencang, dan hanya bersikap mengikuti arah angin. Terombang-ambing dalam kemunafikannya. Manakala mereka beroleh manfaat dari kejayaan Islam, mereka merasa tenang, tetapi bila Islam tertimpa cobaan, mereka bangkit kembali kepada kekufuran (QS 22: 11).

Jadi, memang pantas mereka digelari manusia bodoh, lemah pendapatnya, dan sedikit pengetahuan (QS 2: 13). Mereka bodoh karena tidak mengetahui maslahat dan mudaratnya menjadi manusia munafik. Kebodohan mereka itu sangat keterlaluan hingga tidak menyadari kebodohannya sendiri, bahwa sebenarnya keadaan mereka dalam kesesatan dan kebodohan. Naudzubillahi mindzalik. Semoga kita semua terhindak dari sikap yang demikian.

Penulis adalah aktivis Masjid Kampus Raden Patah Universitas Brawijaya Malang 2004—2008


sumber : www.republika.co.id

Besar di Klub Lain Lebih Baik daripada di Persib Jadi Cadangan

Bandung - Mantan pemain Persib menyatakan para pemain muda hasil binaan klub intern Persib lebih baik menjadi pemain besar di luar ketimbang hanya jadi cadangan di skuad 'Maung Bandung'. Sebab, selama ini potensi pemain muda sering terhambat karena banyaknya pemain berlabel bintang.

"Sangat bagus dapat tempat di tim lain untuk mematangkan diri daripada di Persib cuma jadi cadangan," kata mantan pemain Persib Bambang Sukowiyono saat dihubungi detikbandung, Minggu (11/9/2011).

Menurutnya, pemain muda hasil binaan harus berani menentukan sikap seperti yang dilakukan Diaz Angga Putra. Musim lalu, Diaz memulai debut perdananya di klub profesional bersama Persib.

Namun musim depan ia dipastikan berkostum Persisam Samarinda karena musim lalu tidak banyak mendapat kesempatan main di Persib. "Saya rasa lebih bagus untuk jadi pemain besar di luar di Persib susah dapat kesempatan main," tegasnya.

Ia pun menyebut langkah sama harus dilakukan para pemain muda lainnya jika ingin lebih berkembang. "Menurut saya pemain lain harus berani seperti Diaz," tuturnya.

Musim lalu, sejumlah pemain muda mengisi barisan skuad 'Maung Bandung'. Mereka yakni Munadi, Jejen Zaenal Abidin, M Agung Pribadi, Rendi Saputra, serta Diaz Angga. Mereka lebih banyak jadi cadangan karena harus bersaing dengan para pemain top, timnas, bahkan pemain asing berkualitas.

Sementara pendahulu mereka seperti Eka Ramdani pernah melakukan hal sama ketika hijrah ke Persijatim Solo ketika masih berusia muda. Eka berkembang cukup pesat di sana dan ketika kembali sudah matang sebagai pesepakbola serta mendapat posisi di tim inti Persib hingga kini.

(ors/avi)


sumber : bandung.detik.com

Gubernur Janji Akan Kembali Bujuk Diky Candra

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan dirinya akan kembali membujuk Wakil Bupati Garut, Diky Candra agar mengurungkan niatnya mengundurkan diri dari jabatannya. Namun ia mengaku tidak bisa memaksakan kehendak. Karena itu pihaknya saat ini menunggu keputusan dan sikap DPRD Kab. Garut terhadap persoalan ini.

"Saya masih membujuk Diky Candra untuk mengurungkan niatnya, kalau itu memang memungkinkan," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri silaturahmi DPD PKS Kota Bandung di GOR Bandung, Jln. Jakarta, Minggu (11/9).

Ia mengatakan, pengunduran diri sah-sah saja dilakukan kepala daerah karena dalam undang-undang pun tercantum sejumlah alasan pemberhentian di antaranya mengundurkan diri. "Namun dalam undang-undang ini mekanismenya tidak jelas," katanya.

Aceng Fikri dan Diky Candra datang dari jalur independen, bukan diusung partai politik. Kemenangan mereka, telah ditetapkan komisi pemilihan umum. Kemudian dilaporkan dan dilantik Gubernur Jabar. Soal pengangkatan, dalam undang-undang jelas pengaturannya. Namun untuk pemberhentian terlebih dari jalur independen masih jadi perdebatan.

"Masih ada perdebatan. Karena memang kasus pengunduran diri ini baru terjadi," ungkapnya.

Heryawan mengharapkan Diky mengurungkan niatnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil bupati. Mengaku tak bisa memaksakan kehendaknya, Heryawan hanya berharap Diky bertahan dan melanjutkan tugasnya.

"Kita enggak bisa memaksakan (keinginan, red), kita tunggu saja bagaimana sikap DPRD Kabupaten Garut," tandasnya.

Saat ini, Heryawan mengaku surat pengunduran diri Diky Candra masih berada di tangan DPRD Kab. Garut dan belum sampai ke Pemprov Jabar. "Suratnya masih ada di DPRD Kabupaten Garut," terangnya.

Karena masih ada perdebatan, Heryawan akan melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri. "Nanti kita konsultasikan ke Depdagri," terangnya. (B.95)** sumber : (GALAMEDIA)

Sunday, September 11, 2011

Sukowiyono: Pelatih Sudah Terpilih, Tinggal Kita Dukung

Bandung - Mantan pemain Persib Bambang Sukowiyono menyambut positif adanya kepastian sosok pelatih 'Maung Bandung' musim depan yang jatuh pada ke Drago Mamic. Setelah terpilih, kini semua pihak diharap memberi dukungan pada pria asal Kroasia tersebut.

"Sekarang pelatih sudah terpilih, tinggal sekarang bagaimana kita dukung kerja Drago sebagai pelatih," ujar Suko, sapaan akrabnya, saat dihubungi detikbandung, Minggu (11/9/2011).

Menurutnya, selama ini masyarakat harap-harap cemas karena pengumuman pelatih selalu molor dari waktu yang dijanjikan. Apalagi, Persib punya pengalaman buruk pasca gagal merekrut dua pelatih jempolan, masing-masing Rahmad Darmawan dan Jaya Hartono.

"Masyarakat jelas berharap ada kejelasan pelatih. Dengan dipilihnya Drago sebagai pelatih, setidaknya berkurang satu persoalan dari berbagai persoalan di Persib ini," jelasnya.

Suko sendiri berharap Drago mampu memberikan prestasi maksimal bagi klub kebanggan Bandung dan Jabar tersebut. Dengan segudang pengalamannya, Drago diharap bisa membawa Persib ke tangga juara yang terakhir direngkuh di musim 1994/1995.

Drago sendiri resmi diperkenalkan ke publik Bandung pada Sabtu (10/9/2011). Drago sendiri mengaku cukup tertantang menukangi Persib. Meski ogah sesumbar mampu memberi gelar juara, namun Drago mengatakan bakal memperbaiki berbagai kelemahan yang ada di tubuh Persib.

(ors/avi)


sumber : bandung.detik.com

Kepergian Siti Bekerja ke Arab Tak Disetujui Keluarga

Bandung - Kepergian Siti Nurjamilah (33) TKW asal Kampung Cibitung RT 2 RW 15 Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung yang tewas di Arab saudi ternyata tidak disetujui oleh keluarganya. Keluarga khawatir Siti akan mengalami hal yang sama dengan TKW lain yang lebih dulu tewas di Arab Saudi.

"Sebetulnya keluarga tidak setuju, karena kan di berita-berita sudah banyak TKW yang meninggal di sana," ujar Nanang kakak pertama Siti, kepada detikbandung saat dihubungi melalui ponsel, Minggu (11/9/2011).

Ternyata benar, Siti yang bekerja di Arab Saudi sejak September 2011 lalu ini pulang kembali ke Ciwidey dalam keadaan tak bernyawa.

Atas kematian anak ketiga dari sembilan bersaudara ini, pihak keluarga akan menuntut perusahaan yang membawa Siti kerja ke Arab Saudi yakni PT Harco.

"Ya kita minta pertanggung jawaban mereka saja," singkat Nanang.

Dua tahun lalu Siti berangkat ke Arab melalui sposor pasangan suami istri Teni-Tatang asal Kampung Selamanya, Kec Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Di Arab, siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Siti tewas diduga akibat dianiaya oleh majikannya.




(avi/avi)


sumber : bandung.detik.com

Dua Tahun Bekerja, Siti Jarang Kasih Kabar dan Kirim Uang

Bandung - Sejak bekerja di Arab Saudi, Siti Nurjamilah (33) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cibitung RT 2 RW 15 Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung jarang menghubungi keluarganya. Siti yang bekerja sejak September 2009 itu, hanya empat kali menghubungi keluarganya.

Tak hanya jarang menghubungi keluarganya, Siti pun tak pernah kirim uang. "Jangan kan soal uang, berhubungan dengan keluarga saja jarang. Dari awal bekerja cuma empat kali menelepon," tutur Nanang kakak pertama Siti, kepada detikbandung saat dihubungi melalui ponsel, Minggu (11/9/2011).

Menurut Nanang, adiknya selalu sembunyi-sembunyi jika ingin menghubungi keluarganya di Ciwidey. "Mau menghubungi keluarga itu susah. Kadang suka ngumpet-ngumpet," jelas Nanang.

Kepergian Siti menyisakan luka dalam bagi keluarganya, apalagi Siti meninggalkan dua anak laki-lakinya, yakni Wandi (8) dan Fauzi (5). Siti meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka. Ia diduga tewas akibat dianiaya majikannya.

(avi/avi)


sumber : bandung.detik.com

Mamic Harus Buktikan Gereget Persib di Awal Musim

Bandung - Pelatih anyar Persib Bandung Drago Mamic memiliki seabreg prestasi saat mengarsiteki klub sebelumnya. Meski secara nyata tajinya belum teruji di Persib, pelatih asal Krosia ini harus menunjukkan bukti gereget pasukannya di awal musim Liga Indonesia 2011/2012.

Hal tersebut disampaikan mantan pemain Persib, Dadang Hidayat, saat dihubungi detikbandung via ponsel, Sabtu (10/9/2011).

"Saya kira dia (Mamic) harus membuktikan kualitasnya di awal musim. Kalau start-nya bagus, kesananya juga bisa bagus. Mudah-mudahan dia bisa," kata mantan kapten Persib ini.

Memiliki track record baik di negara lain, terang Dadang, bukan berarti Mamic bisa menjalankan tugas serupa di kancah sepak bola Indonesia. Apalagi, sambung dia, kiprah Mamic di Indonesia baru kali pertama yakni menangani klub Persib.

"Bagi saya, pelatih asing itu minimal satu tahun harus mengetahui karakter kompetisi di Indonesia. Semoga dia cepat beradaptasi, dan Persib tidak salah lagi memilih pelatih seperti awal musim lalu," ujar Dadang sembari menyebut pelatih yang dimaksud yakni Darko Janackovic.

Dadang pun berpesan agar Mamic harus punya mental bagus terkait iklim sepak bola di Bandung yang dikenal dengan suporter fanatik. "Harus tahan banting serta tegar dan harus siap dikritik. Jangan mudah sakit hati bila menerima kritikan dari bobotoh," jelas Dadang.

Pelatih asal Kroasia Drago Mamic resmi menjadi Pelatih Persib musim depan. Kepastian itu setelah rapat internal tim kecil Persib dan pihak Mamic di Jakarta, Jumat (9/9/2011).

Mamic saat ini mengantongi lisensi UEFA Pro dan pelatih fisik. Terakhir, Mamic membesut Churchill Brothers FC. Bersama Churchill Brothers FC, Drago mampu mempersembahkan juara Shield Cup IFA. Ia juga pernah menjadi platih Timnas Myanmar.

Mamic pernah melatih beberapa klub raksasa Kroasia, seperti NK Orijent. Bukan hanya di klub Kroasia, ia juga juga sudah malang melintang menjadi pelatih di klub luar. Macam, Chengdu China dan Dalian Shide (Super League China).

Bersama Dalian Shide, Mamic mempersembahkan Piala Super Shanghai, finalis Liga Champion Asia (LCA), dan beberapa prestasi lainnya. Dia juga mampu membawa Guangzhou juara Super League China. Pernah menorehkan Guang Dong menjadi juara Hongkong Cup. Serta membawa Sabah FC lolos semi final Piala Liga Malaysia.


(bbn/tya)


sumber : bandung.detik.com

Ingin Juara, Semua Elemen Harus Kerjasama

Ingin Juara, Semua Elemen Harus Kerjasama

Pelatih anyar PERSIB Bandung, Drago Mamic tidak berani sesumbar, apalagi memberikan garansi tim yang akan ditanganinya ini bakal meraih gelar juara pada liga profesional musim ini. Namun, pelatih asal Kroasia itu berjanji untuk bekerja keras dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk membangun tim agar bisa meraih prestasi tertinggi.

Ia mengetahui dan menyadari, kerinduan publik sepak bola Bandung yang telah 17 tahun tidak menyaksikan tim kesayangannya juara, sudah sangat memuncak. "Tapi, saya tidak bisa memberikan garansi tim ini bisa juara pada musim ini atau musim berikutnya. Yang bisa saya lakukan adalah berjuang keras memaksimalkan potensi besar yang dimiliki PERSIB untuk menjadi juara di Indonesia," kata Mamic pada kesempatan pertamanya memberikan pernyataan resmi setibanya di Bandung kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia-Afrika Bandung, Sabtu (10/9).

Potensi besar yang dimaksud pelatih berusia 58 tahun ini antara lain PERSIB memiliki nama besar, materi pemain bagus serta dukungan suporter yang luar biasa. Menurut Mamic, potensi besar itu bisa dijadikan sebagai modal untuk merengkuh mahkota juara apabila semua elemen dari mulai manajemen, pelatih, pemain dan bobotoh bekerja sama dengan baik. "Sebuah tim itu, ibarat sebuah keluarga. Semuanya harus bekerja sama jika ingin juara," kata mantan pelatih tim nasional Myanmar ini.***


sumber : persib.co.id

Operasi Wanda-Wandi Butuh Rp 700 Juta

AYAH dari bayi kembar siap Wanda-Wandi, Dede Amung Sunarya (22), mengaku sangat berbahagia jika RSHS Bandung mengoperasi anaknya dalam waktu dekat. Ia begitu berharap kedua anaknya itu hidup normal seperti bayi kebanyakan.

"Alhamdulillah, senang sekali. Namanya juga orangtua. Tapi pasti ada juga perasaan deg-degan dan tidak tenang. Namun saya bersama istri terus berdoa agar operasi ini lancar. Sehingga kami semua bisa berkumpul kembali di rumah. Minta doa dari semuanya agar apa yang direncanakan tim dokter berjalan lancar," katanya saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat, (9/9).

Bersama istrinya, Lina Mawarti, (20), warga Kp. Cijagra RT 13/RW 05, Desa Ciroyom, Kec. Cipeundeuy, Kab. Bandung Barat ini ikhlas dan mempercayakan semua pada kemampuan tim dokter RSHS.

Wanda dan Wandi mengalami dempet di bagian perut dan dada. Sejak lahir hingga usianya menjelang satu tahun, mereka belum pernah tinggal satu rumah dengan orangtuanya.

Dengan alasan kesehatan, si kembar yang lahir pada 21 September tahun lalu itu dirawat secara intensif di RSHS. Saat ini, perkembangannya cukup baik. Berat badan Wanda dan Wandi naik menjadi 14,7 kg atau masing-masing sekitar 7 kg.

Dengan alasan ekonomi yang pas-pasan, Dede mengaku hanya bisa bertemu anak pertamanya itu dua minggu sekali. Bahkan bisa satu bulan satu kali.

Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai petugas cleaning service di PLTA Cirata dengan upah Rp 27 ribu/hari. Di hari libur, ia juga menyewakan perahu di kawasan wisatawan PLTA Cirata.

Pertemuan terakhir antara orangtua dan anak ini terjadi pada Idulfitri yang baru saja lewat. "Iya, Wanda ama Wandi sudah mulai capetang. Bisa ngomong sedikit-sedikit," ucapnya.

Butuh Rp 700 juta

Disinggung mengenai biaya operasi, Dede mengatakan, menurut pihak RSHS dibutuhkan dana sekitar Rp 700 juta. Sedangkan untuk perawatan dimasukkan dalam keluarga miskin (Gakin).

"Jelas kami tidak akan mampu dan tidak punya uang sebanyak itu. Untuk perawatan hingga saat ini saja RSHS tidak pernah meminta karena memang tidak ada. Tapi tentunya saya berharap masyarakat bisa meringankan beban RSHS agar operasi bisa secepatnya dilakukan," katanya. Adakah warga yang mau membantu? (rinny rosliany/"GM")** sumber : (GALAMEDIA)

Saturday, September 10, 2011

Aspal Sepanjang 900 Meter di Babakan Siliwangi Akan Dikelupas

Bandung - Aspal sepanjang 900 meter di kawasan Babakan Siliwangi akan dikelupas. Pengelupasan aspal dilakukan agar lahan di Babakan Siliwangi bisa ditanami pohon saat acara Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011 yang akan digelar ada 27 September 2011 hingga 1 Oktober 2011 mendatang.

"Karena dalam konferensi nanti akan ada acara penanaman pohon oleh para peserta. Jadi aspal yang ada harus dikelupas," ujar Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Bandung Arif Prasetya saat ditemui di Babakan Siliwangi, Sabtu (10/9/2011).

Aspal yang akan diangkat di kawasan Babakan Siliwangi terbentang dari jembatan PDAM hingga dekat Kampus ITB. "Panjangnya sekitar 900 meter dengan lebar 3 meter," katanya.

Pembenahan kawasan Babakan Siliwangi dituturkan Arif bukan karena untuk konferensi saja, melainkan Pemkot Bandung akan melakukan revitalisasi hutan kota tersebut. Apalagi sebelumnya Komunitas Bandung Inisiatif menyelenggarakan Sayembara Desain Babakan Siliwangi yang hasilnya diserahkan pada Pemkot Bandung.

"Kami akan gunakan desain dari sayembara tersebut sebagai inspirasi dan patokan untuk penataan Babakan Siliwangi," kata Arif.

Sementara itu, sejumlah penggiat Komunitas Bandung Inisiatip juga turut hadir melihat proses pembenahan Babakan Siliwangi. "Kedatangan kami hanya untuk memastikan pembenahan Babakan Siliwangi benar dilakukan. Besok kami anggota komunitas dan warga akan ikut membantu bergotong royong ikut membongkar dan membereskan kawasan ini," kata Regi, Manager Program Bandung Inisiatip di lokasi.

Ia pun menyatakan apresiasinya pada Pemkot Bandung yang akhirnya mau bergerak membenahi hutan kota tersebut. "Tentu kami mengapresiasi atas kegiatan Pemkot Bandung yang pro dan peduli pada ruang publik di Bandung," tuturnya.


(tya/tya)


sumber : bandung.detik.com

Drago Mamic Siap Tahan Banting Hadapi Tekanan Bobotoh

Bandung - Pelatih anyar Persib Bandung Drago Mamic mengaku siap tahan banting menghadapi tekanan bobotoh saat nanti membesut pasukan 'Maung Bandung'. Pria yang pernah menangani Timnas Myanmar ini resmi dikontrak manajemen Persib untuk satu musim.

Secara umum, klub kebanggaan warga Jawa Barat ini terasa kental dengan fanatisme suporternya. Wajar saja bobotoh lantang memberi kritik tajam karena sudah merindukan Persib merengkuh juara di kancah sepak bola Indonesia. Terakhir Persib menjadi juara di Liga Indonesia pertama pada 1994.

"Selama tekanan positif, hal itu tak akan menghancurkan saya. Dalam sepak bola ada dua jenis tekanan. Tekanan positif dan negatif," papar Mamic saat berkesempatan buka suara di hadapan wartawan di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (10/9/2011).

Pelatih kelahiran Kroasia ini tampil resmi dengan menggunakan kemeja putih dipadu jas abu-abu. Pertanyaan wartawan ia jawab dengan santai dan yakin dalam bahasa Inggris.

Meski baru kali pertama menukangi klub asal Indonesia, Mamic merasa yakin bisa cepat beradaptasi. Mamic mengaku belum memperoleh informasi banyak soal kondisi serta seluk beluk Persib.

"Yang saya tahu, Persib merupakan salah satu klub terbaik di kompetisi lokal. Informasi lainnya saya belum banyak tahu. Tapi saya sudah tahu karakter permainan sepak bola di Asia," ucap pria yang lahir pada 25 Mei 1953 ini.

(bbn/tya)


sumber : bandung.detik.com

Manajemen Persib Sebut Mamic Mirip Arsene Wenger

Bandung - Persib Bandung resmi menggaet Drago Mamic menjadi pelatih tim 'Maung Bandung' yang dikontrak selama satu musim. Manajemen menyebut pelatih asal Kroasia itu mirip dengan pelatih Arsenal, Asene Wenger.

"Kemarin manajemen sudah bertemu langsung Mamic. Dalam kesempatan itu, saya katakan kepada Mamic kalau perawakannya mirip Arsene Wenger. Dia hanya tersenyum," ungkap Komisaris Persib Kuswara T Haryono saat berbincang bersama detikbandung via telepon, Sabtu (10/9/2011).

Kuswara tidak bermaksud berlebihan saat kesan pertama berjumpa Mamic. Ia berharapa pelatih anyar tersebut mampu membesut Persib lebih tajam layaknya Arsene Wenger yang menorehkan prestasi bagi Arsenal.

"Saya ingin prestasi Mamic selama ini bisa dibawa ke Persib," ujar Kuswara.

Mamic pernah membesut beberapa klub raksasa Kroasia, seperti NK Orijent. Bukan hanya di klub Kroasia, Drago juga juga sudah malang melintang menjadi pelatih di klub luar. Macam, Chengdu China dan Dalian Shide (Super League China).

Bersama Dalian Shide, Drago telah mempersembahkan Piala Super Shanghai, finalis Liga Champion Asia (LCA), dan beberapa prestasi lainnya. Drago juga mampu membawa Guangzhou juara Super League China. Mampu membawa Guang Dong menjadi juara Hongkong Cup. Mampu membawa Sabah FC lolos semi final Piala Liga Malaysia.

Terakhir, Drago Mamic menukangi Churchill Brothers. Bersama Churchill Brothers FC, Drago mampu mempersembahkan juara Shield Cup IFA.

(bbn/bbn)


sumber : bandung.detik.com

Drago Mamic Dikontrak Setahun

Drago Mamic Dikontrak Setahun

Drago Mamic resmi menjadi pelatih PERSIB dan akan dikontrak selama setahun. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat Tim Empat dan Direksi PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB), di Jakarta, Jumat (9/9). Dalam pertemuan selama kurang lebih tiga jam tersebut, dihadiri pelatih asal Kroasia itu. Mamic dijadwalkan akan ke Bandung, Sabtu (10/9) dan manajemen PT PBB secara resmi akan memperkenalkan Mamic dan pemain pada konferensi pers, Rabu (14/9).

Dengan adanya kepastian pelatih, manajemen dengan Mamic kini akan menyusun komposisi pemain yang akan menghuni skuad "Maung Bandung". Start latihan akan dilaksanakan setelah acara konferensi pers. Pada musim Kompetisi 2011-2012, PERSIB akan berkekuatan 24 pemain. ***


sumber : persib.co.id

Shaffa Sempat Say Goodbye Pada Teman Sekelasnya

Bandung - Sebelum hilang kontak dengan orang tuanya, Amirush Shaffa Fauzia (15) sempat berperilaku aneh dengan meminta maaf pada seluruh teman-temannya. Saat meminta maaf, Shaffa pun mengucapkan kalimat perpisahan layaknya tidak akan bertemu lagi dengan teman-temannya di sekolah.

Hal itu diungkapkan ibunda Shaffa saat ditemui di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (9/9/2011).

"Saya tahu dari teman-temannya, katanya di sekolah Kamis (8/9/2011), Shaffa minta maaf sama semua teman-teman. Sampai keliling kelas. Bilangnya 'mungkin ini terakhir kali kita ketemu'," kata Yuli Yuniar Nugrahawati pada wartawan.

Bahkan dari teman dekat Shaffa, Yuli mendapat informasi bahwa 2 hari lalu, anaknya itu pernah ditodong dengan pistol oleh seseorang tak dikenal di Jalan Setiabudi. "Saya enggak tau cerita jelasnya seperti apa, soalnya sahabatnya Shaffa bilang, seharusnya enggak boleh bilang sama saya," tuturnya.

Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami mengatakan, hilangnya Shaffa akan ditangani Satuan Reskrim Polrestabes Bandung.

Ciri-ciri Shaffa di antaranya tinggi 150 cm, kulit putih, ada tahi lalat di bagian pipi kanan, memakai kacamata. Terakhir kali menggunakan seragam SMA putih abu dengan kerudung putih.

Jika ada pembaca melihat atau menemukan orang dengan ciri-ciri tersebut, keluarga meminta untuk menginformasikan ke nomor 08782386 atau 081931386754 atas nama Dwi Istiawan atau Yuli.

Shaffa belum kembali ke rumahnya sejak pulang sekolah kemarin. Namun Jumat pagi Shaffa sempat menghubungi ibunya. Saat di telepon, suara Shaffa seperti ketakutan. Ia menangis dan mengatakan jika ia berada di ruangan yang sangat gelap, sementara di luar ruangan ramai.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pilgub Jabar 24 Februari 2013

Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) sudah memastikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar akan digelar pada 24 Februari 2013. Tanggal tersebut berbarengan dengan empat pemilukada di Jabar, yakni Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kab. Bandung Barat (KBB), dan Kab. Sumedang.

Demikian salah satu hasil rakor KPU Jabar dengan KPU kabupaten kabupaten/kota se-Jabar di kantor KPU Jabar, Jln. Garut Bandung, Kamis (8/9).

Menurut Ketua KPU Jabar, Ferry Kurnia Rizkyansyah asal pemilihan pilkada bersama untuk efisiensi waktu dan anggaran. Sedangkan pemilihan tanggal 24 Februari karena berpatokan pada masa akhir jabatan kepala daerah yang pertama, yakni pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon.

"Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon itu masa akhir jabatannya 15 Maret 2013. Berdasarkan peraturan, pilkada harus diadakan sekitar sebulan sebelum masa jabatan berakhir. Setalah dihitung maka kami memutuskan pilgub dan pemilukada di empat daerah itu jatuh pada 24 Februari," ungkap ujar Ferry saat ditemui usai rakor.

Dikatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepastian tanggal pilgub dan pemilukada di 4 daerah itu kepada gubernur, para pimpinan partai, dan kepala daerah di Jabar. Dengan diputuskannya tanggal pemilihan itu, berarti proses Pilgub Jabar akan dimulai 10 bulan lagi dari sekarang, yakni mulai Juli 2012.

"Bulan Juli 2012 atau sekitar 10 bulan lagi kita sudah akan melakukan tahapan-tahapan pilgub. Pada Juli 2012 tahapan pilgub diawali dengan penetapan keputusan-keputusan yang akan dikeluarkan oleh KPU Jabar. Bulan berikutnya pemutakhiran daftar pemilih dan pembentukan PPK/PPS," ujar Ferry.

Bulan Agustus juga, katanya, Pemprov Jabar harus sudah menyerahkan daftar penduduk potensial pemilih (DP4) ke KPU Jabar. Setelah itu, KPU akan langsung melakukan pemutakhiran DP4 ke lapangan untuk dijadikan daftar pemilih tetap. Sebab kepastian jumlah pemilih ini akan berpengaruh terhadap besarnya anggaran pilgub yang diperlukan.

Pihaknya memprediksi jumlah pemilih pada pilgub tahun 2013 mendatang sekitar 33 juta. Angka tersebut berdasarkan asumsi pada pilgub 2008 jumlah pemilih sekitar 28 juta, sedangkan pada pemilu legislatif tahun 2009 jumlahnya mencapai 30 juta. "Sebenarnya tahun 2013 jumlah pemilih bisa saja mencapai 38 juta. Tapi kami ambil angka pesimistis saja, yakni 33 juta," jelasnya.

Disinggung soal anggaran KPU untuk pilgub, Ferry menjelaskan, anggaran yang diajukan beberapa waktu lalu ke DPRD mencapai Rp 750 miliar. Namun pihaknya akan mencoba melakukan efisiensi yakni dengan menekan jumlah TPS. Pada pilgub 2008 jumlah TPS mencapai 79.000. Pada pilgub 2013 pihaknya akan membuat aturan untuk satu TPS bisa melayani sekitar 600 pemilih.

"Pilgub 2008 jumlah TPS hanya melayani sekitar 400 pemilih. Dengan 600 pemilih/ TPS maka kita bisa menghemat sekitar 9.000 TPS. Makanya anggaran pilgub bisa ditekan hingga Rp 600 miliar atau Rp 650 miliar. Tapi untuk memastikan kebutuhan anggaran riil, yakni setalah ada daftar pemilih tetap," jelasnya. (B.96)** sumber : (GALAMEDIA)

Friday, September 09, 2011

Koni Bandung Berharap Pembangunan SUS Gedebage Tepat Waktu

Bandung - Koni Kota Bandung berharap pembangunan SUS Gedebage berjalan tepat waktu. Setelah selesai dibangun, berbagai cabang olahraga (cabor) bisa memanfaatkan SUS Gedebage untuk berlatih maupun bertanding.

"Kita berharap pembangunan SUS Gedebage sesuai jadwal. Itu akan betul-betul memotivasi para atlet maupun pelatih di Kota Bandung," ujar Ketua Koni Kota Bandung Aan Johana pada wartawan usai peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Jumat (9/9/2011).

"Perhatian pemerintah sebenarnya cukup besar dengan sekarang mempersiapkan SUS Gedebage meskipun ada kendala biaya," ungkapnya.

Di Jabar, Bandung menurutnya masih salah satu yang terbaik di berbagai cabor. Dan dengan dibangunnya SUS Gedebage, diharapkan prestasi olahraga bisa lebih maksimal. "Sehingga diharapkan pemerintah melengkapi berbagai sarana olahraga," ucap Aan.

SUS Gedebage sendiri rencananya bakal berisi ragam fasilitas yang bisa dipakai berbagai cabang olahraga. Saat ini, SUS Gedebage masih dalam proses pembangunan.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Mamic Sudah Tiba di Jakarta

Mamic Sudah Tiba di Jakarta

Pelatih asal Kroasia, Drago Mamic yang masuk bursa calon pelatih PERSIB 2011-2012, sudah tiba di Jakarta. Namun, kepastian jadi atau tidaknya Mamic menjadi arsitek PERSIB musim depan masih akan ditentukan dalam pertemuan manajemen klub di Jakarta, Jumat (9/9), yang rencananya dihadiri langsung Direktur Utama PT PERSIB Bandung Bermatabat (PT PBB), Glenn Sugita. Informasi kedatangan Mamic tersebut disampaikan Manajer PERSIB, H. Umuh Muchtar, Kamis (8/9).

"Dia sudah ada di Jakarta. Namun, keputusannya (jadi pelatih) baru besok (Jumat)," kata Umuh. Selain mengajukan nama pelatih, menurut Umuh, hasil keputusan Tim Empat tentang daftar pemain lama yang direkomendasikan dipertahankan dan pemain baru yang bakal direkrut, juga akan diajukan. "Semua hasil keputusan akan diajukan untuk mendapat persetujuan. Khusus pemain, baru sebatas rekomendasi yang akan dipilih lebih lanjut oleh pelatih," kata Umuh.***


sumber : persib.co.id

Thursday, September 08, 2011

Walikota Bekasi Nonaktif Dituntut 12 Tahun Penjara

Bandung - Walikota Bekasi nonaktif Mochtar Mochamad dituntut hukuman 12 tahun pernjara dan denda Rp 300 juta oleh JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (8/9/2011). Selain itu, Mochtar juga dituntut membayar uang pengganti pada negara sebesar Rp 639 juta.

Sidang pembacaan surat tuntutan tersebut akhirnya dimulai pukul 16.45 WIB dan diikuti oleh puluhan massa pendukung Mochtar. Mengenakan setelan safari warna krem, Mochtar terlihat tenang mendengarkan jaksa membacakan surat tuntutan.

"Melihat fakta yang ada, terdakwa secara sah dan terbukti memenuhi unsur pidana korupsi. Dengan ini meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan," ujar Jaksa Penuntut KPK, I Ketut Sumadana di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (8/9/2011).

Terdakwa juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 639 juta. "Jika tidak bisa membayar uang pengganti maka harta benda terdakwa akan disita untuk menutup uang pengganti, atau diganti dengan penjara 2 tahun," lanjutnya.

Mochtar didakwa dengan pasal berlapis atas 4 perbuatan kumulatif, yaitu suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, suap kepada BPK dan penyalahgunaan anggaran makan-minum.

Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 atau Pasal 5 Ayat (1) atau pasal 12 huruf b atau huruf f atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Kesatu jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Hal-hal yang memberatkan yaitu, terdakwa dinilai berbelit-belit saat memberikan keterangan, sementara yang meringankan, terdakwa dinilai sopan selama proses pengadilan. Sidang dengan agenda pledoi akan digelar pada Senin (19/9/2011) mendatang.

(tya/ern)


sumber : bandung.detik.com

Biarkan Hati Menjawabnya

Biarkan Hati Menjawabnya

 Oleh Abi Muhammad Ismail Halim

Seorang bertanya kepada gurunya yang mulia, “Kebanyakan orang mengatakan bahwa saya ini orang yang baik, maka bagaimana saya bisa tahu bahwa saya benar-benar orang baik?” Sang guru pun berkata:  “Nampakkanlah sikap dan perilaku yang selama ini kamu sembunyikan di hadapan orang-orang baik.  Jika mereka merasa senang, maka itu pertanda bahwa engkau adalah orang baik.  Sebaliknya jika mereka merasa tidak senang, maka itu adalah pertanda bahwa engkau bukan orang baik.”

Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada para sahabatnya bahwa,  “Kebajikan itu adalah baiknya budi pekerti dan dosa itu apa-apa yang meragu-ragukan dalam jiwamu dan engkau tidak suka dilihat orang lain dalam melakukan hal itu”.   Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa  sesungguhnya dari apa yang telah didapat oleh manusia dari kata-kata kenabian yang pertama adalah, “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.”

Ketika sahabat lain bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ‘kebaikan', beliau pun bersabda,  “Mintalah fatwa dari hatimu”.  “Kebaikan itu adalah apa-apa yang tentram jiwa padanya dan tentram pula hati padanya. Dan dosa itu adalah adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa padamu dan mereka membenarkannya”.

Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan ilham berupa potensi di dalam jiwa manusia serta hidayah untuk dapat membedakan dan memilih jalan keburukan (kefasikan) dan kebaikan (ketakwaan) sebagai wujud dari kesempurnaan ciptaan-Nya.  “Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan-Nya), maka Allah mengilhamkan ke dalam jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan” (QS 91:7-8).  “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)” (QS 90: 10).

Dan Allah SWT telah berfirman pula di dalam Alquran mulia,  “Hanya pada Tuhanmu sajalah hari itu tempat kembali.  Pada hari itu akan diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya, dan apa yang dilalaikannya.  Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.  Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya” (QS 75: 12-15).

Tujuan utama dari ibadah puasa, sebagaimana digariskan oleh Allah SWT (QS 2: 183), adalah agar kita bertakwa atau bertambah takwa.  Selain penghapusan kesalahan dan pengampunan dosa, takwa membuahkan furqan.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu.  Dan Allah mempunyai karunia yang besar” (QS Al-Anfal(8): 29).

Dalam bahasa lugas furqan berarti kriteria, pembeda antara kebenaran dan kebatilan.  Menurut ulama tafsir, di dalamnya terkandung makna ketegaran jiwa (tsabatul qulub), kejernihan mata hati (quwwatul-bashaair), dan petunjuk terbaik (husnul hidayah).

Ibadah puasa melatih manusia untuk bersikap tegar dalam menyikapi dan menghadapi berbagai kenyataan, permasalahan, kesulitan dan tekanan hidup.  Puasa melatih manusia untuk berani berkata tidak untuk semua hal yang tidak disukai Allah SWT, apalagi yang dilarangnya.  Selain melatih ketajaman “mata” (sight) untuk menangkap berbagai fakta puasa juga melatih kejernihan “mata hati dan pikiran” (insight) membaca apa yang ada di balik fakta.  Dalam Insight terkandung kemampuan untuk secara jernih dan intuitif melihat keadaan dari suatu situasi yang kompleks (perspectiveness) serta kemampuan untuk memahami dan menemukan solusi secara mandiri (self-awareness).  Puasa membebaskan manusia dari "bussines as usual" sehingga dapat lebih peka menangkap sinyal-sinyal Ilahi.

Puasa dengan tujuan takwa mengasah ketajaman mata, hati, pikiran dan kesadaran kita untuk membedakan kebenaran dan kebatilan.  Dengan furqan (kriteria),  kita dapat mengambil keputusan dan tindakan terbaik dengan tegar sesuai kriteria dan petunjuk Allah SWT.  Kepada Allah SWT kita berlindung dari hati yang menutup diri terhadap pancaran cahaya Ilahi.  Kepada Zat Yang Maha Kuasa Membolak-balikkan hati, kita memohon agar dapat melihat kebenaran sebagai kebenaran, melihat kebatilan sebagai kebatilan, di manapun, sampai kapanpun.

Wallahu 'a'lam.


Penulis adalah sahabat Republika Online yang tinggal di Texas, USA

 


sumber : www.republika.co.id

Santunan Jasa Raharja Capai Rp 1,3 Miliar

Jasa Raharja Jawa Barat menyalurkan santunan jaminan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 1,3 miliar kepada para korban dan ahli waris korban kecelakaan selama masa angkutan Lebaran dari H-7 sampai H+6.

Namun, kasus kecelakaan yang dialami Saipul Jamil yang menewaskan istrinya, Virginia, beberapa hari lalu, tidak akan mendapatkan santunan.

"Jasa Raharja tidak memiliki kewajiban untuk memberikan santunan pada kecelakaan tunggal. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang," kata H. Etang Edward Robani, Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Barat yang didampingi Saeful Hadi, Kepala Humas PT Jasa Raharja Jawa Barat, Rabu (7/9).

Dikatakannya, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 35-37 Tahun 2008, Jasa Raharja berkewajiban memberikan jaminan santunan kepada para korban. Jumlah santunan untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 25 juta per orang dan untuk korban luka ringan dan berat maksimal Rp 10 juta per orang. Sementara santunan untuk yang cacat Rp 25 juta.

Sepertinya jumlah santunan jaminan untuk korban kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran mengalami penurunan. Diperkirakan penurunan pembayaran bisa mencapai 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2009 ke 2010, pembayaran santunan mengalami penurunan hingga 16 persen. Dan tahun ini pun sepertinya tidak jauh berbeda dari sebelumnya," katanya, seraya menambahkan, para pengendara sepeda motor paling bayang menerima santunan. (B.99)** sumber : (GALAMEDIA)

Penentuan Pelatih Setelah Jumat

Penentuan Pelatih Setelah Jumat

Penentuan pelatih PERSIB musim kompetisi 2011-2012 dilakukan setelah pertemuan internal "Tim Empat" di Jakarta, Jumat 9 September. "Tim Empat" ini beranggotakan Komisaris Utama PT PERSIB Bandung Bermartabat Zainuri Hasyim, Komisaris Kuswara S. Taryono, Direktur Utama Glenn T. Sugita, dan Manajer H Umuh Muchtar. Dalam pertemuan itu juga akan membicarakan berbagai hal termasuk jadwal memulai latihan karena "kickoff" kompetisi Liga Indonesia sudah semakin dekat pada 8 Oktober. Dengan begitu, PERSIB dan klub-klub lain yang belum melakukan persiapan hanya memiliki waktu sekitar 26 hari lagi dalam menyiapan skuadnya. ***


sumber : persib.co.id

Wednesday, September 07, 2011

482.531 Kendaraan Lewati Nagreg Saat Arus Balik

Bandung - Sebanyak 482.531 kendaraan lintasi Jalan Nagreg selama arus balik lebaran. Jumlah itu tercatat sejak H+1 hingga H+6 atau hari ini hingga pukul 17.00 WIB.

Data yang diperoleh dari Posko Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Kabupaten Bandung di Jalan Nagreg, puncak arus balik terjadi pada Minggu (4/9/2011). Di mana, 103.586 kendaraan dari arah timur menuju barat (Bandung - red) melintas di Jalan Nagreg.

"Puncaknya pada H+3. Setelah itu jumlah kendaraan saat arus balik ini terus turun," kata Wakil Komandan Posko Wasdal Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi saat dihubungi detikbandung, Rabu (7/9/2011).

Secara umum, volume kendaraan di jalur Nagreg sudah mendekati normal yakni antara 30-40 ribu kendaraan per hari. "Karena arus sudah normal dan sesuai surat tugas, posko ini juga akan selesai pada pukul 24.00 WIB atau tengah malam ini," ungkapnya.

Disinggung perbandingan antara kendaraan roda empat dan roda dua (sepeda motor - red) yang digunakan saat arus balik, menurutnya didominasi kendaraan roda dua. "Perbandingannya sepeda motor 55%, roda empat 45%," pungkasnya.

Berikut jumlah kendaraan per hari selama arus balik saat arus balik:
H 1 (31 Agustus) 29.200
H 2 (1 September) 48.926
H+1 (2 September) 69.887
H+2 (3 September) 82.812
H+3 (4 September) 103.586
H+4 (5 September) 79.277
H+5 (6 September) 40.198
H+6 (7 September) 28.645 (hingga pukul 17.00 WIB).

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Pemkot Kirimkan Surat Teguran pada Pengembang Shelter TMB

Bandung - Dinas Perhubungan Kota Bandung melayangkan surat teguran pada pengembang shelter Trans Metro Bandung (TMB) karena menghentikan pembangunan tanpa alasan jelas. Sudah dua minggu ini tak ada lagi pengerjaan shelter. Padahal pembangunan baru 80 persen.

"Kita sudah kirim surat teguran ke PT Horison supaya pembangunan shelter dipercepat. Itu atas permintaan Pak Wali Kota Bandung (Dada Rosada)," ujar Kadishub Kota Bandung Prijo Soebiandono saat dihubungi detikbandung, Rabu (7/9/2011).

Dijelaskan Prijo, dikirimnya surat teguran itu karena terhentinya pembangunan shelter sejak dua minggu lalu. "Belum ketahuan di lapangan kenapa (pembangunan shelter terhenti)," ungkapnya.

Diharapkan, pengembang segera merespon apa yang diinginkan Pemkot Bandung, termasuk memberi alasan kenapa selama dua minggu terakhir pembangunan dihentikan.

"Setelah (progres pembangunan) 80%, enggak beranjak lagi. Makanya saya pertanyakan kenapa," cetusnya.

Dijelaskannya, PT Horison meneken kontrak dengan Wali Kota Bandung untuk membangun 32 shelter terhitung April hingga Agustus.

"Intinya kita mendesak shelter segera diselesaikan. Saya harap bulan ini selesai sehingga akhir bulan (September) kita bisa uji coba," jelas Prijo.

Kalau tidak selesai bulan ini? "Kalau enggak selesai biar nanti Pak Wali yang tegur, bisa wanprestasi," tandasnya.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Tradisi Perayaan Idul Fitri di Berbagai Dunia

Bersama kenalannya, Yord berkeliling kota Jakarta untuk melihat suasana malam takbiran. Bagi Yord, ini adalah pengalaman pertamanya merasakan perayaan Idul Fitri. Yord merupakan warga negara Amerika Serikat yang kebetulan berada di Jakarta saat bulan Ramadhan 2011.

“Saya sempat keliling, keren juga ada banyak petasan dan kembang api. Seperti perayaan 4 Juli, kemerdekaan Amerika Serikat,” katanya. Ia juga terkesan dengan lantunan gema takbir dari masjid-masjid yang ia lalui saat berkeliling.

“Besok saya ikut makan-makan. Saya belum tahu makanan apa saja yang jadi khas saat perayaan. Tetapi saya senang jalanan di Jakarta sangat kosong dan sepi,” tuturnya.

Di beberapa forum dan situs internet mengenai wisata, ada kecenderungan orang-orang dari negara mayoritas non-Muslim berwisata ke negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim. Hal ini mereka lakukan untuk mendapatkan pengalaman langsung kehidupan di bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri itu sendiri.

Beberapa negara memang memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakan Lebaran. Perayaan Idul Fitri di Indonesia, misalnya, tak bisa lepas dari mudik, tunjangan hari raya, ketupat, dan opor ayam. Bagaimana dengan negara lain?

Festival Gula atau Seker Bayram merupakan nama untuk Idul Fitri bagi orang Turki. Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan di hari raya Idul Fitri. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orangtua. Kemudian orangtua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.

Sementara itu, di Uni Emirat Arab, lelaki menggunakan thoub atau baju tradisional berupa jubah panjang berwarna putih lengkap dengan selendang ogal. Adapun perempuannya melukiskan henna di tangan mereka. Aneka hadiah dibagikan, orang dewasa memberikan hadiah kepada sesama. Seperti di Indonesia, anak-anak mendapatkan uang dari orang yang lebih dewasa.

Di Iran, Idul Fitri disebut sebagai Eyde Fetr. Aneka hidangan yang terbuat dari daging disajikan. Bahan daging yang biasa dipakai adalah domba dan sapi. Sesuai tradisi, masyarakat Iran tak hanya menikmati hidangan itu sendiri, tetapi juga memberikan makanan kepada orang-orang tak mampu.

Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, Afrika Selatan. Mereka berkumpul untuk melihat Bulan di hari terakhir Ramadhan. Menjelang berbuka puasa, mereka sudah berkumpul bersama kerabat sambil asyik berbincang-bincang, menunggu munculnya Bulan. Azan maghrib kemudian mengumandang dan Bulan yang muncul pun diumumkan. Di hari Idul Fitri, warga melaksanakan shalat Id, dilanjutkan berkunjung ke rumah keluarga.

Bagaimana dengan negara jiran Malaysia? Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga itu ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia. Malah bisa dibilang sangat mirip. Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.

Ternyata, tak hanya negara-negara dengan penduduk mayoritas memeluk Islam yang merayakan Idul Fitri dengan keunikan masing-masing. Beberapa negara mayoritas non-Muslim pun memiliki ciri khas tersendiri.

Sebut saja India. Orang-orang akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.

Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri. Hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id. Di beberapa bagian di Fiji, perempuan tidak pergi ke masjid.

Para pendatang beragama Islam di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada membawa tradisi perayaan Idul Fitri ke negara-negara tersebut. Sama seperti di Indonesia, makan bersama dilakukan setelah shalat Id. Tak terlupa baju baru untuk menyambut hari kemenangan.

Jika Anda berminat untuk berwisata di negara-negara tersebut saat Idul Fitri, jangan lupa  memesan tiket penerbangan jauh-jauh hari. Jika tidak, Anda bisa kehabisan tiket. Apalagi di negara-negara mayoritas Muslim, orang-orang akan beramai-ramai ingin pulang atau mudik ke negara masing-masing untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Seperti Yord, sebaiknya Anda memiliki kenalan di negara tujuan wisata. Ini perlu supaya Anda dapat merasakan secara langsung bagaimana sebuah keluarga merayakan Idul Fitri dengan keunikan tradisinya.

Ni Luh Made Pertiwi F | Laksono Hari W | Rabu, 31 Agustus 2011 | 00:19 WIB KOMPAS.com

Cermin Ketakwaan

Cermin Ketakwaan

Oleh: H Roni Tabroni MSi


Salah satu janji Allah dalam Alquran bagi siapa saja yang melakukan puasa Ramadhan adalah derajat ketakwaan (al-Baqarah [2]: 183). Sebuah posisi yang sangat mulia.  Dengan ketakwaan, manusia senantiasa menjadi makhluk yang  selalu menjalankan perintah Allah dan tidak melanggar segala aturannya.

Tatanan kebangsaan kita akan senantiasa menuju ke arah yang lebih baik, jika memang derajat takwa itu senantiasa didapat, baik oleh rakyat maupun para pejabat. Sebulan penuh setiap Umat Islam menempa diri untuk menjadi makhluk yang terbaik, sehingga dapat melakukan transformasi kesalehannya dalam perilaku tidak hanya individu tetapi berimplikasi kepada kesalehan sosial.

Sedangkan problem kemungkaran yang menjadi salah satu agenda terberat di Indonesia saat ini adalah persoalan korupsi. Kita tentu patut berharap banyak bahwa setiap orang terutama para pejabat dapat mengubah sikap dan sistem yang korup menjadi lebih baik lagi. Jika saja setiap pasca-Ramadhan kita berharap menjadi suci dan kembali ke fitrah, maka senantiasa harapan kita menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad yang kelak akan mendapat syafaatnya di akhirat.

Namun, jika kita tetap melakukan kemungkaran, maka kita akan tersingkir dari golongan Nabi Muhammad. Karenanya, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari umat Muhammad SAW)." (HR Thabrani dan al-Hakim).

Dalam keterangan yang lain Nabi Saw bersabda "Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga." Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?' Rasulullah SAW menjawab, "Walaupun sekecil kayu siwak," (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha).

Khusus bagi para pemimpin, konteks korupsi sebenarnya ada dua, selain menghindari perilaku korup, dia juga memiliki tugas untuk memberantasnya secara tegas. Dalam sebuah keterangan, Khalifah Umat bin Khattab telah memberikan contoh dalam pemberantasan korupsi ini.

Ibnu Sa'ad mengetengahkan kesaksian asy-Syi'bi yang mengatakan, "Setiap mengangkat pemimpin, Khalifah Umar selalu mencatat kekayaan orang tersebut. Selain itu, bila meragukan kekayaan seorang penguasa atau pejabat, ia tidak segan-segan menyita jumlah kelebihan dari kekayaan yang layak baginya, yang sesuai dengan gajinya." Umar bin Khattab dikenal dengan sikapnya yang tegas dalam memberantas korupsi. Proses pemberantasan tidak mesti menunggu pengaduan dari masyarakat, tetapi langsung turun tangan jika ditemukan pejabat yang melakukan korupsi.

Ramadhan tahun ini telah berlalu, kini waktu yang akan membuktikan, apakah para pemimpin kita telah benar-benar meraih ketakwaan atau tidak. Paling tidak dapat diukur dari dua hal apakah mereka dapat terhindar dari kasus-kasus korupsi atau tidak? Kemudian, seberapa serius proses pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh mereka terhadap orang lain yang melakukan korupsi? Jika ternyata kenyataannya kondisi bangsa ini tidak membaik, maka kita kembali menanti sampai datangnya bulan ramadhan tahun depan, dan begitulah seterusnya. Wallahu a'lam


sumber : www.republika.co.id

Arus Balik, 149.374 Orang Tinggalkan Bandung via Leuwipanjang

Bandung - Sebanyak 149.374 penumpang meninggalkan Kota Bandung via Terminal Leuwipanjang saat arus balik lebaran 2011 mulai H+1 hingga H+6 atau kemarin. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan 2010.

Kepala Terminal Leuwipanjang Erick Sudjana mengatakan para penumpang itu setiap harinya diangkut ratusan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

"Setiap tahunnya saat lebaran, Leuwipanjang memang menjadi tempat arus balik. Catatan kami, pada arus balik tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya sekitar 20 persen," ujar Erick saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (7/9/2011).

Menurut Erick, para penumpang arus balik ini mayoritas warga Kota Bandung dan sekitarnya. Mereka sehabis silaturahmi lebaran, kembali menjalankan aktivitas kerja di wilayah Jabodetabek.

"Puncak arus balik terjadi pada H+4 atau hari Minggu lalu. Jumlah bus yang berangkat 820 unit yang mengangkut 33.592 penumpang," ujar Erick.

Ia menambahkan, para penumpang arus balik yang berangkat di Leuwipanjang tidak mengalami hambatan. Armada bus yang tersedia mampu mengangkut ratusan ribu penumpang yang berlangsung lancar.

Berikut data arus balik atau pemberangkatan di terminal ini sejak H+1 hingga H+6 :

H+1 diberangkatkan 635 bus dengan jumlah 20.665 penumpang, H+2 ada 643 bus yang mengangkut 23.206 penumpang, H+3 berangkat 703 bus yang ditumpangi 27.063 penumpang, +4 berangkat 820 bus dengan jumlah 33.592 penumpang, H+5 tercatat 635 bus serta melayani 25.299 penumpang, dan H+6 terdata 562 bus yang memberangkatkan 19.549 penumpang.

(bbn/ern)


sumber : bandung.detik.com

Tips Berlibur Ke Bandung

Selain udaranya yang sejuk, berbagai tempat wisata di Kota Bandung juga menarik untuk dijelajahi. Mulai dari wisata alam, bangunan bersejarah, tempat belanja, hingga kuliner dan jajanan khasnya yang beraneka ragam.

Tak heran bila kota yang dijuluki Paris Van Java ini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati para wisatawan baik domestik maupun manca negara saat berlibur. Bila Anda memilih untuk berlibur ke Kota Bandung, ada baiknya untuk mengikuti beberapa tips berikut :

Waktu tempuh
Apabila Anda terpaksa harus "mampir" dulu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, naik saja bus yang melayani rute Bandara Soekarno Hatta menuju Bandung. Waktu tempuh sekitar 5 sampai 6 jam perjalanan. Persiapkan diri Anda selama berada di dalam kendaraan dengan bekal minuman dan makanan ringan. Sesekali lakukan peregangan kecil agar otot badan Anda tidak tegang.

Penginapan
Pastikan untuk memesan tempat menginap jauh-jauh hari. Lakukan via online atau telepon terlebih dahulu untuk reservasi penginapan di hotel yang Anda inginkan. Sebab, berbagai tempat penginapan di Bandung pada musim liburan atau weekend selalu laris manis.

Kehabisan kamar hotel
Jika terlanjur tak mendapatkan kamar untuk menginap di hotel, ada alternatif penginapan lain. Anda bisa mencoba menginap di beberapa rumah kos daerah Tubagus Ismail yang menyewakan kamar untuk harian. Kamar kos dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan harganya pun jauh lebih terjangkau.

Buat daftar tempat yang akan dituju
Sebelum Anda berpergian, lebih baik buat daftar tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi agar liburan Anda berlangsung efektif. Jika Anda ingin mengetahui tentang tempat-tempat mana saja yang akan dituju, riset saja melalui internet atau bertanya dengan orang yang sudah mengenal Bandung.

Transportasi
Anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang tersebar di seluruh penjuru kota Bandung. Tetapi, Anda harus mempunyai ingatan yang kuat untuk menghafal jurusan angkot. Jangan sampai salah menaiki angkot, sebab angkot di kota Bandung banyak yang sama warnanya. Selain angkot, ada pula taksi, bus damri, ojek. Bisa juga dengan menyewa mobil yang tersedia di sepanjang Jl. Surapati atau Tubagus Ismail dengan kisaran harga 300-350 ribu rupiah per harinya.

Harus Cerdik
Bila musim liburan tiba, di sepanjang jalan Kota Bandung akan dipadati banyak kendaraan dari luar kota. Sehigga akan menimbulkan kemacetan panjang. Akibatnya, kini banyak jalan yang dibuat menjadi jalur searah. Untuk itu Anda harus cerdik memilih jalan lain.

Tempat makan murah
Kota Bandung memang surganya berbagai macam kuliner dan beragam jajanan yang ciamik untuk disantap. Hanya saja, Anda jangan sampai terjebak dan salah dalam memilih tempat makan. Di kota kembang ini, juga banyak tersedia tempat makan murah namun kualitas bintang lima. Anda dapat menemukannya di sepanjang Jalan Cihampelas atau di Jalan Cilaki yang lokasinya tidak berjauhan dari Gedung Sate.

Tahun Depan Bukit Gentong Kudu Dipapas

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno menegaskan berdasarkan hasil evaluasi, secara umum arus lalu lintas pada arus mudik dan balik di wilayah hukum Polda Jabar pada Lebaran tahun ini berjalan lacar.

Meskipun di beberapa titik terjadi kemacetan. Misalnya saat H+2 dan H+3 kemacetan terjadi di wilayah Tasikmalaya, Garut, dan Bandung karena banyak masyarakat yang mengunjungi objek wisata.

"Selain itu yang harus menjadi perhatian kita untuk mengurai kemacetan tahun depan adalah persimpangan Jomin-Mutiara dan Limbangan serta Gentong. Perbaikan infastruktur di kedua lokasi ini sangat urgen. Untuk Jomin-Mutiara, perlu ada jembatan layang. Sementara di Limbangan dan Gentong bukit Getong kudu dipapas untuk memperlebar jalan," ungkap Putut kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (6/9).

Dikatakan, kendala di persimpangan Jomin-Mutiara adalah penyempitan jalan atau bottleneck. Untuk mengatasi kemacetan di titik ini, saat arus mudik tahun ini pihaknya mengalihkan arus lalu lintas di kilometer 66.

Kendaraan dari Tol Cikampek diarahkan ke Sadang. Ketika sampai di pertigaan Mutiara menuju Jomin ke kanan, diluruskan ke arah Cikampek. Dengan begitu, kemacetan di pertigaan Mutiara-Jomin tidak terlalu parah.

"Oleh karena itu, dalam mengantisipasi kemacetan di titik ini kami akan berkoordinasi dengan pemprov untuk membangun jembatan layang di pertigaan Jomin-Mutiara. Nanti pemprov yang membuat proposal kegiatan pembangunan ini untuk disampaikan ke pemerintah pusat," jelasnya.

Sedangkan kemacetan di sekitar Limbangan, Malangbong, dan Gentong, diakibatkan karena tanjakan Gentong ada tikungan yang terlalu tajam. Karena terlalu tajam, kendaraan-kendaraan besar pasti akan mengambil ancang-ancang ke kanan.

Karena jika tetap mengambil jalur kiri, tidak kuat menanjak. Hal ini akan menyebabkan arus kendaraan dari atas mengalami hambatan.

Anggaran 2012

Di tempat yang sama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengungkapkan untuk mengkaji hal ini pihaknya sudah menugaskan Bina Marga dan Bappeda Jabar. "Pembangunan jembatan layang ini usulan dari teman-teman di kepolisan. Ya, nanti akan kita kaji oleh Bappeda dan Dinas Bina Marga," jelas Heryawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Jabar, M. Guntoro pihaknya juga sudah berencana membangun fly over di Pertigaan Jomin-Mutiara dan pemangkasan bukit di Limbangan dan Gentong untuk memperlebar jalan. "Mudah-mudahn tahun 2012 pengerjaan pembangunan di kedua lokasi tersebut bisa dilaksanakan," ungkap Guntoro.

Pembahasan pembangunan jembatan layang di Jomin-Mutiara dan pemangkasan bukit di Limbangan dan Gentong, katanya akan dibawa ke rapat bersama di Kementerian Pekerjaan Umum di Batam, pekan ini. Rapat tersebut membahas anggaran program pembangunan infrastruktur tahun 2012.

"Insya Allah rencana pembangunan jembatan layang dan pelebaran jalan itu akan dimasukkan dalam rencana pembangunan infrastruktur di tahun 2012. Untuk teknisnya nanti dibicarakan kembali. Rencananya jalan yang akan dilebarkan dengan memapas bukit sekitar tiga kilometer. Sementara panjang jembatan di Jomin-Mutiara sekitar 800 meter," kata Guntoro. (B.96)** sumber : (GALAMEDIA)

Wow, Volume Sampah Selama Ramadan Naik 100 Ton per Hari

Bandung - Selama ramadan tahun ini, volume sampah di Kota Bandung meningkat cukup tajam dibanding biasanya. Dalam sehari, peningkatan volume sampah bisa mencapai 50 hingga 100 ton per hari.

"Yang jelas selama ramadan ada kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen atau 50 hingga 100 ton sehari," kata Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Cece Iskandar saat ditemui di DPRD Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (6/9/2011).

Biasanya, dalam sehari Kota Bandung menghasilkan sampah hingga 1.100 ton sehari. Sementara pasca lebaran, volume sampah relatif berkurang.

"H+1 misalnya kita angkut 400 ton sampah dan H+2 mencapai 800 ton. Tapi setelah H+3 kita mulai normal lagi," jelasnya.

Untuk menghindari penumpukkan sampah, PD Kebersihan sendiri sempat menerjunkan petugas piket saat masa liburan lebaran. Mereka kemudian diberi libur pengganti.

Sementara meski relatif berkurang beberapa hari pasca lebaran, volume sampah di tempat wisata alami peningkatan hingga dua kali lipat. "Tapi setelah Minggu (4/9/2011) semuanya normal lagi," ucapnya.

Di beberapa tempat wisata, PD Kebersihan juga sempat memperbantukan petugas kebersihan tambahan.

(ors/ern)


sumber : bandung.detik.com

Tuesday, September 06, 2011

Wisatawan Padati Tangkuban Parahu, Puluhan Lapak Pedagang Kaki Lima Bermunculan

BANDUNG - Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) mulai bermunculan di sepanjang Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Mereka "menyambut" wisatawan yang sedang menikmati libur Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Para PKL ini merupakan pedagang musiman dan hanya berjualan pada momen libur panjang, seperti Lebaran.
"Pada umumnya para PKL berjualan di sini hanya mengisi waktu libur panjang," kata Zaenal Muttaqin, salah seorang PKL yang mendirikan lapak di pinggir jalan menuju tempat wisata eksotis di kawan Bandung Utara tersebut, Kamis (1/9).

Bermodalkan bambu dan terpal, mereka mendirikan saung-saung ala kadarnya sehingga bisa mengundang para pengendara yang melintas untuk sejenak beristirahat di lapak mereka yang siap menyajikan beraneka makanan dan minuman. Zaenal mengaku telah berjualan di pinggir jalan itu sejak dua tahun lalu. Sejak memasuki musim libur Lebaran, dirinya sengaja menggelar dagangannya di kawasan tersebut untuk menambah pendapatan keluarga.

"Memang kalau bicara keuntungan, itu sih tidak seberapa. Tapi, sambil mengisi liburan dari pada tidak ada pekerjaan di rumah, waktu itu lebih baik dimanfaatkan untuk berjualan sambil liburan dengan melihat kemacetan panjang kendaraan menuju tempat wisata baik Tangkuban parahu atau Ciater," kata Zaenal yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

Untuk bisa berjualan di pinggir jalan setrategis itu, dirinya hanya menyiapkan ratusan ribu rupiah untuk membeli sejumlah batang bambu dan aneka makanan dan minuman sebagai bahan dagangan. Namun, berdasarkan pengalaman tahun lalu, dirinya mengaku tidak puas dengan keuntungan yang diperoleh.

"Setiap harinya pada Lebaran tahun 2010 hanya bisa mendapatkan Rp 30 sampai Rp 40 ribu saja. Keuntungan sebesar itu, tidak sebanding dengan besarnya waktu yang telah dikorbankan," ujarnya.

REPUBLIKA.CO.ID,

Sshh..haah..Pedasnya Kicimpring Mang Ujang

Bandung - Camilan pedas memang sedang tren di pasaran. Tapi jenisnya hanya seputar keripik singkong, basreng, dan gurilem. Bosan dengan yang sudah ada, Kicimpring Mang Ujang hadir untuk memanjakan lidah pecinta makanan pedas.

Kicimpring Mang Ujang ini seperti kerupuk. Melihat tampilan warnanya memang tidak seperti camilan pedas. Saat gigitan pertama juga belum terasa pedas. Tapi gigitan selanjutnya baru terasa pedas.

"Ada yang bilang kalau udah abis baru kerasa pedas. Malah teman saya bilang makin terasa enak setelah bungkus ke empat," tutur Produsen Mang Ujang Agus Hermawan sambil tertawa.

Ada tiga varian rasa yang Kicimpring Mang Ujang suguhkan. Semi pedas bagi yang tidak terlalu suka pedas, pedas bagi yang suka pedas dengan level sedang, dan ekstra pedas bagi yang sangat suka pedas.

Meurut Agus, meski ia tidak mengkhususkan level Kicimpring Mang Ujang untuk usia tertentu. Namun dengan sendirinya pasar membentuk konsumen berdasarkan level-levelnya.

"Rasa ekstra pedas peminatnya ABG, level pedas remaja ke atas. Yang semi pedas usia 40 tahun ke atas. Itu terbentuk sendiri padahal kita sih bebas saja," ungkap Agus saat ditanya level apa yang paling banyak diminati.

Pemasaran Kicimpring Mang Ujang saat ini masih by order karena belum memiliki outlet. Meski baru dua bulan menjalankan usaha dengan merek dan kemasan baru, Kicimpring Mang Ujang sudah ada yang memesan dari Jawa Tengah, Tanggerang, Banten, Depok, dan Bekasi. "Rata-rata yang beli dari luar Bandung itu buat oleh-oleh," ujar Agus.

Penasaran dengan rasa Kicimpring Mang Ujang? Bisa pesan melalui sms atau telepon ke nomor 085722348699 atau facebook dengan alamat kicimpring_mangujang@yahoo.com

Oh iya, Kicimpring Mang Ujang ini enak lho sebagai teman makan bakso atau mie rebus. Selamat mencoba!


(avi/ern)


sumber : bandung.detik.com

Hadirkan (Kembali) Ramadhan di Hari-harimu

Hadirkan (Kembali) Ramadhan di Hari-harimu

Oleh: Muhammad Hidayat

Dalam beberapa hari terakhir setelah Ramadhan berlalu, saya sering membaca kiriman dari teman-teman di jejaring sosial tentang kesedihan mereka karena ditinggalkan Ramadhan. Ya! Orang beriman mana yang tidak sedih ditinggalkan Ramadhan? Satu bulan mulia yang ternyata berlalu dengan cepat dari hadapan kita.

Namun demikian, ditengah kesedihan kita tersebut, bukan berarti setelah Ramadhan berlalu kita secara keseluruhan melepaskan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, dan hanya menyisakan kesedihan karena ditinggalkan Ramadhan. Kalau selama ini kita sering menantikan kehadiran bulan Ramadhan di hari-hari kita, mengapa tidak kita sendiri yang "menjemput"-nya?

 "Menjemput" bulan Ramadhan? Mungkinkah? Kenapa tidak?!

Tentunya yang saya maksud disini bukanlah bulan Hijriyah Ramadhan, melainkan menjemput dan memelihara nilai-nilai yang terkandung paada bulan tersebut. Mengapa demikian?

Beberapa alasan yang menyebabkan kita berharap segera datangnya Ramadhan adalah karena banyaknya amalan yang bisa kita lakukan didalamnya dan pahala dari amalan tersebut akan dilipatgandakan sesuai mau-Nya Allah, insya Allah. Jika kita lihat dari segi jumlah, hanya sedikit amalan Ramadhan yang hanya bisa kita lakukan pada bulan tersebut dan tidak bisa kita lakukan pada bulan lain, yaitu: puasa wajib, shalat tarawih, membayar zakat fitrah, dan iktikaf pada 10 malam terakhir. Sisanya: Qiyamul Lail (tahajud dan witir), tilawah Quran, bersedekah, membiasakan sholat rawatib, senyum kepada orang lain, menjaga pandangan, menjaga lidah dari ghibah, memperbanyak berbuat kebaikan dan lain-lain, bukankah amalan-amalan tersebut bisa kita lakukan sepanjang waktu?

Oleh karena itu, mari kita "jemput" sendiri amalan-amalan yang dulu sering kita lakukan pada bulan Ramadhan. Jangan sampai kita beranggapan bahwa  amalan-amalan tersebut hanya sanggup dilakukan saat Ramadhan, sementara jika Ramadhan berakhir, kita tidak mau lagi melaksanakannya. Bahkan, amalan-amalan tersebut mestinya lebih meningkat saat Ramadhan telah berlalu, baik secara kualitas maupun kuantitas, karena jika demikian, kita telah berhasil menjadikan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) bagi kita semua.

Kalau saat Ramadhan kita bisa giat beribadah, mengapa sekarang tidak? Bukanlah urusan pahala adalah haknya Allah? Tugas kita hanyalah ikhtiar dan mempersembahkan amalan terbaik kepada Allah dan disertai dengan do'a tentunya. Wallahua'lam.

Penulis adalah sabahat Republika Online beralamat maya di m.hidayat91@gmail.com


sumber : www.republika.co.id

RSHS Siapkan Tim Operasi

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) membuka dompet peduli bagi bayi kembar siam Wanda dan Wandi melalui nomor rekening 132-00-0523476-1 di Bank Mandiri. Wanda dan Wandi yang kini berusia satu tahun, rencananya akan segera menjalani operasi pemisahan perut dalam waktu dekat ini.

"Bantuan dari siapa pun tentunya sangat diharapkan, terutama dalam masalah bantuan pendanaan bagi operasi kembar siam ini. Karena memang, dana yang diperlukan tidak sedikit. Bisa ratusan juta," ungkap Direktur RSHS, dr. Bayu Wahyudi, kepada wartawan di RSHS, baru-baru ini.

Dikatakan, sejumlah peralatan medis tergolong mahal. Misalnya untuk menyediakan ventilator saja harganya Rp 500 juta. Belum lagi inkubator dan peralatan laboratorium lainnya.

Orangtua si kembar berasal dari golongan masyarakat miskin. Ibu Wanda dan Wandi, Lina Mawarti, merupakan ibu rumah tangga. Sementara ayahnya, Dede Amung, warga Kampung Cijagra RT 13/RW 05 Desa Ciroyom, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bekerja sebagai petugas cleaning service di PLTA Cirata.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena bantuan melalui Bank Mandiri ini transparan penggunaannya, akuntabel, dan dapat dipercaya. Kami akan menjaga amanah yang diberikan masyarakat yang ingin membantu," tambahnya.

Setelah menunggu satu tahun, bayi kembar siam/dempet perut Wanda dan Wandi akan dioperasi tim medis RSHS pada akhir September mendatang. Jika operasi itu terjadi, maka operasi pemisahan kembar siam ini merupakan kasus yang pertama dilakukan RSHS.

"Saat ini kedua bayi kembar dempet di bagian perut telah berusia 330 hari. Total berat badan keduanya mencapai 14,7 kg. Wanda-Wandi lahir pada 21 September 2010," ucapnya.

Guna kebutuhan operasi tersebut, pihaknya sudah menyiapkan tim yang beranggotakan 20 orang dokter dengan diketuai Prof. Abdurahman, Sp.A. Selain tentunya terdapat dokter anak, dalam tim itu terdapat dokter bedah, patologi, gizi, dan psikiatri.

Kedua bayi tersebut mengalami dempet pada bagian diafragma (antara perut dan dada), hati, dan usus kecil. Sementara jantung, paru-paru, dan lainnya terpisah. (B.107)** sumber : (GALAMEDIA)

Dias, "Lokal atau Asing Sama Saja"

Dias, "Lokal atau Asing Sama Saja"

Munculnya nama Drago Mamic sebagai calon pelatih baru PERSIB Bandung adalah awal yang baik untuk persiapan menghadapi kompetisi selanjutnya. Bagi para pemain muda PERSIB seperti halnya Dias Angga dan Wildansyah, ada tanda-tanda pelatih berkebangsaan Kroasia yang juga menguasai bahasa Melayu ini bakal menjadi arsitek PERSIB adalah sinar harapan bagi mereka.

Meski belum mendapat kepastian bakal bertahan di tim "Maung Bandung", Dias Angga tetap berpikir positif mengenai langkah yang diambil manajemen tim dalam hal memutuskan nahkoda tim. "Siapapun pelatihnya, sebagai pemain harus ikuti apa kata pelatih. Yang penting kita harus menunjukkan kualitas kita dan lebih semangat lagi dalam berlatih dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk PERSIB," ujarnya.


Senada dengan Dias, bek Wildansyah. Ia memiliki harapan besar jika Drago Mamic terpilih sebagai pelatih. Meski belum bertemu atau dilatih langsung oleh pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro ini, dia berharap bisa menjadi bagian dari Tim PERSIB. "Tahu pelatih ini dari internet. Menurrut saya, mau pelatih asing atau lokal, diharapkan memiliki karakter yang kuat terutama mental. Saya sudah baca karier sama pengalamannya di Asia. Pasti sedikitinya dia tahu keadaan sepakbola di Indonesia, dan itu akan memudahkan dia beradaptasi bersama PERSIB," ujarnya.

Sementara itu Dias dan Wildansyah mengatakan, masih menunggu keputusan dari manajemen PERSIB mengenai nasib mereka yang akan habis September ini. Bahkan, bagi Wildansyah, meski sudah didekati beberapa klub, dirinya masih menunggu keputusan dari PERSIB. "Ada beberapa klub yang menawari saya bergabung, tetapi saya masih belum bisa mengatakannya. Saya masih menunggu keputusan dari manajemen PERSIB," ujarnya.***


sumber : persib.co.id

Manajemen Guru Harus Ditinjau

"Sebetulnya ini harus menjadi perhatian semua pihak. Dimulai dari pusat hingga daerah serta DPR. Apakah memang sudah efektif desentralisasi pendidikan yang dikelola oleh pemda ?" tutur Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sunaryo Kartadinata kepada wartawan, belum lama ini.

Ia melihat, belum efektifnya desentralisasi pendidikan oleh pemda karena kemampuan daerah yang belum merata. Ditambah masih adanya kepentingan politik.

"Kepentingan politik meski sesaat namun efeknya berdampak besar terhadap penyelenggaraan dan kultur pendidikan. Selain bisa menggerus dan memarginalkan profesionalisme pendidikan," tuturnya.

Kondisi ini tentu menjadikan sistem pendidikan tercabik-cabik, terutama dari segi keutuhan landasan normatif atau hukum, maupun aspek manajemen yang acapkali lebih mengedepankan kekuatan birokratik dan politik.

Mengenai penurunan kinerja guru penerima tunjangan profesional (sertifikasi), Sunaryo mengatakan, hal ini kasuistis. Meski demikian, jika dibiarkan akan menjadi fenomena dan efek negatif yang sangat mengkhawatirkan.

"Karenanya sudah saatnya kita memikirkan dan mengambil langkah proaktif †dalam upaya menata sistem pendidikan nasional dan membangun politik pendidikan yang kokoh," terangnya.

Sudah saatnya review dan evaluasi terhadap sistem desentralisasi pendidikan dilakukan. Selain membangun sistem nasional manajemen pendidikan.

Langkah ini sebagai upaya memberikan kepastian penyelenggaran pendidikan yang konsisten mulai dari landasan falsafah, perundangan, kebijakan dan regulasi hingga implementasi di lapangan.

Sebagai contoh, permasalahan sertifikasi guru yang baru mencapai 800 ribu orang. Padahal pemerintah menargetkan semua guru yang berjumlah 2,7 juta tersertifikasi pada 2014 mendatang.

"Padahal yang belum tersertifikasi kini masih ada dua juta lagi. Sementara dalam undang-undang harus selesai dalam 10 tahun atau tahun 2014 mendatang," tuturnya.

Meski kuota sertifikasi ditambah, yang tidak kalah penting untuk disiapkan pemerintah adalah dana untuk tunjangan.

"Memberikan akselerasi memang patut dilakukan, namun pendanaan juga harus disiapkan. Pemerintah pusat ataupun daerah mesti menyiapkan dana karena pembiayaannya besar," terangnya. (B.107)** sumber : (GALAMEDIA)